Terjerat Cinta Dosen Killer

Terjerat Cinta Dosen Killer
BAB 237. SIKAP MANJA RICKY


__ADS_3

"Masa?"beneran Kalau dicium akan sembuh?"tanya Nisa dengan dahi mengerut


"Iya, Coba aja. Lagian, kamu sejak aku sakit begini kayak menjauh gitu. Kamu nggak peluk aku, nggak cium aku. Kenapa aku nggak mati aja sekalian."carocos Ricky dengan kesal.


"Heh, ngomong sembarangan! kalau kamu mati, Kamu sendiri yang rugi. Kamu dikubur aku nikah lagi."balas Nisa sambil terkekeh.


"Sayang! orang lagi sakit badan, malah ditambah sakit hati. Bunuh saja aku! bunuh!"teriak Ricky, pria itu menggerakkan tangan dan kakinya berusaha akan bangkit.


"Aw, sakit banget!! Huhhh..Mama...."teriak Ricky kembali dengan sudut mata yang terlihat berembun.


"Diam dulu, Kamu ngapain gerak-gerak gini sih? kan jadinya sakit."


"Aku mau pulang aja ke Brandan, kamu mah nggak peduli sama aku. Bukannya disayang-sayang malah ngomong mau nikah lagi kalau aku mati."cerocos Ricky dengan nada kesal.


"Maaf sayang. Aku cuman bercanda. jangan ngambek ya. Kamu cepat sembuh, biar kita bisa pulang."Nisa memeluk tubuh suaminya dengan hati-hati.


"Makanya, kamu tuh harus sayang-sayang aku, biar cepat sembuh."


"Uluhhh. . Manjanya. Eh, tapi kok bisa sih semalam kamu dikeroyok gitu?"tanya Nisa sambil mengusap tangan suaminya dengan lembut.


"Oh, iya. Aku juga belum cerita ya. Jadi gini..."Ricky menurut nafas panjang lalu memejamkan mata.


"Ricky! cepat ngomong ih!"nih sama buka kelopak mata suaminya.


"Cium dulu dong."


"Cium di mana? orang muka kamu babak belum begini."Nisa memperhatikan wajah suaminya.


"Di sini aja!"Ricky memajukan kedua bibirnya.


"Nggak mau ih, aku belum gosok gigi."tolak Nisa dengan segera.


"Dikit aja. sambil tahan nafas juga nggak apa-apa."


"Ihk, apaan sih! gak bisa gitu langsung ngomong aja?"


"Nggak bisa! Ricky kembali memejamkan matanya.


"Ya udah, iya! Nisa mendekatkan wajahnya dan memberikan kecupan lembut pada bibir suaminya yang terlihat pucat.


"Sudah, sekarang buruan cerita!"titah Nisa.


"Sayang, malah on."ucap Ricky dengan nada pelan


"Apanya yang on? Nisa mengerutkan keningnya.


"Adik kecil."jawab Ricky sedikit berbisik, sorot mata pria itu tertuju ke arah bawah tubuhnya.


"Dasar mesum! lagi sakit juga masih aja kayak gitu!"kesal Nisa.


"Gimana dong? bukan kemauan aku, dia sendiri yang bangkit, habisnya kamu menggoda banget."

__ADS_1


"CK... sudah suruh tidur lagi! ntar kalau ada suster masuk dan lihat itu kamu, malah bahaya."


"Sedikit aja sayang."pintar Ricky dengan wajahmu balas.


"Ricky, lama-lama aku geprek juga kamu ya!"Nisa kesal


"Ampun sayang! Ya udah aku suruh tidur lagi aja. Sabar ya adik kecil, nanti setelah sembuh kita balas dendam."


"Adik kecil siapa? tanya Nisa dengan heran.


"Adik kecilku yang ini lah."jawab pria itu sambil nyengir kuda.


"Dih, Sudah buruan cerita! kenapa semalam kamu bisa dikeroyok gitu?


"Jadi begini.... semalam itu kan aku mau jemput kamu, eh tiba-tiba di jalan Aku ada yang menghadang dan di aku gitu aja. Tapi sumpah, yang semalam itu aku udah berusaha melawan, tapi kamu tahu sendiri mereka berempat, aku sendiri aja."jelas Ricky dengan wajah jelas Ricky agar istrinya percaya.


"Kira-kira Siapa yang mereka?"Nisa terlihat berpikir.


"Kayaknya, mereka ada yang nyuruh. Soalnya mereka cuman mau mencelakai aku. Terus, aku sempat dengar kalau mereka akan membuang aku ke sungai sesuai perintah bosnya."


"Ini pasti ada yang nggak beres. Apa Kamu punya musuh? tanya Nisa dengan mata yang menatap dekat-dekat wajah suaminya.


"Enggak, Aku kan orang yang baik hati dan rajin menabung, mana mungkin punya musuh.


"Fix, ini pasti kerjaan si kutu kupret itu." tutur Nisa tanpa ragu.


"Siapa si kutu kupret? tanya Ricky sambil mengerutkan keningnya.


"Oh, mantan kamu itu, maksudnya?"


"Iya, siapa lagi kalau bukan dia." jawab Nisa membuat darah Ricky seketika mendidih. tangan pria itu mengepal, tetapi kembali ia buka karena merasa sakit.


"Kenapa? sudah, diam aja dulu. Fokus sama kesembuhan kamu."Cerocos Nisa saat melihat suaminya meringis.


"Aku nggak bisa diam aja. Aku harus beri pelajaran sama mantan kamu itu, enak aja dia main keroyokan."


"Terus, kamu mau ngapain? sudah diam aja dulu, biar aku yang beresin dia. Sekarang, kamu istirahat aja biar cepat sembuh. aku mau ke kantor."


"Loh, kok ke kantor? kamu nggak mau nemenin aku di sini?"Ricky berusaha menggerakkan lehernya dengan perlahan dan melihat ke arah Nisa.


"Ya, mau gimana lagi? kalau aku menemani kamu terus di sini, yang meeting sama klien pagi ini siapa?"Nisa balas menatap suaminya.


"Masa nggak bisa dipending dulu sih? orang suami sendiri lagi terbaring kayak gini."lirih Ricky.


"Cuman sebentar, Aku cuma mau meeting doang, setelah itu aku usahain pulang lagi ke sini. Kamu istirahat aja ya sayang."Nisa mengusap tangan suaminya dengan senyum yang mengembang pada wajah cantiknya.


"Ya, udah. kamu hati-hati ya. jangan sampai kamu bertemu si kutu kupret itu!"


"Iya, tenang aja. Aku mau mandi di kantor aja kayaknya." Nisa membenarkan baju yang dikenakannya.


"Sayang, kamu nggak mau suapi aku sarapan dulu gitu? tanya Ricky dengan.

__ADS_1


"Sarapannya belum datang. nanti akan ada orang yang ke sini, biar dia jagain kamu selama aku pergi."ucap Nisa sambil memakai kembali tasnya dan memasukkan ponselnya ke dalam tas itu.


***


Sementara itu, pagi ini Andini sudah bisa pulang. Dimas yang tak pernah hengkang dari samping istrinya, sudah menyiapkan segala sesuatu untuk meninggalkan tempat itu.


"Alhamdulillah!! akhirnya, aku besok keluar juga dari sini."Andini membuang nafas lega, Seraya turun dari branker.


"Hati-hati!"Dimas langsung mendekat dan meraih tangan Andini.


Pria itu membantu sang istri turun dengan hati-hati.


"Ya, ampun Mas. Aku bisa turun sendiri kok, Lagian aku ini nggak kenapa-kenapa nggak usah oper protektif banget deh."protes Andini.


"Mas hanya ingin menjaga kamu dan anak kita,"balas Dimas dengan santai.


"Tak gini juga Loh, Mas."


"Sudah, masih untung kamu punya suami yang perhatian, Coba kalau kamu punya suami yang cuek dan lebih mementingkan hal lain dibanding istrinya gimana? hari ini Mas rela loh ninggalin tugas Mas di kantor, dan juga tugas Mas selaku dosen di kampus, demi merawat dan menemani istriku tercinta.


Mas sangat perhatian dan sangat sayang sama kamu, tapi kamu masih protes aja."cerocos Dimas dengan wajah kesal yang membuat Andini seketika menatap ke arah suaminya dengan sorot mata sayu.


"Mas, kamu marah sama aku? tanyanya dengan nada Sendu.


"Tidak, sayang! Siapa yang marah? memangnya mas bilang, Kalau Mas ini marah sama kamu?"tanya Dimas dengan dahi mengerut.


Andini menggeleng sebagai jawaban.


"Terus, Kenapa kamu bisa nanya kayak gitu?


"Mas, kan ngomongnya panjang banget. jadi, aku pikir Mas marah. Karena kan biasanya kamu ngomong singkat. Terus, mukanya juga kayak orang lagi marah "tutur Andini dengan wajah sendu.


"Kamu salah! Malah, kalau aku lagi marah tidak akan banyak bicara. Karena obatnya marah itu adalah diam."


"Tapi, mukanya kayak orang marah gitu. bibirnya manyun, giginya agak geser dikit."


"Ngaco kamu! emangnya gigi bisa geser apa? terus, aku harus gimana biar nggak kelihatan marah?"


"Senyum dong!"Andini mengembangkan senyuman pada wajah cantiknya.


"Hmmm gini?"Dimas menarik lebar kedua sudut bibirnya sampai memperlihatkan deretan giginya yang rapi.


"Mas,ikh! kayak kuda nil!"Andini membekap mulut suaminya dan tertawa renyah.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN

__ADS_1


__ADS_2