Terjerat Cinta Dosen Killer

Terjerat Cinta Dosen Killer
BAB 87. PERJANJIAN PRANIKAH


__ADS_3

"Kenapa kamu terus menangis?" tanya Dimas kepada Erin dengan suara yang masih terdengar Ketus.


Mereka sedang berkumpul di ruang keluarga, Tuan Anggara Tak banyak bicara, pria berusia senja itu lebih memilih diam demi kesehatannya.


Erin tidak menjawab pertanyaan kakaknya, wanita itu masih menangis di dalam pelukan Andini.


"Air matamu tidak akan memberikan apa yang telah dia ambil darimu!" ucap Dimas dengan penuh, mata pria itu menyuruh tajam ke arah adiknya.


Erin hanya terdiam dengan wajah menunduk. Tak lama kemudian, suara ketukan pintu terdengar jelas di telinga mereka. ketukan pintu itu mengalihkan pandangan semuanya.


"Biar aku yang buka!" ucapkan dini sambil bangkit dan berjalan ke arah pintu. wanita itu membuka pintu dan mempersalahkan Ricky dan juga Bima untuk masuk ke dalam rumah.


"Bim, kamu serius?" tanya Ricky sedikit berbisik.


"Kamu tenang saja." balas Bima dengan wajah santai. Andini tidak menyangka pria sebaik Bima ternyata pembohong dan juga mampu melakukan hal bejat seperti ini.


Bisa-bisanya pemuda itu bersikap sangat santai, sementara Ricky yang hanya mengantarkannya ikut gemetar, tidak sampai ngompol ketika langkah kaki mereka tiba di ruang keluarga.


Di mana Dimas dan Tuan Anggara menyambut keduanya dengan tatapan horor.

__ADS_1


"Bagaimana?" tanya Dimas tanpa basa basi.


"Pak, Maaf orang tua saya tidak bisa datang sekarang, karena mereka sedang berada di luar." ucap Bima yang langsung mendapat tatapan maut dari Dimas dan Anggara.


"Kapan mereka akan kembali dan bisa menemui?" tanya Dimas kembali.


"Mungkin sekitar 3 bulan lagi. mereka sedang ada pekerjaan di luar kota."jawab Bima dengan nada bicara serius."


Ricky menatap ke arah pemuda itu dengan wajah heran. bisa-bisanya Bima selancar itu berdusta.


"lama sekali, tidak bisakah mereka pulang lebih cepat, sebelum putranya ini mendekam di penjara?" sergah Dimas yang membuat lutut Ricky kembali bergetar, namun Bima masih terlihat santai.


"Maaf sekali, tidak bisa Pak. Tapi bapak tenang saja, karena orang tua saya sudah merestui dan saya akan tetap menikahi Erin."tutur Bima yang membuat Erin membuang nafas lega dan menoleh ke arahnya dengan mata berbinar.


"Sudah Pak, Ricky saksinya." Bi mama mencubit punggung Ricky agar pemuda itu berbicara.


"Be...Betul, Pak,"jawab Ricky gugup.


"Jawaban kamu kurang pasti." sangkal Dimas.

__ADS_1


Sekali lagi, Bima mencuit punggung reggae lebih keras sampai membuat pemuda itu hampir meringis kesakitan.


"Betul, Pak. orang tua Bima sudah memberi Restu." jawab Ricky kembali dengan pasti.


"Baiklah, kalian menikah besok." tapi, ingat! setelah menikah dengan Erin, kamu tidak boleh mendekati siapapun, termasuk istri saya!" ancam Dimas yang terdengar menyeramkan.


Setelah melakukan persetujuan dari kedua belah pihak, akhirnya pernikahan itu akan diselenggarakan tepat pada hari ini.


Bahkan Dimas membuat surat perjanjian pranikah yang ditandatangani oleh Bima dan dirinya.


Di surat itu, Dimas membuat perjanjian bahwa setelah menikah dengan Erin, Bima tidak boleh mendekati wanita lain, terutama Andini. Bima harus bertanggung jawab dan memberi nafkah lahir batin kepada Erin. Bima juga tidak boleh menyakiti hati dan fisik Erin memperlakukan Eren layaknya seorang istri tersayang. sebagaimana dirinya memperlakukan Andini bagi seorang ratu.


Jika perjanjian itu dilanggar, maka konsekuensinya Bima harus menerima hukuman seberat mungkin, bahkan bisa saja mendekam di dalam penjara.


Bima tidak bisa mengelak, ancaman dinas membuatnya terpaksa harus membubuhkan tanda tangan pada sebuah kertas yang berisi perjanjian pranikah tersebut yang dilengkapi dengan materai.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2