Terjerat Cinta Dosen Killer

Terjerat Cinta Dosen Killer
BAB 297. BERAKHIR BAHAGIA_ TAMAT


__ADS_3

Setelah melakukan perjalanan kurang lebih satu jam, akhirnya iring-iringan mobil Dimas dan Andini beserta sahabat dan keluarga besarnya sudah tiba di panti asuhan.


Tampak, mereka disambut oleh pak Usman dan ibu Arumi, selaku penjaga pantai yang ditugaskan oleh Dimas di sana. Anak-anak juga berbondong-bondong keluar menyambut kedatangan Dimas dan keluarga besarnya.


Setelah rombongan Dimas dan Andini sudah memasuki area panti, semua anak-anak panti itu memberi salam satu persatu tanpa ada yang tertinggal. Dania yang selama ini hanya memiliki teman laki-laki yaitu kakaknya dasar dan Danes, membuat dirinya merasa sangat bahagia memiliki teman baru.


Begitu juga dengan kedua anak Herlan dan Rian mereka langsung begitu dekat dengan anak-anak panti yang kurang beruntung.


"Masya Allah, hamba beruntung ya Allah ternyata anak hamba begitu bahagia berteman dengan anak-anak yang ada di sini."gumam Andini di dalam hati sembari memperhatikan Putri kecilnya bermain begitu akrab dengan anak-anak yang tinggal di pantai.


Mereka diperbolehkan Andini bermain sebelum acara ulang tahun dimulai. karena kebetulan masih ada waktu sekitar 30 menit lagi sebelum acara.


Di sela-sela permainan anak-anak, Rian dan Nisa sedang meniup balon untuk digunakan di acara ulang tahun Danes, Dasa dan Dania.

__ADS_1


Duarrr


Bunyi suara ledakan balon yang di tangan Rian. Ibu dua anak itu tidak sengaja, menghembus balon itu terlalu besar sehingga balon itu pecah.


"Huhaaaa.... balon Dania pecah..... Hua Kenapa balon Dania pecah?"mendengar tangisan keponakannya, Rian merasa sedih ia langsung meraih tubuh Dania kependudukannya. "Maafin Onty ya sayang, nanti balonnya kita ganti lagi."ucap Rian sambil memeluk sang keponakan.


****


Acara ulang tahun akan segera dimulai, nampak di sana sudah ada tiga kue berbentuk angka 5, ada nasi tumpeng dengan potongan ayam dan telur serta pelengkap lainnya yang mengelilingi nasi tumpeng itu. Dan di sana juga sudah duduk ketiga buah hati Dimas yaitu Danis Dasa dan juga Dania.


Kemudian masuk ke acara inti, Iya itu menyanyikan lagu ulang tahun, tiup lilin dan potong kue. Nampak Danis, Dasa dan Dania dibantu oleh Andini memotong kue ulang tahun. Setelah kue itu dipotong, kemudian kue itu diletakkan pada sebuah piring kecil. Aulia lalu menyuruh ketiga Danis yang lebih dulu memberikan suapan kepada kedua orang tuanya, lalu disusul dengan kedua adik gambarnya dasar dan Dania.


Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Pak Usman, pria paruh baya yang ditugaskan oleh Dimas untuk mengurus panti asuhan.

__ADS_1


Selanjutnya acara pemberian santunan yang diberikan oleh Danis, Dasa, Dania dan kedua orang tuanya pada anak-anak panti. Rian lalu menyuruh anak-anak panti untuk berbaris yang rapi, kemudian satu persatu maju ke depan untuk mengambil souvenir yang di dalamnya juga sudah diisi amplop.


Setelah acara ditutup, semua orang dipersilakan untuk menikmati memenuhi hidangan prasmanan yang sudah dipesan di restoran yang dikelola oleh Bima dan Erin. sedangkan minuman dipercayakan kepada Cafe milik Robert dan Mariska. mereka berkerumunan untuk menyantap menu makanan yang dihidangkan di sana.


Di ruang tengah, Nyonya Laras, Mariska, Nisa dan juga Rian membereskan barang-barang bekas acara ulang tahun.


Setelah semuanya bersih, tampak semua anggota keluarga beserta sahabat-sahabat Andini dan Dimas berkumpul di taman panti. Begitu juga dengan anak-anak mereka. mereka mengabadikan momen kebersamaan mereka di sana. Tampak raut wajah bahagia di wajah mereka yang sedang berfoto bersama di sana.


Kini kehidupan rumah tangga Dimas dan Andini benar-benar sangat bahagia. Begitu juga dengan pasangan Rian dan Herlan selaku kakak ipar dari Dimas, yang dulunya Rian sahabat dekat Andini.


Kini kehidupan sahabat-sahabat Andini juga saat ini sudah bahagia dengan keluarga masing-masing. Persahabatan mereka juga masih cukup dekat, terbukti saat ulang tahun ketiga buah hati Andini dan Dimas sahabat-sahabat mereka hadir semua.


Tuan Anggara yang usianya senja saat ini, dia juga sangat bahagia dengan kehadiran cucu-cucunya. Begitu juga dengan Tuan Miko Pratama dan nyonya Laras di usia mereka yang hampir menginjak 60 tahun, mereka sudah dikaruniai cucu lima orang ditambah dengan cucu angkatnya yang dilahirkan oleh Alena satu orang. Membuat kehidupan mereka merasa beruntung dan tidak kesepian lagi.

__ADS_1


Tamat..


Trimakasih untuk dukungan kalian para readers selama ini. Hingga outhor dapat menyelesaikan karya ini hingga Tamat.


__ADS_2