
Jam kerja Telah usai, beberapa karyawan membawa tas dan berjalan keluar.
Andini bergegas mengambil tasnya dan bersiap untuk pulang.
"Din, aku duluan ya!"pamit Rian lalu berjalan dengan cepat meninggalkan Andini yang bahkan belum sempat membalas ucapannya.
Setelah itu muncul pasangan somplak yang juga berjalan keluar.
"Din...."
"Sudah tahu, kalian pada mau pulang duluan kan?"Andini memotong ucapan Mariska.
"Hehehe....,kamu tahu aja. Kepala aku pusing, seharian mikir."cerocos Mariska Seraya memijat pelipisnya.
"Robert, kayaknya istri kamu hamil deh."Andini menunjuk ke arah Mariska dengan ekor matanya.
"Masa, iya. Ditusuk aja pun belum." seru Robert yang langsung mendapat tatapan horor dari sang istri.
"Astaga! kamu ada-ada aja Robert, kamu biarkan istri tetap perawan. Keperkasaan kamu perlu diragukan ini."Andini terkekeh ingat dirinya dulu yang sangat menghindari bersentuhan dengan suaminya.
"Wah enak aja. Ayo pulang, kita buktikan keperkasaanku! Robert menarik tangan Mariska untuk keluar dari kantor.
"Kamu apaan sih? Mariska melepaskan tangannya dari genggaman Robert.
Sementara itu, Andini menunggu Herlan di lobby. Matanya memperhatikan setiap karyawan yang keluar dari gedung tersebut.
Sang kakak yang kantornya tepat di samping perusahaan suaminya, belum muncul juga.
"Kak Herlan mana sih? Kok dari tadi belum keluar-keluar." gumamnya dalam hati sambil melirik jarum jam yang ada di pergelangan tangannya.
Sementara itu, dua orang yang sedang mengendarai motor, terpaksa berhenti karena roda dua yang dikendarai mereka tiba-tiba mogok.
"Kamu kok berhenti sih?" tanya Mariska ketika motor itu tak lagi melaju.
"Aduh, kayaknya motor aku ngambek nih Mariska. Dia cemburu kali aku boncengin terus sama kamu,"balas Robert Seraya berusaha menyalakan kembali motornya.
"Ya udah, kita dorong aja sampai bengkel "Mariska akan turun dari motor tetapi tangan Robert menahannya.
"Nggak usah Mariska, biar aku aja. Kamu duduk aja di sini."Robert turun dari motor dengan tangan yang masih memegang stang roda dua itu.
"Maksudnya kamu mau dorong sendiri gitu?
__ADS_1
"Iya, kamu duduk aja di sini ntar kaki kamu sakit kalau pakai jalan."
"So sweet banget sih kamu, tapi aku nggak bisa biarin kamu dorong motor sendirian."Mariska akan turun tetapi lagi-lagi Robert menahannya.
"Sudah diam aja. Entar kalau aku capek baru kamu turun."Robert mulai mendorong motor itu dengan Mariska yang masih duduk di atas motor.
Hati wanita itu tersentuh, ternyata di balik sosoknya yang kocak dan absurd Robert memiliki kepribadian yang lembut dan melindungi.
"Mariska, doain ya. Supaya aku bisa beli mobil biar kamu nggak kepanasan lagi."ucap Robert sambel terus mendorong motornya.
"Amin, ya robbalalamin aku turun aja ya! daripada kamu pingsan nanti."Mariska memaksa turun dan mereka mendorong motor itu sama-sama, sampai tiba di bengkel.
****
Andini tiba di rumah dengan pintu yang masih tertutup rapat, suaminya belum pulang.
Padahal waktu sudah sangat sore dan jam kampus tentunya sudah lama selesai.
Dia tidak mengetahui kalau suaminya ke Kantor, setelah pulang dari kampus.
Sesuai dengan kesepakatan, tak ada seorangpun yang akan memberitahu posisi Dimas di kantor selama Andini mengadakan magang disana. Apakah sebelumnya, Dimas sudah mengumumkan itu kepada seluruh karyawan yang bekerja disana, untuk tidak memperlakukan Andini spesial, dan tetap di perlakukan seperti mahasiswi magang lainnya.
Bukan Dimas tidak sayang dan cinta kepada istrinya. Hanya saja, ia ingin istrinya disiplin dan bertanggung jawab selama magang berlangsung. Jika ia mengetahui perusahaan itu milik ayah mertuanya dan Dimas selaku CEO nya, Andini bisa saja menjalankan magangnya tidak maksimal.
Andini membuka kunci rumah itu tetapi suara sebuah mobil yang berhenti tepat di halaman membuat Andini tak jadi membuka pintu.
Sebuah mobil berwarna hitam langsung membuat senyum gadis itu merekah.
Ia hafal betul roda empat itu milik sang suami.
Dimas turun dari mobil dan langsung menghampiri istrinya yang menyambutnya dengan senyuman.
"Mas, baru pulang? tanya Andini seraya mencium punggung tangan suaminya.
Dimas tak langsung menjawab. Pria itu memegang dagu sang istri dan memberikan kecupan singkat pada dahi Andini.
"Maaf ya, aku tidak bisa jemput kamu. Aku ada urusan masalah Almira belum selesai juga,"jelas Dimas.
"Nggak apa-apa Mas. Aku pulang bareng Kak Herlan kok."
Andini membuka pintu rumah dan menggandeng tangan suaminya.
__ADS_1
"Bagaimana hari pertama kerjanya? tanya Dimas setelah mereka tiba di dalam rumah.
"Alhamdulillah sejauh ini masih lancar Mas." Andini tersenyum getir.
"Syukurlah, kalau ada yang genit sama kamu bilang aja ke aku."
"Yang genit sama aku itu cuman kamu, Mas."
"Masa ?biasanya tuh kalau kita masuk ke lingkungan baru, ada orang yang menatap kita berbeda.
"Itu mah pengalaman kamu Mas, udah ah. jangan terlalu posesif. Mas mau dibuatkan kopi? tawar Andini Seraya akan melangkah ke arah dapur tetapi tangan kekar Dimas langsung menahannya.
"Jangan banyak gerak dulu, Kamu pasti capek.
"Nggak capek kok Mas, orang kerjanya sambil duduk.
"Udah diam dulu di sini. Aku kangen sama kamu, seharian nggak ketemu." Dimas menatap wajah istrinya dengan lembut.
"Nggak sampai sehari Mas, Pagi kita ketemu, sekarang juga ketemu lagi." Andini memainkan jemarinya pada dada bidang Dimas.
"Tetap saja, waktu terasa bergerak lambat saat kamu jauh dariku." Dimas menyelipkan anak rambut pada telinga istrinya
"Mas sudah mulai pintar menggombal, ya." Andini terkekeh.
"Ini bukan gombal sayang, tapi realita."
"Ya udah, peluk dulu kalau kangen. Tapi aku belum mandi, pasti bau."
"Kita mandi bareng aja, kalau gitu." Dimas mengangkat tubuh istrinya dengan ringan dan menuju kamar mandi.
"Mas, turunin aku bisa jalan sendiri." protes Andini.
"Sudah, diam! kalau kamu tidak mau digendong, aku aja yang kamu gendong.
"Mas, mana mungkin aku menggendong serigala seperti Mas. Andini melingkarkan tangan pada leher suaminya
"Dasar anak kelinci!" balas Dimas dengan langkah yang masuk ke dalam kamar mandi.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK "Aku Ibu Mu, Nak"