Terjerat Cinta Dosen Killer

Terjerat Cinta Dosen Killer
BAB 163. KETIBAN DURIAN


__ADS_3

"Maaf Mas mobil aku mogok. Ini lagi nelpon orang bengkel, tapi belum datang juga." Jawab wanita itu dengan tangan yang melap keringat. Karena jalanan itu cukup panas dan membuatnya keringatan.


Ricky memperhatikan wajah cantik dengan kulit mulus dan hidung mancung Itu.


"Orang cantik mah beda, ya. Keringatnya aja lebih jernih, mungkin juga kentutnya jadi wangi."gumam Ricky di dalam hati.


"Apa kamu tukang ojek?" tanya wanita itu langsung membuyarkan lamunan Ricky.


"Emmm... bukan, aku habis dari kampus dan OTW ke cafe tempat aku kerja." jawab Ricky dengan hati-hati. Ia takut lidahnya keseleo saat berbicara dengan wanita cantik yang ada di hadapannya.


"Mau ke cafe? Aku boleh ikut nggak? di sini panas banget. Aku jadi haus bangat. Wanita itu mengusap tenggorokannya yang membuat Ricky menelan salivanya dengan kasar. Bukan ucapan wanita itu yang membuatnya tergoda. Melainkan leher jenjang dengan kulit mulus wanita di hadapannya, yang membuat ia seolah menemukan telaga.


"Hei, boleh nggak? sambil menunggu mobil aku dibenerin nunggu di cafe aja kayak lebih enak." ujar wanita itu kembali yang membuat Ricky cukup gelagapan.


"Beneran mau ikut bareng aku?" tanya Ricky dengan nada ragu.


"Kalau boleh. Tapi masa nggak boleh? wanita itu tersenyum manis yang membuat jantung Ricky seakan melompat dari sarangnya


"Iya boleh, sebentar aku ambil helm dulu." Ricky membuka bagasi motornya dan mengambil helm, lalu menyerahkannya pada wanita itu dengan tangan gemetar


Wanita itu tersenyum dan langsung memakai helm yang tadi diberikan Ricky.


"Yuk, kita berangkat aja." ucap wanita itu yang memiliki rambut lurus itu dengan bibir yang mengembangkan senyuman.


"I....Iya." sahut Ricky gagap. Lalu naik ke atas motornya.


Namun, sebelum itu, ia melihat sebentar ke arah wanita yang memakai rok sebatas lutut itu naik motor. Tidak bisa membayangkan Bagaimana paham mulus itu terbuka saat naik motor.


"Ayo jalan." ajak wanita itu kembali yang membuat Ricky buru-buru menjalankan motornya.


Namun, hal yang tak pernah terduga terjadi. Wanita itu melingkarkan tangannya pada perut Ricky yang membuat tubuh pria itu menjadi panas dingin. Bahkan hampir saja ia pingsan jika tidak menguatkan diri.


"Astagfirullah, ini beneran manusia kan? masa siang bolong begini ada Miss Kunti." gumam Ricky kembali sambil melapalkan sesuatu dengan bibir yang komat-kamit membaca doa.


Pria itu berusaha fokus membawa motor, meskipun jantungnya terguncang. Hingga motor yang ia bawa telah tiba di kafe tempatnya bekerja.


Wanita itu segera turun dan menyerahkan helm yang tadi dikenakannya pada Ricky.


"Ini tempat kamu bekerja?" tanya wanita itu yang dibalas anggukan oleh Ricky.


"Iya, yuk masuk. Nanti aku buatkan minuman spesial." ucap Ricky yang membuat wanita itu kembali mengembangkan senyuman.


Keduanya masuk secara bersamaan yang langsung disambut oleh Robert dan Mariska


"Uwu....uwu... Ricky Kamu sama siapa?" Tanya Robert saat sahabatnya itu baru tiba di dalam.

__ADS_1


"Gebetan baru." bisik Ricky sambil terkekeh.


"Silakan duduk, mau pesan apa? biar aku siapin." tanya Ricky seraya mempersilakan wanita itu duduk di sebuah kursi.


"Apa saja terserah kamu, sekalian pesannya dua ya, sama kamu juga."


"Hah! sama aku?" Ricky menunjuk dirinya sendiri.


"Iya, anggap aja sebagai rasa Terima kasih dari aku."


"Nggak usah, aku mau langsung kerja aja."


"Aku tidak suka penolakan." ucap wanita itu yang membuat Ricky menelan salivanya dengan kasar.


"Baiklah." Ricky segera berjalan ke arah dapur dan kembali dengan dua gelas.


"Ini untukmu,Nona." ucap Ricky seraya menyuguhkan satu gelas jus di hadapan wanita cantik itu.


"Terima kasih, duduklah..Aku tidak suka duduk sendirian."


Ricky menarik kursi dan duduk dengan perlahan di hadapan wanita itu.


"Oh iya, kita belum kenalan. Namaku Nisa lebih tepatnya Farah Nisa wanita itu mengulurkan tangannya ke arah Ricky.


"Namaku Ricky." sahut Ricky sambil mengembangkan senyumnya.


"Insya Allah bisa buat kamu nyaman." balas Ricky dengan penuh percaya diri yang membuat Nisa lagi-lagi tersenyum.


"Hahaha..... aku lebih suka orang santai seperti kamu, daripada orang yang terlalu formal." ucap Nisa yang membuat tingkat kepedean Ricky semakin meningkat.


"Aku tidak formal, karena aku Bukan pekerja kantoran kayak kamu.


"Sebenarnya aku tidak suka dengan pekerjaan ini. Bahkan jika bisa memilih aku mau jadi orang biasa saja." jawab Nisa


"Ya udah, kita kawin lari aja." Canda Ricky.


"Kawin lari? Nisa mengerutkan keningnya.


"Iya, kawin sambil lari gitu,Siapa yang finish duluan dia pemenangnya.


"Hahaha...., udah kayak lomba ya


Setelah ngobrol cukup lama dan bertukar tawa, serta bertukar nomor ponsel. Akhirnya Nisa meninggalkan Cafe itu karena mobil miliknya sudah selesai diperbaiki.


"Ricky, Aku pulang dulu ya. see you next time." ucap Fara Nisa sambil melambaikan tangannya ke arah Ricky

__ADS_1


"Oke, semoga nanti bisa manggil sayang, ya." Ricky menyugarkan rambutnya dengan tingkat kepedean yang hampir menyundul langit.


"Hahaha.... nice to meet you."Aku pergi dulu ya bye..." sekali lagi Nisa melambaikan tangannya dan keluar dari kafe itu dengan anggun.


Ricky memperhatikan punggung wanita yang memiliki body bak seorang model itu, dengan mata yang hampir tak berkedip.


"Istighfar woi." ucap Robert sambil menepuk bahu sahabatnya yang membuat pria itu hampir terlonjak kaget.


"Robert, ini Aku nggak mimpi kan banyak Ricky dengan Tatapan yang masih tertuju ke arah Faranisa yang sudah keluar dari Cafe dan masuk ke dalam mobilnya.


"Coba sini aku cubit, terasa nggak?"


"Buset, kejam banget kamu. Tapi ini beneran aku ketiban durian sama pohon-pohonnya." ucap Ricky dengan senyum mengembang.


"Mati dong kamu."timpal Robert.


"Dih amit-amit, aku mau nikah sama Faranisa dulu." ungkap Ricky dengan khayalan yang sudah terbang ke angkasa.


"Mimpi Kamu." Robert mengusap wajah sahabatnya dengan kasar.


"Nggak percaya! lihat aja nanti." Ricky dilawan. Buktinya aja sekarang aku udah dikasih kartu nama dia. Itu artinya aku udah dapat sinyal.


Mana coba aku lihat Robert mengadakan tangannya ke arah Ricky.


"Awas kamu kalau ngambil nomor dia." ancam Ricky


"Udah tenang aja, mana sini."


Ricky mengambil kartu nama yang diberikan oleh Nisa yang belum sempat ia baca.


Pria itu menyerahkan ke tangan Robert yang sudah dari tadi menggantung di hadapannya.


"Nih Awas kamu jangan ambil info apapun ancam mereka kembali.


"Berisik amat sih." timpal Robert yang mulai memperhatikan kartu nama tersebut.


"Apaan ini Robert?" tanya Mariska yang tiba-tiba berdiri di samping Robert dan membuat jantung pemuda itu hampir copot.


Mariska langsung merampas kartu nama itu dan memberikannya kepada Ricky. "Kamu kepo Banget sih, ini halnya si Ricky. Kamu mau manggatal lagi? ingat Robert kamu sudah punya istri dan calon anak yang ada di perutku!!! bentak Mariska. Membuat nyali Robert menciut.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN " DI BULLY KARNA OBESITAS"


BAGI SIAPA YANG AKAN MAMPIR KE KARYA BARU EMAK, AKAN ADA GIVEAWAY TGL 6 JULI BAGI BAGI PULSA BAGI PENDUKUNG EMAK YANG PALING AKTIF


__ADS_2