Terjerat Cinta Dosen Killer

Terjerat Cinta Dosen Killer
BAB 44. MAKAN MASAKAN ISTERI SENDIRI


__ADS_3

"Astaga..!"Andini berteriak setelah membuka mata dan langsung melihat seorang pria yang tidur sambil mendekap tubuhnya.


"Kamu kenapa sih teriak-teriak?"gumam Dimas dengan mata yang masih terpejam, tetapi tangannya semakin mempererat pelukan pada tubuh ramping sang istri.


"Bapak ngapain di sini?"Andini mengangkat tangan kekar Dimas dari atas perutnya.


"Memangnya kenapa?"Dimas berbicara dengan mata yang masih terpejam.


"Pak bangun!"Andini membuka kedua kelopak mata suaminya sampai membuat Dimas benar-benar membuka matanya.


"Kenapa sih? pagi-pagi sudah berisik?"Dimas mengucap matanya berusaha mengembalikan seluruh kesadarannya.


"Kenapa kenapa? bapak pasti menjebak saya kan semalam! manis banget bilangnya, kamu aja tidur di ranjang biar saya tidur di sofa, nyatanya Bapak malah ikut-ikutan tidur di sini!"sergah Andini dengan kesal.


Memang benar semalam Dimas menyuruhnya tidur di kasur, sementara Dimas tidur di sofa setelah kembali dari bioskop menonton film horor


"Saya nggak bisa tidur di sofa. Pegal kaki saya nggak muat


"Alasan saja!"Andini memicingkan matanya.


"Lagian Kenapa sih? cuman tidur doang orang nggak ngapa-ngapain."


"Tapi bapak peluk-peluk saya!"


"Ya ampun cuman gitu doang. Bahkan saya punya hak untuk lebih dari itu loh."Dimas menatap Andini dengan wajah dinginnya.


"Iya iya. Paham, tapi nggak gini juga dong. Ini sama aja namanya mencuri." Andini menyingkap selimut yang menutup sebagian tubuhnya dan turun dari ranjang dengan kesal.


Andini langsung masuk ke dalam kamar mandi tanpa memberikan kesempatan untuk suaminya kembali berbicara


BUGH


Dimas memukul bantal, melampiaskan kekesalannya.


"loh kok kancing bajuku kebuka dua?"gumam Andini saat akan membuka pakaiannya.


Wanita itu buru-buru mendekat ke arah cermin dan melihat pantulan dirinya dari cermin itu.


"Alhamdulillah masih aman."gumamnya kembali setelah memeriksa leher dan bagian dadanya aman dari jejak gigitan serigala.


"Tapi kok bisa kebuka gini, ya?"Andini menggaruk kepalanya yang tak gatal. Tidak biasanya Ia tidur sampai kancing baju terbuka seperti itu.


Tok ...


Tok ...


Tok ...


"Jangan lama-lama mandinya atau saya dobrak pintu ini,"suara berat itu membuat Andini langsung menoleh ke arah pintu.


Untung dia sudah menguncinya dari dalam.

__ADS_1


"Saya punya kunci serap, lewat dari 10 menit saya terobos pintu ini!" ancam Dimas membuat Andini langsung membulatkan matanya.


"Iya, iya sabar. Orang sabar pantatnya lebar!"teriak Andini sambil terkekeh.


Kali ini Andini mempercepat ritual mandinya, Ia langsung memakai kimono dan keluar dari kamar mandi, sebelum Dimas benar-benar membuka pintu itu dari luar.


"Kamu belajar masak ya, Nanti sebelum berangkat kuliah sarapan dulu,"titah Dimas seraya masuk ke dalam kamar mandi dan langsung menutup pintu itu dengan rapat.


Padahal Andini sudah membuka mulutnya akan mengeluarkan kata-kata mutiara.


"Ih nggak jadi dosen, nggak jadi suami tetap saja ngeselin."gerutu Andini sambil mengeringkan rambutnya.


Andini memang ganti pakaian sebelum suaminya keluar dari kamar mandi.


Setelah itu, Andini pergi ke dapur untuk menunaikan perintah suaminya.


Gadis itu langsung menanak nasi, sama seperti yang dilakukan oleh Nyonya Laras selama berada di rumah mereka.


Setelah itu Andini memeriksa persediaan bahan makanan yang akan dimasak. Ternyata tinggal ada telur, dan rempah-rempah yang dapat digunakan untuk memasak telur itu agar terasa enak dan lezat.


Andini meraih beberapa butir telur, lalu ia pecahkan di dalam kobokan, cangkangnya ia buang ke tong sampah. lalu ia mengiris bawang merah, bawang putih, dan potongan cabe rawit. Tak lupa Ia juga memberikan daun seledri dan daun bawang yang sudah diiris. kemudian Ia menabur sedikit garam dan sedikit penyedap rasa.


Sembari menunggu nasi yang ia masak di dalam rice cooker. Dia pun meraih wajan yang tergantung di dapur. Berniat untuk mendadar telur yang sudah ia persiapkan sebelumnya.


lalu ia pun mendadar telur itu dan dari wanginya terasa enak. Ia pun menghidangkan telur itu di atas meja makan. Saat ini tinggal menunggu nasi yang ada di dalam rice cooker matang.


Sementara di dalam kamar, Dimas sudah terlihat berpenampilan rapi dengan menggunakan pakaian formalnya berniat untuk menghampiri istrinya yang ada di dapur. Ia menatap istrinya dengan teladan menata makanan apa adanya yang bisa dimasak Andini dengan waktu yang singkat.


Andini memperhatikan rice cooker ternyata nasi yang sudah ya masak baru tadi sudah masak. Andini menyendok nasi beberapa centong ke dalam dua piring lalu menghidangkannya di atas meja makan.


Ia memahami kalau saat ini waktunya udah mepet karena mereka akan segera berangkat ke kampus. Sehingga ia tidak masalah baginya makan nasi putih dengan lauk dadar telur, pasti cukup enak jika yang masak istri sendiri.


Andini menyodorkan sepiring nasi dan ia juga memberikan potongan telur dadar itu kepada sang suami. Tak lupa dilengkapi dengan segelas air putih.


Andini duduk di hadapan Dimas. lalu mereka pun menyantap sarapan pagi masakan sederhana sang istri. Tampak Dimas makan dengan lahap walaupun masakannya sederhana tanpa sayur hanya dengan lauk dadar telur.


"Alhamdulillah sarapan pagi ini begitu lezat aku menyukainya."ucap Dimas memuji masakan sang istri.


"Cie illeh, nggak usah sok muji seperti itu Pak, bilang aja masakanmu hanya begini doang yang bisa kau masak Andini, Apa kamu tidak bisa memasak sayur atau macamnya gitu."lebih baik langsung jujur daripada berbohong. ucap Andini dibalas dengan ketawa dari Dimas.


"Terserah kamu mau ngomong apa yang pasti Pagi ini aku sangat kenyang sarapan pagi bersama dengan istriku. Masakan istriku, siapa yang tidak bahagia dimasakin istrinya sendiri." ucapnya membuat Andini merona.


Dimas tawa ngakak melihat wajah istrinya yang sudah merona. Dimas tertawa sambil mengacak rambut istrinya.


Andini terdiam sejenak ini adalah tawa Dimas yang pertama untuknya.


"Ini Bapak beneran ketawa?


"Kenapa? Dimas mengangkat alisnya sebelah.


"Saya pikir manusia titisan kutub utara tidak bisa tertawa."

__ADS_1


"Apa kamu bilang?"


"Dasar kamu anak kelinci!


"Bapak tuh anak serigala!"balasnya dengan kesel.


"Serigala Kok bisa menikah sama anak Kelinci?"Dimas tersenyum tipis


"Serigalanya yang aneh, seharusnya serigala itu menikah sama serigala lagi atau singa laut sekalian.


"Eh Bibir kamu manis banget!"Dimas menatap intens ke arah istrinya.


"Manis? Memangnya Bapak pernah nyoba?"


"Pernah semalam,"jawab Dimas dan segera meninggalkan istrinya dengan cepat.


"Pak Dimas! Jadi semalam Bapak beneran berulah?"Andini mengejar suaminya yang meninggalkannya di ruang makan.


"Pak tunggu! teriak Andini dengan langkah yang semakin cepat.


"Kenapa sih manggil terus, kangen ya?"Dimas berjalan ke arah sofa.


"Kangen kangen! Bapak harus diberi pelajaran karena sudah berani mencuri sesuatu dari saya."Andini akan melabuhkan pukulan ke arah tubuh suaminya, tetapi pria itu segera duduk di atas sofa dan menarik tangannya sampai membuat Andini ikut terjatuh tepat di atas pangkuannya.


Dimas mengangkat tubuh ramping sang istri dan mendudukkan Andini di atas pahanya.


Tangan pria itu bergerak ke arah perut dan naik ke arah dada sang istri.


Dengan gerakan cepat Dimas meremas kedua gunung milik istrinya.


"Pak jangan nakal!"Andini memegang tangan Dimas dan melepaskan tangan kekar itu dari barang berharga miliknya.


Andini segera bangkit dan menatap suaminya dengan kesal


"Kenapa sih? saya kan cuman memegangnya sedikit tidak memakannya."Dimas memasang wajah kecewa.


"Saya nggak suka!"Andini segera berlari ke kamarnya.


lagi-lagi Dimas mengepalkan tangan dan memukul sofa.


Kenapa Andini sangat sulit sekali ditaklukan, Apa ia yang terlalu tergesa-gesa?


"lalu sampai kapan Dimas harus terus menunggu, sementara ia sebagai laki-laki pastilah memiliki keinginan.


"Kamu mau ke mana?"tanya Dimas ketika melihat Andini berjalan dengan cepat sambil membawa tas.


"Ke kampus jawab Gadis itu cepat tanpa menoleh ke arah suaminya."


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2