Terjerat Cinta Dosen Killer

Terjerat Cinta Dosen Killer
BAB 93. PERNIKAHAN DADAKAN


__ADS_3

"Kamu kenapa sayang? tanya Dimas ketika menyadari istrinya hanya menunduk sedari tadi. Padahal biasanya Andini yang paling banyak berbicara.


"Aku nggak apa-apa Mas. Aku cuman sedikit ngantuk aja."Andini menatap ke arah suaminya dengan mata sayu.


"Ya sudah, kalau ngantuk kamu tidur aja dulu sana!"ujar nyonya Laras.


"Mas, kita ke kamar dulu yuk! ajak Andini sambil menarik tangan suaminya.


"Loh, kok ke kamar? kita kan ke sini mau bantu beres-beres,"sangkal Dimas dengan mata yang tertuju ke arah istrinya yang sudah berwajah masam.


"Sudah nggak apa-apa Nak Dimas. pengantin baru emang biasanya lebih nyaman di kamar," timpal Nyonya Laras kembali.


Andini tak lagi membalas ucapan orang tuanya, wanita itu berjalan terlebih dahulu menuju kamarnya.


Sementara Dimas mengikuti langkah sang istri, meninggalkan ruang tamu dengan rasa tak enak hati.


****


"Andini....,kamu lagi ngapain di kamar mandi? kok lama banget,"ucap Dimas setelah beberapa saat istrinya belum keluar dari kamar mandi.


"Andini....sayang! panggil Dimas ketika ucapannya tak bersahut.


"Iya Mas. sebentar."


Tak lama kemudian pintu kamar mandi itu terbuka.


"Harus dipanggil sayang saja, baru muncul,"protes Dimas saat istrinya keluar dari kamar mandi.


"Biarin, kan biar romantis."wanita itu menunjukkan senyum terbaiknya di hadapan sang suami.


"Kamu lagi ngapain sih di kamar mandi? kok bawa gelas segala? tanya Dimas dengan Tatapan yang tertuju karena tangan sang istri yang menggenggam gelas kosong.


"Emmm... aku tadi habis sikat gigi dan berkumur pakai air minum."


"Kok gitu? Memangnya kenapa kalau pakai air di kamar mandi?"Dimas semakin menatap heran sang istri.

__ADS_1


"Aku agak mual kalau kumur-kumur pakai air kamar mandi."


"Hah,mual? jangan-jangan kamu... Ah masa baru sekali doang langsung jadi."


"Apanya yang jadi Mas? tanya Andini dengan dahi mengerut.


"Ini!"Dimas mengusap perut istri yang masih rata.


"Mas, apaan sih? sudah Ah mending sekarang kita tidur."Andini berjalan ke arah kasur.


Namun, baru saja kakinya berjalan beberapa langkah Dimas langsung mengangkat tubuhnya dengan ringan.


"Hahaha.... tawa keduanya memecah memenuhi kamar yang berukuran besar itu.


****


Hari berganti Hari, minggu berganti minggu. kini hubungan Robert dengan Mariska semakin dekat, Setelah acara resepsi pernikahan Andini dengan Dimas, Robert menyetujui menikah dengan Mariska. Setelah perjanjian yang dilakukan oleh Mariska dengan Rian.


Darrel, Ricky dan teman mereka yang lain menjadi saksi pada saat itu. Mereka pun sepakat untuk menikah, entah karena faktor Mariska terlalu sakit hati dan kalah taruhan dengan Rian, saat menyaksikan pernikahan Dimas dengan Andini. Pria yang menjadi incarannya selama ini.


Setelah melakukan kesepakatan untuk menikah, mereka mulai meninggalkan cafe di mana tempat mereka bertemu.


"Robert aku takut. Ini kok suasana seram banget."Mariska menggerakkan kedua bahunya, bulu kuduk wanita itu seolah berdiri semua.


"Takut apaan? ini tuh memicu andrenalin. Aku sama Ricky sering buat konten malam-malam kayak gini," timpal Robert dengan percaya diri. Sambil mendorong motor Mariska yang tadinya bannya bocor.


Keduanya terus melangkah dalam gelapnya malam, hanya disinari sorot lampu dari motor Ricky yang melaju dengan perlahan di belakang mereka.


"Gila kamu! apa faedahnya apa Coba, bikin konten begituan?


"Kamu aja nggak tahu dunia per kontenan."semua orang berlomba-lomba mencari yang unik, agar konten Mereka banyak yang nonton dan subscribe. Dari sana banyak orang-orang youtuber yang mendapatkan penghasilan.


"Termasuk juga aku, yang memanfaatkan akun youtube untuk mencari uang tambahan. Ya, lumayan lah, penghasilan membuat konten setiap bulannya tidak membuatku harus mengemis kepada kedua orang tua untuk minta tambahan uang jajan,"


"Dan sepertinya juga penghasilan membuat konten, bisa untuk menghidupi kamu kelak nanti kalau kita sudah menikah."ucap Robert sambil mengembangkan senyumnya menatap wanita yang tiba-tiba saja menyepakati menikah dengannya.

__ADS_1


Yang entah apa yang mendorong Mariska langsung meminta Robert untuk menikahinya tanpa menjalani proses pacaran terlebih dahulu.


"Nggak usah lebay deh!"Mariska memukul lengan pemuda itu dengan pelan..


"Uhui.... calon manten so sweet banget. berjalan dalam gelap menyusuri jalanan selangkah demi selangkah....


"Heh! sialan kamu! aku nungguin kata-kata yang indah, kenapa malah jadi begitu?"sergah Mariska Seraya menoleh ke arah sahabatnya.


"Sudah ah jangan sewot. Nikmati aja masa-masa berdua, sebelum Kalian bertiga."


"Bertiga sama siapa? tanya Mariska dengan segera.


"Sama anak"balas Robert sambil terkekeh yang membuat wanita itu langsung menoleh ke arahnya dengan tatapan tajam.


"Heh, dengar ya! kita menikah ini bukan karena cinta. Jadi Setelah nikah nanti kamu nggak boleh macam-macam sama aku.


"Terus Kenapa kamu menikah denganku? Kalau kamu tidak memiliki rasa cinta kepadaku, tak perlu membohongi dirimu sendiri. Aku akan terima kamu apa adanya."ucap Robert percaya diri.


Tiiiiiit!!!


Suara klakson motor Ricky menghentikan perdebatan keduanya.


"Apaan sih kamu Ricky! berisik kamu ganggu aja,"kesal Mariska seraya menutup telinganya.


"Itu ada bengkel di depan! jangan sampai kelewat. Rempong banget kalian mau nikah aja harus ada syaratnya segala. Kalau mau nikah ya nikah aja. Habis itu kalian bebas mau raba, diputar, atau dijilat...."ucap Ricky.


"Ricky stop! kamu apaan sih!"Rian menepuk bahu sahabatnya.


"Apa? kamu mau aku putar, jilat, atau...


"Dih, kelamaan jomblo nih si kampret jadi begini."Rian mengacak rambut Ricky dengan kasar.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK.


__ADS_2