Terjerat Cinta Dosen Killer

Terjerat Cinta Dosen Killer
BAB 61. BERTEMU ALENA


__ADS_3

Tuan Anggara yang semula sudah melihat kegiatan anaknya, sengaja terdiam dan masih pura-pura tidur, tetapi tenggorokannya tidak dapat diajak kompromi. Tenggorokannya terasa gatal membuat ia tak dapat menahan batuknya.


"Papa sudah bangun?"Dimas segera mendekat ke arah sang ayah, begitupun dengan Andini yang mengikutinya dengan perlahan.


"Sudah. Mana menantu papa?"tanya Tuan Anggara dengan suara yang terdengar lemah.


Andini mendekat ke arah mertuanya dan berdiri di samping Dimas


"Papa cepat sembuh ya!"Andini mengusap tangan keriput sang mertua.


"Terima kasih. Papa sudah tua, sudah banyak keluhan, tapi papa cuman minta satu. Maukah kalian mewujudkannya? tanya Tuan Anggara dengan senyum yang mengembang pada wajah keriputnya.


"Papa mau apa? jangankan satu, 10 pun akan Mas Dimas laksanakan."Andini tersenyum Seraya menepuk bahu suaminya.


"Terima kasih, kalau begitu Papa minta sepuluh cucu dari kalian."wajah tua lelaki yang sedang berbaring di atas kanker itu terlihat berbinar.


Sementara Andini dan Dimas saling melempar pandangan dengan wajah kaget.


Andini membekap mulutnya sendiri agar tidak berteriak.


"Kenapa banyak sekali Pa?"satu saja belum tentu,"Celetuk Dimas


"Belum tentu? maksudnya gimana? jangan bilang kalian menunda kehamilan. ingat Dimas! usia Papa sudah tidak mudah lagi, entah kapan Papa akan baru pulang, tapi sebelum itu Papa ingin memang cucu walau sekali saja."ucap Tuan Anggara dengan wajah sendu.


Andini merasa tersentuh ketika mendengar ucapan mertuanya.


"Iya, Pa. doakan saja semoga kami segera diberikan keturunan."Dimas mengusap tangan Papanya dengan suara lesu.


Sementara Andini meremas jemarinya sendiri, Andini merasa bersalah ketika mendengar permintaan Sang ayah mertua.


"Papa selalu menduakan. Kalian juga jangan lupa untuk selalu berusaha."Dimas dan Andini kembali saling melempar pandang.


Andini menunjukkan kepala, iya tak sanggup menatap wajah suaminya lama-lama.


"Iya, Pa. kami akan kembali berusaha setelah pulang dari sini."Andini mencubit pinggang Dimas ketika suaminya mengatakan itu.


"Bagus, Papa mau istirahat lagi."Tuan anggar membuang nafas lega dan kembali memejamkan mata.


"Selamat istirahat Pa."setelah itu Dimas menarik tangan Andini menuju sofa.


Sepasang suami istri itu duduk bersama dengan bibir yang masih mengatup rapat.


"Pokoknya, setelah pulang dari sini kita harus langsung membuatnya."


"Yey, itu mah enak Dimas nggak enak di Aku."


"Kata siapa? makanya nyoba dulu, Nanti kamu malah keenakan dan minta lagi."


"Mas, nggak boleh mesum!"Andini menepuk paha suaminya.


"Tidur sini!"Dimas merangkul bahu dan menidurkan kepala wanita itu dengan perlahan di atas pahanya.


Andini meluruskan kakinya di atas sofa yang berukuran cukup panjang dan menengadahkan kepalanya, menatap wajah tampan suaminya dari bawah.


"Kenapa? Aku tampan ya?"tanya Dimas ketika Andini memperhatikannya dengan bibir yang tersenyum tipis.

__ADS_1


"Kalau cantik, berarti perempuan dong."


"Salah! kalau cantik itu, kamu."


Seketika wajah Andini berubah menjadi merona.


Andini menutup wajahnya dengan sepuluh jari, menyembunyikan rona merah pada kedua belah pipinya.


"Kenapa ditutupi?"Dimas membuka jemari istrinya dan menundukkan kepala.


Jantung Andini semakin terpacu lebih tinggi saat ke sepuluh jarinya itu terbuka dan wajah di Master lihat begitu dekat.


Dimas semakin mendekatkan wajahnya dan menempelkan ujung hidung mereka.


Andini terdiam, menikmati alunan detak jantung yang semakin bertalu-talu, beriringan dengan desiran darah yang membuat tubuhnya semakin menegang.


Dimas mengecup sekilas bibir ranum itu, iya takut khilaf jika memperdalam ciumannya.


Bahaya jika dirinya on di rumah sakit.


Dimas kembali mengangkat kepalanya dan menjauhkan wajah dari sang istri yang masih memejamkan mata.


"Sudah. Aku tidak mau khilaf di sini."Dimas mengusap bibir Andi dengan ibu jarinya.


Andini menyentuh dadanya, meyakinkan bahwa jantungnya masih berdetak dengan normal.


"Sekarang, tidurlah. Di sini tidak ada bantal, tapi Pak saya juga tidak terlalu keras untuk menjadi bantal."


"Memangnya Mas nggak pegal kalau saya tidur di sini?"ucap Andini dengan suara manjanya. Membuat Dimas semakin gemas melihat sang istri, melihat tingkah manja Andini Dimas semakin sayang dan cinta kepadanya.


"Terima kasih."Andini tersenyum dan mulai memejamkan matanya.


Dimas mengusap kepala istrinya dengan lembut, sepasang kelopak mata itu terpejam sempurna.


Belaian lembut tangan kekar itu membuat Andini langsung lelap ke mengarungi alam mimpinya.


****


Pagi hari yang indah matahari sudah memperlihatkan wajahnya ke permukaan bumi. Sepasang mata terbuka dengan perlahan.


Andini langsung bangkit dan melihat ke arah Dimas yang tertidur sambil menyandarkan kepalanya pada sofa.


Ternyata iya semalaman tidur di atas paha suaminya, tidak bisa dibayangkan betapa pegalnya kaki Dimas menahan kepala dirinya semalaman.


Andini menatap wajah teduh itu dengan bibir yang mengembangkan senyuman.


"Hmmm... sudah pagi ya?"gumam Dimas seraya membuka matanya.


"Iya. kita harus segera ke kampus."Andini gelagapan, takut jika ketahuan sedang memperhatikan wajah suaminya.


"Kamu mandi duluan."


"Tapi saya nggak bawa baju ganti."


Dimas melirik jarum jam yang ada di pergelangan tangannya. "sebentar lagi Bibi datang membawa baju ganti. semalam saya sudah menyuruhnya untuk membelikan baju untukmu, sebelum ke sini.

__ADS_1


Lagi-lagi Andi ini dibuat meleleh kembali oleh pria dingin itu.


Mungkinkah es kutub utara sudah mencair, sampai serigala ini tiba-tiba berubah menjadi kucing yang imut.


Tak lama setelah itu, salah satu asisten rumah tangga dan sopir yang bekerja di rumah tuan anggaran datang membawa semua keperluan yang dipesan sang majikan.


Termasuk pakaian adat beserta dalaman yang lengkap.


Andini heran, dari mana suaminya tahu ukuran underwear dan juga pengaman gunung kembarnya.


Setelah berpakaian rapi, Dimas dan Andini pamitan akan berangkat ke kampus.


Namun, belum juga tangan Dimas menyentuh kena pintu, pintu ruangan itu sudah dibuka dari luar.


Dua orang wanita muncul di balik pintu.


Andini tahu wanita yang mengenakan celana pendek sebatas paha dan juga baju yang memperlihatkan bagian pusaranya itu adalah Erin, adik Dimas.


Namun, iya tak mengenal siapa wanita yang mengenakan dress cantik berwarna silver yang ukurannya di atas lutut itu berdiri di samping Erin.


"Selamat pagi Dimas,"siapa wanita itu dengan senyum manisnya.


Dimas hanya terdiam dengan wajah datar, sementara Andini sudah menerka-nerka ingin menanyakan siapa wanita itu.


"Kak Dimas sombong banget. balas apaan Kak Alena dong,"surga Erin dengan mata yang menatap tak suka ke arah Andini.


"Oh jadi namanya Alena, gumam Andini dalam benaknya serangan memperhatikan penampilan wanita yang memiliki body gitar Spanyol itu. Berbeda dengan dirinya yang memiliki body pas-pasan.


"Siapa dia? Alena menatap ke arah Andini dengan dahi mengerut.


"Perkenalkan, namanya Andini, dia istriku."Dimas merangkul bahwa Andini yang membuat mata Alena langsung membulat.


"Kamu beneran sudah menikah?"tanya Alena dengan tak percaya.


"Iya, kalau kamu mau menjenguk Papa silakan. Kami pergi dulu."Dimas menggandeng tangan Andini dan keluar dari ruangan itu meninggalkan Alena yang masih terdiam tak percaya.


Rasanya Dimas puas mengatakan hal itu kepada wanita yang telah meninggalkannya dan membuatnya hampir gila karena dipaksa melupakan.


"Wanita tadi siapa, Mas?"tanya Andini setelah langkah mereka menjauh.


"Dia mantan kekasihku."jawab Dimas yang membuat Andini langsung melepaskan tangannya dari genggaman Dimas, tetapi Dimas langsung merangkul kembali bahunya dan merapatkan tubuh mereka.


"Jangan cemburu, dia memang mantanku, tapi kamu istriku,"ucap Dimas dengan tatapan intens dan membuat hati Andini kembali meleleh.


"Aku tidak cemburu kok."Andini kembali melanjutkan langkahnya.


Keduanya berangkat ke kampus dengan cepat dan tiba sebelum jam kampus dimulai.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN

__ADS_1


__ADS_2