
Mariska yang merasa perutnya terasa mulas, tak berhenti bolak-balik ke kamar mandi terus.
"Sayang, kamu kenapa sih? bolak-balik ke kamar mandi terus? sakit perut ya?"tanya Robert yang sudah bersiap akan berangkat ke cafe, Tetapi istrinya masih bolak-balik ke kamar mandi.
"Kamu pikir aku keluar masuk kamar mandi buat apa? buat cuci muka?" ketus Mariska.
"Ye ellah, ketus banget. tinggal kamu jawab aja sakit perut gitu. Nggak usah ngegas."balas Robert dengan rada tak suka.
"lagian, kamu nanyanya nggak butuh jawaban,"Mariska memegang perutnya yang terasa mulas, wanita itu berdiri di depan pintu kamar mandi dengan wajah memerah.
"Kamu beneran sakit perut, sayang? tanya Robert kembali dengan mata yang mengamati wajah istrinya, sesekali terdengar rintihan dari kedua bibir wanita itu.
"Kan, nanya lagi. Aku sakit perut, Dari tadi pengen pup tapi nggak bisa,"jawab Mariska dengan tangan yang terus saja memegangi perutnya.
"Sembelit!"Robert mendekat kepada istrinya.
"Ya, nggak tahu tapi ini sakit banget. Aw!"Mariska menjatuhkan tubuhnya, wanita itu duduk di atas lantai sambil menyandarkan punggungnya pada dinding kamar.
"Sayang, sembelit atau apa? jangan-jangan kamu mau melahirkan lagi?"selidik Robert dengan wajah yang berubah menjadi panik.
"Aku nggak tahu, tapi ini sakit banget kayak pengen pup tapi nggak bisa. Aw!"Mariska kembali meringis membuat Robert kembali merasa khawatir.
Pria itu para jongkok tepat di hadapan istrinya.
"Kalau gitu, kita ke rumah sakit sekarang aja yuk! aku takut kamu mau melahirkan."ajak Robert Seraya memegang tangan sang istri yang terasa dingin.
"Sebentar, kayaknya aku pengen beneran ini."Mariska menggenggam erat tangan suaminya sambil menahan sakit.
"Benaran? Ayo aku bantu!"Robert membantu istrinya berdiri dan berjalan dengan perlahan ke dalam kamar mandi.
"Sudah, sekarang kamu keluar dulu!"titah Mariska setelah ia berada di dalam kamar mandi dan akan naik ke atas kloset.
"Ngak, Aku tungguin kamu di sini. sudah pup aja nggak apa-apa!"titah Robert iya, iya khawatir jika harus menunggu istrinya di luar.
"Ikh, nggak mau lah. malah nggak bakal keluar kalau dilihatin kayak gini. Sudah, buruan keluar dulu sana!"usir Mariska dengan wajah yang semakin terlihat memerah karena menahan sakit.
"Ya sudah, aku keluar tapi pintunya jangan ditutup ya!"Robert keluar dari dalam kamar mandi dan menunggu sang istri di depan pintu kamar mandi yang sengaja tidak ditutup.
"Robert Huaaaaa!!"teriak Mariska membuat robot segitiga langsung masuk ke dalam kamar mandi.
"Gimana? sudah keluar belum?"
"Enggak , tapi perut aku sakit banget,"rintih Mariska dengan keringat sebesar biji jagung yang mulai menetes dari kening dan pelipis wanita itu.
__ADS_1
"Sini aku bantu. kita ke rumah sakit sekarang ya sayang!"aku takut kamu kenapa-napa."Robert memegang tangan sang istri dan membantu wanita itu keluar dari kamar mandi.
"Huhu... sakit banget!"teriak Mariska dengan air mata yang sudah menggenang di pelupuk matanya.
"Kita keluar dulu, biar aku siapkan mobil."Robert membawa istrinya keluar dari dalam kamar dan mendudukkan Mariska di atas sofa ruang tamu.
"Ma, Ciwi!"Robert dengan suara kencang yang membuat adiknya muncul dengan cepat sampai mendorong kursi roda ibunya.
"Ada apa Robert? tanya mamanya Robert.
"Ma, Mariska sakit perut, kita mau ke rumah sakit sekarang, tapi Robert mau ngeluarin mobil dulu. jaga Mariska sebentar ya!"
"Waduh, jangan-jangan Mariska mau melahirkan."ucap mamanya Robert Seraya menjalankan kursi rodanya ke arah sang menantu yang meringis kesakitan di atas sofa .
"Beneran Ma? tanya Robert sedikit tak percaya.
"Iya, jabatan sana keluarkan mobilnya, sebelum anak kamu keluar! kasihan Mariska, harus segera dibawa ke rumah sakit."titah mamanya Robert dengan wajah tegang bercampur khawatir yang membuat Robert semakin bertambah panik.
"Ya sudah, sebentar!"Robert setengah berlari keluar untuk mengeluarkan mobilnya terlebih dahulu dari dalam garasi yang baru dibuatnya beberapa hari lalu.
Dengan Tak sabar, Robert akan membuka pintu mobil, tetapi pintu mobil itu malah tak bisa dibuka.
"Ya ampun, kuncinya ketinggalan!"gumamnya Seraya berlari ke dalam rumah
"Kunci mobilnya ketinggalan Ma,"jawab robek tanpa memperhatikan langkahnya, masuk ke dalam kamar.
Namun, Tak lama kemudian ia keluar dengan tangan kosong.
"Sayang, celana aku yang kemarin mana?"tanya Robert dengan wajah bingung campur panik.
"Loh, kok malah nanyain celana? bukannya cepetan bawa istri kamu ke rumah sakit."omel mamanya Robert dengan geram.
"Kunci mobilnya ada di celana itu ma. Robert lupa ambil."
"Astagfirullah Robert! geram mamanya Robert dengan Gigi mengerat.
"Celananya sudah aku masukin ke dalam keranjang baju kotor di belakang,"jawab Mariska dengan suara ngos-ngosan menahan sakit.
Tanpa menunggu lama lagi, Robert kembali berlari ke arah belakang. Pria itu mencari celananya dan menyimpan kunci mobil yang sudah dari tadi dicarinya.
"Setelah itu, dia keluar dan mulai mengeluarkan mobilnya dari garasi.
"Astaga!!! sakit;"Mama tolong!"teriak Mariska terdengar sampai keluar rumah dan membuat robek semakin ketar-ketir tak karuan. Bahkan tiba-tiba saja perasaannya jadi ingin pipis.
__ADS_1
Robert berlari masuk ke dalam rumah dan lolos masuk ke dalam kamar.
"Robert mau ngapain lagi? ini istri kamu udah kontraksi loh, cepetan bawa ke rumah sakit!"teriak mamanya Robert.
"Bentar Ma, Robert pengen pipis dulu!" balas robek dalam kamar.
"Huaaaa ... sakit! Ekhhhh..."Mariska semakin menjerit saat merasakan mules yang luar biasa pada perutnya.
Wanita itu menyandarkan punggungnya pada sofa dengan kaki yang menegang menahan sakit.
"Nak, jangan mengejan dulu, nanti tenaganya keburu habis,"mamanya Robert mengusap lembut bahu menantunya dengan bergetar.
"Ma, ini sakit banget, mari sudah enggak kuat. Huhuhuuuu!!"Mariska mencengkram ujung bajunya yang dikenakannya dengan erat saat rasa mules itu kian menjadi.
Terlebih lagi saat bayi di dalam perut bergerak, pinggangnya terasa seperti akan patah.
Robert kembali muncul di balik pintu kamar sambil membenarkan resleting celananya.
"Ayo kita berangkat!"ajaknya dengan cepat, wajah robek terlihat benar-benar khawatir. pria itu berjalan terlebih dahulu karena pintu depan.
"Robert, Mariska di sini!"kamu mau ke rumah sakit sama siapa?"bentak mamanya Robert dengan kesabaran yang mulai habis.
"Astagfirullah, Kenapa bisa ketinggalan pula?"pria itu menabung jidatnya sendiri.
Robert langsung mendekat ke arah Mariska yang terus-terus meringis kesakitan bahwa wajahnya sudah dipenuhi oleh buliran keringat.
Robert segera berjalan ke arah Mariska dan langsung mengangkat istrinya yang lumayan berat, sehingga membuat urat dan otot lengannya menyembul sempurna.
Mariska mencengkram punggung Robert dengan, berusaha berpegangan sambil meluapkan rasa sakit dari perutnya.
"Ciwi, kamu ikut sama Kak Robert sekarang! Nanti Mama nyusul naik taksi. sekarang mama mau menghubungi orang tua Mariska dulu,"ucap mamanya Robert dengan wajah panik.
"Iya, Ma. Tapi siapa yang menemani Mama nanti berangkat ke rumah sakit?
"Masalah itu gampang, ada Maya atau Risma yang bisa menemani Mama ke rumah sakit."jawab wanita paruh baya itu.
"Iya, Ciwi ikut sekarang!"wanita itu segera mengejar langkah Robert dan membantu membuka pintu mobil untuk Mariska
Robert memasukkan tubuh istrinya dengan perlahan ke dalam mobil.
"Robert, perut aku sakit banget,"rintih Mariska dengan tangan yang masih mencengkram erat kaos yang dikenakan suaminya.
Bersambung....
__ADS_1