
Dimas tidak lagi mengajak Andini menginap di rumah orang tuanya. Karena di sana, istrinya tidak akan berhenti menangis.
Bahkan, beberapa kali Andini datang ke kamar sang Opa, dan menumpahkan tangisnya di sana.
Nyonya Laras yang melihat itu, meminta Dimas untuk membawa pulang Andini. Karena tidak mau putrinya terus-terusan menangis seperti itu yang dapat berakibat fatal untuk kehamilannya.
Hingga malam ini Andini terdiam bak sebuah manekin dengan tatapan kosong.
Dimas datang dan membawa nampan yang berisi sepiring nasi dan lauk pauknya beserta segelas air minum.
Pria itu mendekat ke arah istrinya, dengan hati-hati dan ikut naik ke atas kasur. Ia menaruh nampan tadi di atas pangkuannya.
"Sayang, kita makan dulu yuk!!"ajak Dimas dengan lembut.
"Aku nggak laper Mas, aku nggak mau makan."balas Andini dengan suara parau, sudut matanya terlihat basah.
"Kamu nggak mau makan? Apa kamu tidak kasihan pada anak kita?
"Tapi aku nggak nafsu makan, Mas." balas Andini kembali dengan lesu.
"Mas suapi ya, sayang. kamu harus makan walaupun sedikit. Dimas menyodorkan satu sendok makan ke arah bibir istrinya.
"A....sayang."titah Dimas dengan mulut terbuka.
Andini membuka mulutnya dengan perlahan dan satu sendok makan itu langsung mendarat dengan sempurna ke dalam mulutnya.
__ADS_1
"Kamu jangan sedih terus ya. besok setelah pulang dari kantor kita ke hotel, yuk. ajak Dimas sambil mengusap ujung bibir istrinya dengan ibu jari.
"Memangnya sudah selesai Mas.
"Sudah, dua atau tiga hari lagi mungkin bisa opening.
"Beneran? kok cepat banget?
"Iya, kan hanya renovasi sedikit-sedikit saja.
"Alhamdulillah semoga lancar ya mas." Andini tersenyum hangat.
"Amin, sekarang kita makan lagi. Kamu nggak boleh sakit, karena harta aku yang paling berharga adalah kamu dan anak kita yang ada di dalam sini." ucap Dimas sambil mengelus perut sang istri yang masih rata.
"Aduh, meleleh hatiku." Andini kembali tersenyum dengan bibir merekah.
"Memangnya kalau aku cemberut, jelek ya Mas?"
"Nggak jelek, cuman kurang menarik."
"Idih, ngeselin! orang ma, bilang mau gimana pun tetap cantik." Andini mengerucutkan bibirnya yang membuat Dimas semakin gemes.
"Nanti malah bohong dong."
"Mas, ih! Andini mengunyel unyell pipi suaminya dengan gemas.
__ADS_1
"Ya sudah, habisin lagi makannya. Setelah itu kita tidur." Dimas kembali menyuapkan makanan ke dalam mulut istrinya.
"Mas, gantian aku yang suapi kamu." Andini mengambil sendok itu dari tangan Dimas dan mulai menyuapi suaminya.
"A.... lagi, bayi gedenya." ucap Andini ketika melihat Dimas membuka mulut dengan mata berkedip-kedip.
"Ini bayi gedenya, bayi kecilnya nggak sabar untuk menunggu kehadirannya."ucap Dimas dengan tangan yang mengelus perut istrinya.
"Sabar Mas, kan ada waktunya." ucap Andini sambil mengembangkan senyumnya.
"Kalau kamu ingat terus sama Opa, jangan lupa berdoa juga ya. Supaya Opa tenang di alam sana. Dimas mengusap lembut kepala istrinya. Ia tahu betul saat ini istrinya masih sangat sedih kehilangan Tuan Pratama.
"Oh iya Mas, aku mau jujur. Tapi kamu jangan marah ya. Andini menggigit Bibir bawahnya dengan mata menatap wajah Dimas.
"Sebenarnya sebelum dokter Dirga meminta kita untuk memeriksakan kandungan Andini, Andini sudah mengetahui kalau Andini hamil melalui hasil dari tespek yang sebelumnya Andi dibeli. Karena saat itu Andini sudah telat sekitar dua minggu. Tapi, Andini belum memberitahu kepada Mas. Andini berniat untuk memberi kejutan. Eh malah Mas yang ngidam bukan Andini. Makanya waktu itu Andini tidak mau diperiksa oleh dokter Dirga. tapi mas ngotot, eh jadi nggak jadi deh Andini buat kejutannya." ucap Andini sambil mengerucutkan bibirnya membuat Dimas terkekeh.
"Tidak perlu buat kejutan juga Mas sangat bahagia. Apalagi mas mendapat kejutan dari kamu. Jujur Mas bingung sendiri, Kok bisa ya Mas yang mengidam sementara kamu yang hamil.
"Itu artinya mas sangat cinta sama Andini."ucap Andini Sambil tertawa ngakak.
"Kalau itu sih sudah pasti. Ngapain dipertanyakan lagi."sahut Dimas jujur.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK "Aku Ibu Mu, Nak"