Terjerat Cinta Dosen Killer

Terjerat Cinta Dosen Killer
BAB 86.KEDATANGAN HERI


__ADS_3

Setelah tiba di rumahnya, Dimas langsung memarkirkan mobil di halaman rumah yang cukup luas itu dan setengah berlari.


Dimas masih khawatir dengan keadaan Papanya saat ini, sampai dia melupakan ponselnya yang masih tergeletak di dalam mobil.


"Erin, Bagaimana keadaan dan kondisi Papa saat ini?"tanya Dimas Setelah tiba di dalam rumah dan berpas-pasan dengan Erin yang baru keluar dari kamar Tuan Anggara.


"Tadi Papa sudah sadar, sekarang lagi istirahat."


"Hai, Dimas!"sapa seorang wanita anggun dengan suara mendayu.


Dimas langsung menoleh ke arah sumber suara, dahinya mengerut ketika melihat Andini ada di rumah mereka.


"Kenapa kamu ada di sini? tanya Dimas dengan nada tak suka melihat wanita anggun itu ada di rumah itu.


"Kak Alena lagi main ke sini. Lagian Kenapa sih? mukanya sensi banget."Ketus Erin.


"Kakak nggak suka Alena terlalu sering main ke sini!"


"Aku kan nggak ada teman, kak. Lagian, Kak Alena dari dulu juga sudah sering main ke sini, bahkan pernah nginap juga. Kenapa sekarang nggak boleh?"Erin memutar bola matanya. Dia merasa tidak suka dengan cara kakaknya memandang Alena yang tidak suka melihat kehadirannya di rumah mereka.


"Ya ampun, Dimas. Dahi kamu Kenapa berdarah? tanya Alena dengan tangan yang terulur akan menyentuh dari pria itu.


Namun, Dimas langsung menepisnya dengan kasar.


"Alena, pulang sekarang!"usir Dimas dengan nada dingin.


"Aku bantu obati lukamu ya."


"Pulang sekarang!"bentak Dimas dengan suara yang cukup keras.


"Tapi Dimas.."


"Permisi!"ucap seseorang yang baru masuk ke rumah itu dan membuat semua orang menoleh ke arahnya.


Mata Alena membulat ketika melihat Siapa yang datang.

__ADS_1


"Helo, Heri!"sapa Dimas dengan hangat.


"Helo, Dimas. Maaf, aku datang ke sini ingin menjemput calon istriku."Heri mendekat ke arah Alena yang memejamkan mata sebentar dengan tangan mengepal. Melihat kehadiran Harry di sana.


"Silakan, Jangan biarkan dia keluyuran, ini sebentar lagi malam."Dimas tersenyum tipis ketika melihat ekspresi Alena saat ini.


"Baiklah, aku akan mengurungnya semalaman di kamar."Heri memegang tangan Alena dengan erat dan menariknya.


"Lepasin! aku bisa sendiri."ucap Alena memberontak, akan melepaskan diri dari Heri.


"Jangan membantah!"tidak Heri dengan nada penuh penekanan yang membuat Alena langsung menciut.


"Dimas, Maaf telah mengganggu. Aku pamit dulu ya."


"Tidak apa-apa, Heri hati-hati di jalan."


Setelah itu, Heri menarik paksa tangan Alena untuk keluar dari rumah utama keluarga Anggara.


"Kak, lelaki tadi siapa?"tanya Erin setelah Heri dan Alena keluar dari rumah itu.


"Calon suami Alena."


"Jangan ngaco kamu. Kakak ini sudah punya istri."


"Kan nanti bisa bercerai."


"Erin! lama-lama mulut kamu semakin menjadi, kamu itu perempuan seharusnya mengetahui apa yang ada di dalam hati seorang perempuan. lama-lama Kakak bisa menjahit mulut kamu juga. Mulut kamu sudah semakin keterlaluan, Untung saja Andini tidak ada di sini. Kalau tidak, betapa hancurnya perasaannya jika adik iparnya mengatakan seperti itu.


Kamu juga akan menjadi seorang istri, Bagaimana jika kamu diperlakukan adik ipar kamu dengan tidak baik seperti yang sikap kamu lakukan terhadap Andini! coba posisi Andini berada di kamu. Apa yang harus kamu lakukan? ucap Dimas sangat kesal terhadap adiknya.


"Aku tidak suka Kakak menikah dengan wanita itu."


"Nggak sukanya kenapa? apa yang salah dengan Andini? Memangnya dia pernah jahat sama kamu? tanya Dimas beruntun, matanya menatap tajam ke arah sang adik.


Kamu tahu, Andini itu kuliah hasil jerih payahnya sendiri. Dia Belajar dengan baik sehingga dirinya mendapatkan beasiswa di universitas itu. Dia juga, Sudah beberapa kali mengharumkan nama kampus kita. Karena prestasi yang ia raih, walaupun penampilannya sedikit tomboy. Tapi kalau prestasi jangan kamu tanya.

__ADS_1


Ya, kakak akui penampilan Andini tidak seperti Alena yang super seksi. Tapi Kakak Tidak suka melihat penampilan wanita seperti itu, yang seakan menunjukkan organ tubuhnya yang intim agar lelaki lain tergoda.


Berbeda dengan Andini, dia menjadi wanita rebutan di kampus bukan karena penampilan. penampilannya biasa saja, dia bahkan kerap sekali menggunakan pakaian layaknya seorang laki-laki. Dulunya juga Kakak tidak suka melihatnya sama seperti kamu.


Tapi setelah kakak lebih lama mengenalnya, Ternyata orangnya baik, ramah. Apalagi dengan prestasinya yang ia raih. itu yang membuat Kakak semakin jatuh cinta kepadanya.


Bagi kakak, penampilan tidak terlalu penting. tapi akhlak yang paling utama. Seperti yang kamu lihat penampilan Andini tidak terlalu memalukan banget. Walaupun Andini terlahir dari keluarga sederhana, tapi dia mampu menyesuaikan.


"Apa kamu tahu? semua teman-teman Kakak memuji Andini. Bahkan Kakak merasa beruntung menikah dengan wanita seperti Andini tidak seperti Alena.


"Apa kamu tahu? di kampus itu banyak para lelaki anak para orang terpandang, mendekati Andini. Bahkan mereka rela melakukan apa saja asalkan mendapatkan hati Andini. Tapi Andini menghargai kakak. Walaupun awalnya, dia tidak bisa menerima perjodohan kami.


Bukan karena lelaki, sehingga dia tidak bisa menerima perjodohan kami?"tapi karena dia memiliki cita-cita yang cukup tinggi, dia ingin meraih impiannya kuliah hingga ke luar negeri sama seperti kamu.


Bedanya kamu kuliah ke luar negeri dibiayai oleh papa. Tapi dia ingin kuliah ke luar negeri dibiayai beasiswa karena prestasi yang ia miliki. Dan kakak yakin dia mampu meraih itu, karena dia memang wanita yang berkompeten dan memiliki wawasan dan ilmu pengetahuan yang cukup tinggi.


Walaupun dia wanita yang berpenampilan sedikit tomboy, dan suka balapan. Apa kamu tahu hadiah balapannya dia gunakan untuk apa? tidak bukan!


Jika memenangkan balapan antar club motor yang ia ikuti, hadiah uang tunainya akan dibagikan untuk anak-anak jalanan yang kurang beruntung, selebihnya ia tabung untuk biaya dia sehari-hari. Agar tidak menjadi beban untuk Tuan Miko Jika dia memerlukan sesuatu. Andini itu wanita yang mandiri, tidak seperti kamu yang hanya mengharapkan papa dan kakak."ucap Dimas kepada Erin memberitahu sosok Andini yang sebenarnya.


Erin hanya terdiam, memang benar Andini tidak salah apa-apa. Hanya saja ia tidak menyukainya.


"Sudah, Kalau tidak tahu jawabannya jangan berbicara lagi. Lebih baik, sekarang kamu obati luka kakak, biarkan Papa istirahat."Dimas menarik tangan adiknya ke arah ruang keluarga.


"Cepat ambil kotak obat! ceritanya sambil menjatuhkan diri di atas sofa.


"Memangnya Kakak kenapa sih, bisa sampai luka kayak gini?"gerutu Erin Seraya membawa kotak obat ke arah kakaknya dan duduk di samping Dimas.


"Kakak tadi hampir tabrakan sama truk."


"Loh, kok bisa? Makanya kalau bawa mobil tuh jangan sambil melamun."Erin mulai mengobati luka kakaknya dan memasang plester pada luka pria itu.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK.


__ADS_2