
"Kalau kamu nggak percaya, coba pukul lagi!"tantang pria yang masih memegang kerah baju Ricky dengan angkuh.
"Ok, Aku bukan bagian ini."
BUGH
Ricky menendang area bawah pria itu.
"Aw, sialan!! Kenapa aset aku yang ditendang. kalau kenapa-kenapa, kamu harus tanggung jawab."pria itu meringis dengan tangan yang memegang area sensitifnya.
"Idih, enak aja tanggung jawab. Aku cuman nendang tongkat sakti kamu, bukan memperkosa kamu!"balas Ricky dengan wajah songong.
"Kurang ajar ini bocah. Serang!!! teriak-teriak itu sambil menunjuk ke arah Ricky.
Mata Ricky membulat sempurna ketika melihat empat orang pria, bertubuh kekar mendekat ke arahnya dengan tangan mengepal.
"Gawat, nggak mungkin aku bisa lawan mereka Ricky bersiap-siap, pria itu menghafalkan kedua tangannya dengan sempurna.
Matanya menatap nyalang ke arah empat pria berjalan semakin mendekat, bahkan urat dan otot pada lengan Ricky sudah menyembul sempurna.
"Maju kalian semua!" kantong Ricky dengan berani.
Keempat pria itu semakin mempercepat langkahnya dan siap melayangkan tinju pada tubuh Ricky.
Namun, belum juga tangan keempat pria itu sampai pada tubuh Ricky, pria itu berjongkok.
Lalu Ricky merayap seperti komodo, lewat celah kedua kaki pria di hadapannya. Setelah itu, iya bangun kembali dan berlari sekencang mungkin.
"Sialan!!! kejar dia!"kita seorang pria bertubuh kekar itu sambil menunjuk ke arah Ricky yang berlari semakin jauh.
"Woi, Jangan kabur!!"keempat pria itu mengajar langkah Ricky dengan cepat.
"Mau lari ke mana?!"seorang pria menarik ujung kemeja yang dikenakan Ricky dan membuat pria itu terpaksa menghentikan langkahnya.
Namun, Ricky tak habis akal, pria itu melepas kemejanya yang dikenakan dan kembali berlari.
"Sialan!!! dasar tikus kecil!!"kesal pria bertubuh kekar sambil melempar yang dipegangnya.
"Kejar lagi woi!! jangan sampai dia lolos!"keempat pria itu kembali mengejar langkah Ricky. Dua orang berbalik dan mengambil mobil. mereka mengejar Ricky dengan menggunakan mobil dan menghalangi langkah pria itu.
"Mati aku,"gumam Ricky sambil menghentikan langkahnya karena ia hampir saja menabrak mobil yang tiba-tiba berhenti di depannya.
Ricky akan berbelok, lari ke sebelah kanan untuk menghindari mobil itu, Namun dua orang pria lagi sudah berdiri tepat di belakang tubuhnya.
BUGH
Sebuah tendangan keras mendarat dengan sempurna pada punggung Ricky. pria itu terhuyung ke depan dan menabrak mobil di depannya.
"Aw, sakit anjir;"teriak Ricky saat kepalanya terbentur keras pada kaca mobil.
"Rasain, mampus!"ucap seorang pria Seraya mendekat kembali ke arah Riki dan menarik kaos bagian belakang pria itu.
"Lepasin aku!"Ricky berusaha melepaskan diri walaupun kepalanya terasa sakit, bahkan penglihatannya hampir tidak jelas.
"Jangan banyak bacot!"tiga orang pria lagi mendekat.
__ADS_1
Tubuh Ricky yang tidak terlalu berisi, dikelilingi oleh empat orang pria bertubuh kekar dengan tangan mengepal.
suasana jalanan yang sunyi tidak ada orang yang bisa dimintai tolong, sebenarnya jalanan itu adalah jalur menuju kantor milik Nisa. Karena mungkin para pegawai sudah pulang, jadi jalanan itu sudah sepi.
Ricky menarik nafas panjang dan membuangnya dengan perlahan, pria itu komat-kamit membaca doa.
"Ahkkk!!! teriak seorang pria, seakan memimpin menuju pertempuran.
Ricky akan kembali melarikan diri, karena iya yakin tidak akan bisa melawan empat orang sekaligus. Namun, kaki pria itu malah jalan di tempat, karena seorang pria menarik baju kaos di belakangnya.
BUGH
BUGH
BUGH
BUGH
Suara pukulan itu terdengar serentak, empat orang pria sekaligus melayangkan pukulan bertubi-tubi pada tubuh Ricky yang perlahan terjatuh dan terkulai tak berdaya di atas aspal.
Darah segar mengalir pada sudut bibir pria itu, luka memar hampir di sekujur tubuhnya. bahkan, seorang pria menginjak kakeknya sampai membuat kaki Ricky terasa akan patah.
"Tolong!!"ucapnya dengan lirih, Berharap ada orang yang mau menolongnya di sisa nafas yang ia miliki.
Pandangan pria itu terlihat kabur dan terlalu berubah menjadi gelap.
Seluruh tubuhnya terasa sakit, Ia tak bisa menggerakkan kaki dan tangannya. Bahkan, hanya untuk sekedar membuka mata saja ia tak mampu.
Namun, telinganya masih mendengar derap kaki melangkah ke sekitarnya.
Bibir Ricky tidak bisa berkata sedikitpun, kerongkongannya terasa sempit, dadanya terasa sesak. Namun, disisa kesadarannya yang hanya mampu mendengar, dia hanya meminta pertolongan di dalam hati.
"Ya, Allah, jika ini adalah akhir hayatku, Aku mohon jangan buang jasadku, biarkan istri dan keluargaku melihat tubuh tak bernyawa ku. Tapi jika engkau masih mengizinkan aku untuk tetap hidup, Tolong berikan pertolongan. aku serahkan semuanya padamu ya Allah,"kata hati pria itu seolah langsung dibayar tunai oleh sang maha kuasa.
Terdengar sayup-sayup suara sebuah mobil berhenti di sekitar sana.
"Hentikan! Siapa kalian?"suara seorang wanita menghentikan aksi empat orang pria yang akan mengangkat tubuh Ricky dan memasukkannya ke dalam bagasi mobil.
"Apa yang kalian lakukan? lepaskan orang itu?"teriak bisa dengan langkah yang mendekat dengan perlahan.
"Bu Nisa jangan mendekat, bahaya!" seorang pria mendekat ke arah Nisa, berusaha menghentikan langkah wanita itu.
"Tidak, Niko, kita harus menghentikan aksi mereka." balas Nisa tanpa menghentikan langkahnya.
Nisa sudah menunggu Ricky sejak sore, tetapi suaminya tidak datang juga untuk menjemputnya.
Akhirnya, Dia memutuskan untuk ikut bersama dengan Niko, salah satu staf di perusahaannya.
Dia merasa khawatir terhadap Ricky, karena pria itu tidak mengangkat teleponnya beberapa kali, Nisa ikut bersama dengan sambil berniat akan mencari suaminya di jalan.
Namun, sebuah kejadian membuatnya menyuruh Niko Untuk menghentikan mobil.
Tetapi, iya belum mengetahui Siapa orang yang akan dimasukkan ke dalam mobil oleh empat orang itu.
Karena mobil yang semula diubah oleh Ricky tertinggal jauh.
__ADS_1
"Gawat, itu Mbak Nisa."ucap salah satu dari pria bertubuh kekar itu dengan wajah panik.
"Bahaya kita, terus ini gimana?"tanya salah seorang lagi.
"Daripada kita masuk penjara, mending kita tinggalkan orang ini aja." usul seorang pria lagi.
"Setuju. Ya, udah. buruan cabut!"setelah itu, mereka kembali meletakkan tubuh pergi ke atas aspal.
Ke tempat orang itu bergegas masuk ke dalam mobil, dan menjalankan roda empat itu dengan kecepatan tinggi dan secepat kilat menghilang dari pandangan.
"Sudah aman, Niko Ayo kita bantu orang itu!" ajak Nisa Seraya menjalankan langkahnya kembali.
"Baik, Bu." Niko menurut dan mengikuti langkah Nisa.
Keduanya melangkah bersama, mendekat ke arah fikih yang terkapar tak berdaya dengan posisi tubuh miring dan membelakangi Nisa. wanita itu berjongkok Setelah tiba di belakang tubuh Ricky.
"Sepertinya dia masih hidup,"gumam wanita itu sering menggerakkan tangannya memegang baju Ricky.
"Tapi, kok sepertinya orang ini nggak asing ya?"
"Siapa ,Bu?" tanya nih kau Seraya ikut berjongkok di samping Nisa. Wanita itu membalikkan tubuh Ricky dengan perlahan sampai tubuh pria itu berubah menjadi terlentang.
Seketika mata Nisa membulat ketika melihat wajah suaminya dipenuhi luka lebam.
"Astaga, sayang." kamu kenapa? Ricky bangun! Kamu kenapa bisa seperti ini?" Nisa menggerakkan kedua bahunya, berusaha membangunkan pria itu.
Namun, Tri tidak memberikan respon sedikitpun, pria itu masih memejamkan matanya dengan sempurna.
"Niko, tolong Niko!" dia suami saya!" teriak Nisa dengan air mata yang sekitar langsung membanjiri pipinya.
"Bu, kita bawa ke rumah sakit sekarang!" Niko mengangkat tubuh Ricky dengan hati-hati.
"Ricky, kamu kenapa seperti ini? Siapa mereka? Kenapa mereka melukaimu? cecar Nisa Seraya bangkit dengan lutut yang terasa lemas.
Wanita itu mengikuti langkah Niko yang membawa tubuh Ricky ke dalam mobil.
Nisa, menatap tubuh suaminya yang tak berdaya dengan tatapan kabur terhalang air mata. Kakinya terasa berat untuk melangkah, tubuhnya lunglai dadanya terasa sesak.
Siapa orang biadab yang melukai suaminya seperti itu.
"Silakan masuk, Bu!" Niko mempersilahkan Nisa masuk ke dalam mobil dan menemani Riki di kursi belakang.
"Niko, itu sepertinya mobil suami saya!" bisa menunjukkan arah sebuah mobil yang terparkir di kejauhan.
"Benarkah, Bu? saya akan menyuruh seseorang untuk mengambilnya. Sekarang, ibu masuk dan kita bawa suami ibu ke rumah sakit."
"Baik, Miko." bisa masuk ke dalam mobil.
Wanita itu mengangkat kepala Ricky dan menidurkan kepala suaminya yang terluka di atas pahanya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN