Terjerat Cinta Dosen Killer

Terjerat Cinta Dosen Killer
BAB 69. TIDAK DI ANGGAP


__ADS_3

"Hello attention please..... ternyata sugardadi yang waktu itu fotonya dipajang di mading dosennya sendiri,"Celetuk Almira dengan suara tinggi, sampai terdengar oleh semua penghuni kelas.


Semua mahasiswa yang hadir di sana bersorak serentak, mendengar pengumuman dari Almira


"Sekarang sudah ketahuan orangnya diam aja kayak mayat hidup, padahal dulu ngamuk-ngamuk gak terima sampai menjembak-jambak aku hari itu, atau jangan-jangan tuh anak udah..... Almira sengaja tidak melanjutkan ucapannya."tawa mahasiswa di kelas itu terdengar menggelegar di seisi ruangan.


Andini mengepalkan tangan dan akan menghampiri Almira, tetapi seorang dosen yang masuk ke dalam ruangan itu menghentikan aksinya, akhirnya ia hanya diam menahan kekesalan.


Andini tidak mengikuti pelajaran dengan benar, pikirannya sangat kacau, kepalanya terasa pusing, bahkan matanya mengantuk karena tadi malam ia terus menangis meratapi nasib pernikahannya.


Apalagi, dosen terakhir yang masuk di dalam kelasnya adalah Dimas.


Beberapa kali ia memperhatikan wajah suaminya, berharap Dimas melihat ke arahnya sedikit saja.


Namun, pria itu seolah tak menanggapi kehadirannya sama sekali.


Sampai ia benar-benar merasa lelah dan akhirnya tertidur pulas di atas meja.


Jam pelajaran Telah usai, semua mahasiswa telah keluar dari kelas, termasuk Robert dan Ricky yang meninggalkannya, karena kedua pria itu keburu mau ke toilet untuk menunaikan hajat yang sedari tadi ditahannya.


Dimas bangkit dari kursinya Setelah semua mahasiswa di kelas itu keluar.


Semenjak Andini tak lagi menegakkan kepalanya, sesekali ia melirik ke arah gadis itu, benar saja istrinya tertidur sampai ia tidak menyadari kalau jam pelajaran telah selesai.


Dimas melangkah dengan perlahan, mendekat ke arah Andini yang tertidur dengan merebahkan kepalanya pada tangan yang ia anggap bantal.


Tidurnya terasa lelap, mungkin karena Andini terlalu lelah menangis satu malaman.


Dimas memperhatikan wajah Gadis itu yang terlihat sembab menandakan ada tangis yang banyak dikeluarkan.


Kedua kelopak mata itu tertutup rapat, hembusan nafas yang terdengar teratur menandakan sang pemilik raga benar-benar tertidur pulas.


Tidak biasanya Andini tidur di kelas sampai lupa waktu pulang.


Kalaupun tertidur, Andini akan terbangun ketika mendengar riuh para mahasiswa yang keluar dari kelas.


Dimas mengulurkan tangannya, iya hendak mengusap wajah sang istri yang terlihat sembab, tapi ia menarik tangannya kembali.


Dimas menarik nafas perlahan sebelum berucap. "Bangun, jam pelajaran sudah habis."tidak ada perdegerakan sedikitpun, kedua kelopak mata Andini masih tertutup rapat.


"Andini, bangun,"ucap Dimas kembali dengan nada yang lebih keras.

__ADS_1


Kedua kelopak mata Andini perlahan terbuka, Andini menegakkan kepalanya, namun Gadis itu langsung membuka matanya lebar-lebar ketika melihat Siapa yang kini sedang berdiri di hadapannya.


"Mas,"panggilnya dengan lirih, bibirnya langsung mengembangkan senyuman ketika melihat wajah yang semalaman ia rindukan kini berada di hadapannya.


Andini bangkit dan akan memeluk tubuh tegap itu, tetapi Dimas langsung memundurkan langkahnya.


"Jam pelajaran Telah usai, segeralah pulang sebelum gerbang kampus ditutup,"ucapnya dengan datar tak ada raut senyuman di wajahnya. lalu berjalan meninggalkan Andini yang menatap punggungnya dengan lelehan air mata.


"Mas,"liriknya sambil menyegah air mata yang seakan tak mau berhenti mengalir.


Setelah itu, iya berjalan dengan gontai meninggalkan kelas.


Andini berjalan ke arah motornya dan bertepatan dengan Dimas yang masuk ke dalam mobil.


Dimas menjalankan mobilnya terlebih dahulu tanpa menunggu motor Andini keluar dari gerbang.


lagi lagi Andini meremas jemari tangannya, melihat sikap suaminya Bahkan tak menganggapnya seperti seorang istri.


Mungkinkah ini yang dirasakan Dimas saat ia turun dari mobil dan lebih memilih berjalan masuk ke dalam kampus, rasanya seperti Tidak dianggap.


Andini membawa motornya dengan tangis yang tidak berhenti, sesekali ia menyikapi lur bening itu agar tidak menghalangi pandangannya.


Andini melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Kecepatan di atas rata-rata.


Dimas mencoba mengejar sang istri, agar tidak melajukan motornya dengan kecepatan di atas rata-rata. Tapi ia sudah tidak melihat jejak Andini lagi.


Kecepatan Andini dalam mengendarai motornya sudah seperti roket. Sehingga Dimas kehilangan jejaknya.


"Astaga! bagaimana ini, Bagaimana kalau dia celaka?"gumam Dimas dalam hati yang juga ikut merasa bersalah karena dia tidak peduli terhadap Andini saat berada di kampus.


Hari ini Andini tidak langsung pulang ke rumah, ia memilih untuk bertemu dengan teman-teman geng motornya. Lelah sudah dia menangis, mungkin dengan dirinya adu balap dengan teman-temannya, dia akan melupakan segala masalahnya.


Morris yang melihat kedatangan Andini tersenyum sumringah. Bagaimana tidak, Andini akhir-akhir ini sudah jarang nimbrung bersama mereka. Sehingga ada kebahagiaan tersendiri di hati Morris Sang pemimpin club motor, melihat kedatangan Andini.


Kali ini untuk seru-seruan, Morris meminta kepada teman-temannya untuk adu balap bersama menguji nyali mereka masing-masing.


Adu balap pun dilakukan, kali ini Morris menghadiahkan uang tunai sebesar 10 juta bagi pemenang.


Andini yang pikirannya saat ini sangat kacau, dan ia tidak berpikir apa-apa lagi sehingga dirinya menyetujui adu balap itu.


"Biarlah, Aku di sini di rumah juga aku akan stress, entah mau dibawa kemana nasib pernikahanku kelak."gumamnya dalam hati.

__ADS_1


Adu balap pun dilakukan, Andini selalu yang menjadi pemenang. Walaupun di antara mereka hanya Andini seorang wanita yang ikut adu balap.


Banyak diantara wanita di sana, mereka hanya pasangan teman-temannya. Mereka hanya ingin mendukung teman-teman Andini yang ikut balap.


Andini dan Morris adu tos, setelah Andini memenangkan adu balap itu. Tak usah berselang lama Morris langsung memberikan hadiah uang tunai sebesar yang sudah dia janjikan sebelumnya.


Hari Sudah semakin gelap, Andini pun berpamitan kepada teman-temannya setelah mereka menikmati jamuan makan di salah satu Cafe tempat mereka biasa nongkrong.


"Kalau begitu aku pamit dulu ya woi."pamit Andini.


"Oke hati-hati,Din."ujar Morris dan beberapa teman-temannya.


Andini melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, hingga ia harus ngerem mendadak karena ada ada kecil yang ingin menyeberang. Hingga tubuh Andini akhirnya terpental. Andini mengalami kecelakaan.


Orang-orang yang ada di sana langsung berhamburan untuk membantu Andini. Saat salah satu warga membuka helm Andini, Mereka terhenyak ternyata yang menjadi korban kecelakaan laka lantas itu, seorang wanita.


Mereka mencoba mencari identitas Andini, sambil membawa Andini ke rumah sakit terdekat.


Mereka menemukan ponsel Andini yang ada di dalam tasnya. Mereka juga menemukan identitas Andini yang ada di dalam dompet.


Saksi mata, mencoba membuka layar ponsel Andini. Berharap ada nomor ponsel yang dapat dihubungi di sana untuk memberitahu keluarga korban.


Tapi, ponsel Andini terkunci. Sehingga salah satu wanita yang ikut menghantarkan Andini ke rumah sakit, menempelkan jari telunjuk Andini ke layar ponselnya hingga layar ponsel itu pun terbuka.


Wanita paruh baya itu, mencoba mencari nomor ponsel Siapa yang dapat dihubungi. Ia melihat nomor ponsel Dimas yang dipanggil Andini terakhir kali.


Wanita itu langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponsel Andini. Berharap sambungan telepon seluler itu tersambung agar dapat memberitahu kabar Andini yang saat ini sedang berada di rumah sakit.


Beberapa kali, wanita itu menghubunginya tapi tak kunjung direspon.


Hingga, akhirnya wanita itu pun mencari nomor ponsel lain, yang ada di layar ponsel Andini.


Ketemulah nomor ponsel Nyonya Laras di sana. yang diberi nama "My mom."wanita itu langsung menghubungi nomor ponsel Nyonya Laras.


Setelah sambungan telepon seluler itu tersambung, wanita itu memberitahu apa yang terjadi terhadap Andini kepada Nyonya Laras.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2