Terjerat Cinta Dosen Killer

Terjerat Cinta Dosen Killer
BAB 29. BENCI DAN CINTA BEDA TIPIS


__ADS_3

Kenapa kamu malah tidur beneran? Gerutu nya Seraya turun dari mobil.


"Pria itu membuka pintu mobil di sebelah Andini dan mulai mengangkat tubuh istrinya dengan hati-hati.


Dimas menutup kembali pintu mobil itu dengan kakinya dan mulai membawa tubuh Andini masuk ke dalam rumah.


Pria itu segera membawa tubuh ramping istrinya ke dalam kamar dan menidurkannya dengan hati-hati.


Andini Tak tergoyahkan sedikitpun, gadis Itu tampak begitu gelap.


Mungkin jiwanya sedang berpetualang di alam mimpi. Dimas melepaskan sepatu dan juga tas yang dikenakan istrinya .


Namun, matanya merasa tak nyaman ketika melihat Andini tidur dengan menggunakan kemeja yang telah dia pakai seharian.


Pria itu naik ke atas kasur dan mendekat ke arah istri yang sedang tidur dengan lelap.


Tangannya bergerak dengan perlahan memegang kancing kemeja Andini.


Jantungnya berdebar takut jika istrinya tiba-tiba bangun.


Satu persatu kancing kemeja Andini terbuka. Dimas membuka kemeja itu dengan hati-hati.


Namun, matanya langsung tertuju ke arah dua gunung kembar dari dada istrinya.


Sisi kelaki-laki hanya langsung bangkit.


Padahal saat ini Andini tidak telanjang. Gadis itu masih mengenakan kaos dalam.


Tetapi kaos dalam itu sangatlah tipis, sehingga membuat dua gunung yang terlihat menyembul.


Dimas menelan salivanya susah payah hanya melihat pemandangan seperti itu saja langsung kepanasan.


Namun, Apa salahnya jika ia menyentuh sedikit saja benda yang telah menjadi miliknya.


Kini perasaan Dan logikanya sedang berperang.


Jika ia melakukan sesuatu di saat istri yang sedang tidur, dan tanpa persetujuan Andini rasanya ia sama saja dengan mencuri walaupun itu adalah haknya sendiri.


Namun, perasaan yang menggebu seolah mendorongnya untuk melakukan hal yang mengganjal di pikirannya.


Dimas adalah laki-laki normal. Yang tentu saja merasakan sensasi berbeda ketika melihat sesuatu dari tubuh wanita yang memancing syahwatnya.


Pria itu meremas jarinya sendiri dengan Tatapan yang tertuju ke arah gunung kembar sang istri.


****


Ahhhk..."suara itu langsung menembus ke alam mimpi.


Dimas membuka matanya dengan perlahan ketika mendengar suara yang bagaikan sebuah petir itu.

__ADS_1


"Bapak ngapain saya?"


Andini langsung memukul tubuh Dimas dengan sekuat tenaga.


Pria yang baru setengah sadar itu membuka matanya lebar-lebar ketika merasakan pukulan yang bertubi-tubi pada tubuhnya.


"Bapak pasti mencari kesempatan dalam kesempitan keadaan saya yang ketiduran kan?" Hua....Hua.... Andini menangis.


Andini memukul tubuh suaminya kembali dengan brutal. Wanita yang hanya mengenakan kaos dalam itu memukul tubuh suaminya dengan sekuat tenaga.


"Berhenti! Kamu ini kenapa sih?"Dimas menangkap kedua tangan istrinya dan memegangnya dan dengan, agar wanita itu tak lagi memukulnya.


Andini menatap ke arah Dimas dengan mata memanas dadanya terlihat naik turun menahan amarah.


"Bapak pastinya ngapa-ngapain saya, kan? duduknya dengan penuh amarah


"Iya." jawab Dimas singkat


"Huaa... Bapak kurang ajar sekali mengambil mahkota Saya sedang tidur!"Andini berteriak dengan suara yang kencang, sampai membuat telinga Dimas berdengung.


"Mahkota apaan? Memangnya kamu ratu apa?


"Mahkota ini!"Andini mengarahkan pandangan ke bawah.


"Kamu ini ada-ada saja. Mana ada mahkota disimpan di tempat seperti itu, ngaco kamu!"Dimas melepaskan tangan istrinya dan segera turun dari ranjang dia sengaja pura-pura tidak mengetahui maksud perkataan dari istrinya itu.


Mata Andini langsung tertuju ke arah bawah perut suaminya, ketika pria itu turun dari ranjang.


Andini menelan silvanya. Imajinasinya mulai bermain ketika melihat bulu-bulu yang tumbuh dengan lebat pada betis putih suaminya itu.


"Kenapa kamu lihatin saya kayak begitu?"tanya Dimas ketika melihat Andini memperhatikannya seolah tak berkedip.


"Enm... itu..."


"Ini?"Dimas mengarahkan pandangannya ke bawah perutnya.


"Enggak bukan itu. Maksud saya Andini menutup wajahnya yang memerah dengan kelima jarinya.


"Terus apa? kalau ngomong tuh yang jelas


Andini kembali membuka kembali yang menutupi wajahnya.


"Bapak semalam memperkosa saya kan?"tuduh Andini setelah ia tanya kembali dengan apa yang terjadi padanya saat ini.


"Mana ada seorang suami memperkosa istrinya sendiri, Kamu ini ada-ada saja."Dimas berjalan dengan santai ke arah kamar mandi.


"Ini buktinya baju saya lepas berarti semalam Bapak ngapa-ngapain saya!"


"Kalau memang iya, kenapa? balas Dimas tanpa membalikkan badannya ke arah Andini yang terlihat begitu kesal.

__ADS_1


"Berarti benar kalau bapak.."


"Iya."


"Huaa ... Bapak jahat saya sudah tidak perawan lagi?"


"Kamu sudah punya suami Kenapa harus tetap perawan?"


"Tapi kan saya nggak mau Bapak yang melakukan itu?


"Terus maunya siapa, kalau bukan sama suami kamu? tukang ojek yang kamu peluk itu? Dimas membalikkan badannya ia tak jadi masuk ke kamar mandi


"Dia tidak tukang ojek?"kesal Andini


"Tuh kan sekarang ngaku sendiri kemarin diantar sama laki-laki lain.'


"Memangnya kenapa? dia kan baik mengantar saya pulang."


"Siapa yang nyuruh kamu pergi? Lagian di kampus Saya sudah menunggu dan mencoba menghubungi kamu tahunya malah pergi sama laki-laki lain."


"Kenapa sih? Bapak cemburu? Andini kembali dengan tatapan penuh selidik ia tampak kesal menatap suaminya.


Ya memang benar sampai saat ini Dimas belum memberi kepastian atas perasaannya dia belum pernah mengungkapkan isi hatinya terhadap istrinya. Membuat adiknya sedikit bimbang akan perasaan Dimas kepadanya.


Sikapnya yang jelek dan dingin membuat Andini yakin kalau Dimas sama sekali tidak mencintainya.


Tetapi ia juga penasaran Mengapa suaminya itu seolah tak suka jika mengetahui dirinya dekat dengan laki-laki lain, walaupun itu di kampus maupun di luar kampus.


"Tidak, Siapa bilang saya cemburu? Saya hanya tidak suka kamu pergi sama laki-laki lain."


"Cemburu sama tidak suka itu beda tipis Pak.'


"Saya tidak pernah cemburu Kalau cemburu itu harus ada rasa lain.


"Rasa cinta ya?" potong Andini dengan senyum menggoda.


"Itu kamu tahu, Makanya saya bilang kalau saya tidak cemburu. Karena saya tidak mencintai kamu." tegas Dimas dengan wajah datarnya.


"Salah sendiri, ngapain menikahi saya kalau tidak ada rasa cinta. Jadi nikmati saja kehidupan pernikahan yang tak pasti ini."ucap Andini.


Dan ingat Pak. Hati-hati loh, nanti malah benci bilang Cinta." goda Andini kembali. Membuat Dimas menatap ke arahnya dengan senyum tipis, sebuah senyuman yang tak pernah istrinya sadari.


"Itu hanya berlaku bagi bocah bau kencur kayak kamu. Kalau kamu ingin dicintai seorang lelaki, seharusnya kamu berubah Jangan bertingkah urakan lagi. Jangan suka nongkrong sana-sini tertawa haha hihi. sadarlah Jika kamu sudah menjadi seorang istri."ucap Dimas yang mampu membuat Andini bungkam.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2