Terjerat Cinta Dosen Killer

Terjerat Cinta Dosen Killer
BAB 218. AKAD NIKAH


__ADS_3

Beberapa menit kemudian, calon mempelai wanita pun datang. Nisa berjalan dengan anggun ke arah tempat akad nikah.


Semua mata tertuju kepada seorang wanita yang mengenakan baju pengantin dan make up yang natural penampilannya membuat setiap orang akan terpesona melihatnya.


Ricky hampir lupa bagaimana caranya berkedip, ketika seorang bidadari berjalan dengan anggun ke arahnya.


Faranisa tersenyum manis, dan duduk di samping Ricky yang membuat jantung Ricky itu hampir berhenti berdetak.


Penghulu segera memulai acara ijab Kabul dan menjabat tangan Ricky.


Pria itu menarik nafas dalam-dalam sebelum mengucapkan kalimat ijab Kabul.


"Saudara Ricky bin Muhammad Alim saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri saya Faranisa binti Arnold. dengan seperangkat alat salat, dan emas murni 50 gram dibayar tunai."


"Saya terima nikah dan kawinnya Faranisa binti Arnold dengan mas kawin tersebut tunai."ucap reggae dalam satu kali tarikan nafas yang langsung disambut kata sah dari para saksi dan juga penghulu.


Seketika tubuh Ricky melemas ketika mendengar kata sah secara serentak dari para saksi dan tamu yang hadir yang menyaksikan acara sakral itu.


Ricky menari tangannya yang sedari tadi masih berjabat dengan penghulu. Ricky menyandarkan tubuhnya kepada kursi yang didudukinya dengan wajah yang terlihat pucat.


"Ricky, kamu kenapa? please jangan pingsan!"ucap Nisa dengan panik. wanita itu mengguncang bahwa pria yang telah sah menjadi suaminya. Ricky masih terdiam dengan sorot mata sayu.


"Papa, si Riki kayaknya sudah mau pingsan. cepat kasih air dari bapak!"titah Mpok Nining yang langsung ketar-ketir saat melihat keadaan putranya.


"Iya, Ma. sebentar!"Muhammad Alim bangkit sambil membawa sebuah botol kecil yang berisikan air dan mendekat ke arah reggae yang masih terdiam Tak bergerak dan tak bersuara.


"Ricky, minum dulu!"titah Muhammad Alim Seraya menyodorkan botol tutupnya Telah dibuka itu ke arah bibir putranya. Ricky yang hampir kehilangan kesadaran menurut saja, pria itu membuka mulutnya dan minuman yang diberikan ayahnya.


Glek!


Seketika wajah pria itu memerah dengan mata yang langsung terbuka lebar.


"Hoek... ini air apaan?"tanya Ricky yang kembali duduk dengan tegap.


"Ini air obat pemberian kakek kamu. katanya biar kamu tidak sawan setelah ijab Kabul."jelas Muhammad Alim.

__ADS_1


"Air obat apaan? Ricky mengusap mulutnya beberapa kali, berusaha menghilangkan rasa aneh pada lidahnya.


"Tidak apa-apa, Yang penting kamu tidak jadi pingsan."Muhammad Ali menepuk bahu putranya. setelah itu ia kembali duduk di kursi yang semula ditempatinya.


Para tamu yang menyaksikan itu tertawa riuh, Baru kali ini mereka melihat pengantin pria hampir pingsan setelah ijab Kabul.


"Baik, kita lanjutkan ke doanya!"ucapan penghulu sambil mengangkat kedua tangannya. Ricky dan Nisa mengikuti gerakan yang sama, mereka menengadahkan tangan dan mengaminkan untaian dua yang dipimpin oleh Pak penghulu.


Setelah itu, Nisa mengulurkan tangannya akan menjemput tangan Ricky. Ricky menerima uluran tangan dengan bergetar.


"Ricky, kangen kamu dingin sekali."ucap Nisa setelah kulit tangan mereka saling beradu.


Mendengar itu, Ricky semakin nervous, bahkan lidahnya terasa keluh untuk membalas ucapan wanita yang kini telah menjadi istrinya.


bisa mencium punggung tangan Ricky dengan takzim, tak lupa pula tim fotografer segera mengabadikan momen tersebut. Nisa kembali mengangkat kepalanya dan menatap ke arah Ricky dengan senyum lembut pada wajah cantiknya.


Ricky terkesima, iya masih tidak menyangka dengan apa yang terjadi atas dirinya saat ini. Bahkan dia tidak pernah berpikir untuk menikah secepat ini, apalagi wanita yang menjadi istrinya bukanlah keturunan dari orang sembarangan.


Semoga saja, setelah ini iya tidak menjadi suami tersakiti, karena perbedaan kasta diantara mereka.


"Mas, silakan dicium kening istrinya! karena ini akan diabadikan."kita seseorang yang berbicara melalui microphone.


Jangankan untuk mencium kening, berjabat tangan saja ia sudah gemetaran setengah mati. Nisa tersenyum dan mendekatkan wajahnya ke arah Ricky.


Pria itu menarik nafas panjang, tetapi ia lupa cara membuang nafas saat wajah Nisa semakin dekat.


Sehingga hampir saja ia membuang nafas lewat jalur bawah. Ricky memejamkan mata sejenak dan berusaha menguatkan diri. mungkin, setelah ini dia harus berkonsultasi ke dokter spesialis jantung. Dia takut posisi jantungnya bergeser.


Ricky mendekatkan bibirnya yang pada akhirnya benda kenyal pria itu menempel sempurna di kening sang istri. Tim fotografer kembali mengabadikan momen tersebut.


Ricky memejamkan mata, merasakan sensasi yang baru pertama kali dirasakannya. tubuhnya memanas sesuatu di bawah sana seakan bangkit, otaknya sudah traveling kemana-mana sampai Ia lupa kini sedang berada di tengah-tengah para tamu undangan.


"Ricky, kamu baik-baik saja?"tanya Nisa yang membuat pria itu langsung menjauhkan wajahnya dan kembali duduk dengan tegak.


"Payah, masa baru begitu doang juga udah ngaceng."gerutu Ricky dalam benaknya.

__ADS_1


Setelah itu, beberapa rangkaian acara telah melewati. Hingga sepasang pengantin baru itu sudah menempati pelaminan.


Beberapa tamu undangan mulai naik ke atas pelaminan untuk memberikan ucapan selamat atas pernikahan keduanya.


Begitupun dengan empat pasang suami istri yang naik ke atas pelaminan secara bergantian untuk memberikan selamat.


Siapa lagi kalau bukan Andini dan Dimas, Mariska dan Robert, Rian dan Herlan, serta Erin dan Bima. Mereka naik ke atas pelaminan dan memberikan selamat kepada Ricky dan Nisa


Tak lupa pula mereka memberikan kado pernikahan untuk sahabat mereka.


"Ricky, ingat ya aku tunggu live streamingnya nanti malam."bisik Robert tepat pada telinga Ricky yang diiringi kekehan dari pria itu.


"Aku nervous habis."balas Ricky dengan wajah yang terlihat tegang.


"Santai, jangan sampai kamu pingsan saat malam pertama."bisik Robert kembali.


"Robert, diskusi apaan sih? lama banget!"Mariska menepuk bahu suaminya yang sudah dari tadi saling berbisik dengan Ricky.


"Aku lagi ngasih pengarahan dulu Sayang, supaya nanti malam si Ricky nggak salah lubang.".ucap Robert yang membuat Nisa langsung menoleh ke arahnya.


"UPS... Sorry, Mbak Nisa. Kita cuman bercanda. sekali lagi selamat ya!"Robert memberikan ucapan selamat kepada Nisa.


"Iya, Terima kasih sudah hadir."balas wanita itu dengan senyum anggun.


"Sama-sama Mbak."Robert mengatupkan kedua tangannya Setelah itu mereka turun dan bergantian dengan Rian yang datang bersama dengan Herlan.


"Ricky, Nisa, Selamat ya."tutur Herlan memberikan ucapan selamat kepada sahabat istrinya dan juga kepada bosnya di kantor.


"Terima kasih, Herlan. dan istri kamu sudah hadir."balas Nisa dengan bibir yang tak pernah berhenti mengembangkan senyuman.


"Selamat ya, Ricky dan Mbak Nisa. ditunggu launching baby nya."ucap Rian, saat bersama dengan Ricky.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2