Terjerat Cinta Dosen Killer

Terjerat Cinta Dosen Killer
BAB 202. TEGANG


__ADS_3

Pagi hari yang indah matahari sudah memperlihatkan wajahnya di permukaan bumi. Ricky terbangun saat mendengar ketukan pintu kamar kosnya.


Pria itu mengucek mata beberapa kali untuk memperjelas penglihatannya.


"Astaga, ini sudah jam berapa? gara-gara gak ada si Bima nih, aku jadi kesiangan terus."gumam Ricky sambil bangkit dengan perlahan.


"Ini siapa lagi yang gedor-gedor pintu. Masih pagi-pagi juga. Nggak tahu apa Aku lagi berkelana di alam mimpi."gumam Ricky kembali dengan langkah yang mendekat ke arah pintu kamar kosnya.


Ricky membuka pintu kamar kos itu dengan mata masih kesadaran yang belum sepenuhnya terkumpul.


"Astaga! teriak seorang wanita membuat mata Ricky langsung terbuka lebar.


"Kamu pakai kolor aja, nggak malu apa?"Nisa menunjuk ke arah bawah Ricky.


Pria itu mengikuti Kemana arah telunjuk wanita di hadapannya.


"Anjir, Ricky langsung membalikkan tubuhnya dan berlari masuk ke dalam kamar kos.


"Ricky tunggu! teriak Nisa yang mengikuti langkah pria itu masuk ke dalam.


"Mbak Nisa, tunggu di situ! aku pakai baju dulu." teriak Ricky dari dalam kamar kos.


"Kamu baru bangun tidur ya, tadi? tanya Nisa dengan senyum mengembang.


"Iya, aku kira masih malam, eh ternyata sudah siang. Sampai aku dibangunin bidadari." celetuk Ricky yang membuat senyum pada wajah Nisa semakin merekah dengan wajah merona.


"Oh iya, ngomong-ngomong kamu ke sini mau ngapain? terus kamu tahu dari mana alamat kos aku?"tanya Ricky dengan wajah bingung


"Kamu lupa ya. Semalam kan, kamu sendiri yang ngasih tahu aku alamat kos kamu dan kamu juga ngasih tahu aku kos kamu nomor berapa." tutur Nisa yang membuat Ricky menganggukkan kepalanya.


"Iya, aku lupa. Hehehe....." pria itu nyinyir kuda sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Ya udah, sekarang kamu siap-siap kita bertemu papa aku hari ini." ajak Nisa yang membuat lutut Ricky langsung bergetar.


"Bertemu Bapak kamu? mau ngapain?


"Astaga ! Ricky, Kamu kan udah janji mau bantuin aku. Ya udah kita berangkat ke sekarang yuk, Papa aku sudah nunggu.


"Iya, sebentar aku mandi dulu. Ricky segera berlari ke kamar mandi di dalam kosnya itu.


Nisa menunggu di luar sambil bermain ponsel. Hingga Tak lama kemudian Ricky keluar sudah terlihat rapi dengan balutan celana jeans dan kemeja andalannya.


Tak lupa pula parfum yang menyeruak seakan memenuhi indra penciuman setiap orang yang berada dekatnya.


"Ayo kita berangkat ." ajak Nisa dengan penuh semangat.


"Tunggu dulu, ini kita ketemu Bapak kamu di mana? tanya Ricky sebelum Nisa melangkah menuju mobilnya yang terparkir di depan kos.


"Papa aku ada di rumah. Kita kesana sekarang!" Nisa menarik tangan Ricky dan membuat pria itu terpaksa mengikutinya.


Setelah keduanya berada di dalam mobil, Nisa langsung menjalankan roda empat itu menuju rumahnya.


Ehemmm... Mbak


"Jangan panggil saya Mbak, mulai sekarang hilangkan panggilan itu. Apalagi kalau di depan Papa bisa gawat kalau kamu manggil aku Mbak."sangkal Nisa.


"Iya, Terus nanti manggil apa dong?

__ADS_1


"Iya, manggil apa aja. Orang pacaran biasa manggilnya apa." Nisa melirik ke arah Ricky yang berwajah bingung.


"Manggil apa ya?" pria itu menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Kamu pernah pacaran nggak?" tanya Nisa


"Kebetulan belum."


"Hah!!! Belum pernah? Nisa kembali menoleh ke arah Ricky dengan wajah terkejut.


"Iya, aku kan taat peraturan agama. Pacaran itu jelas dilarang dalam agama kita."


"Masya Allah, kirain nggak pernah pacaran karena apa."


"Iya kali aku nggak pacaran, karena nggak laku. orang cakap begini."balas Ricky dengan penuh percaya diri.


"Iya, percaya kamu tampan kok mirip sama Huereng ."Nisa terkekeh.


"Ah bisa aja. Ngomong-ngomong nanti aku ngomong apa aja di depan Papa Kamu. Aku takut nanti salah." ucap Ricky


"Tidak usah takut, santai dan jangan tegang. Kamu cukup bilang iya aja. Nanti biar aku yang bantu jelaskan."


"Jadi apapun aku bilang, jawab iya, aja gitu?"


"Yes, karena aku juga bisa menebak apa yang akan Papa bicarakan sama kamu."


"Sip, kalau begitu gampang."Ricky membenarkan kerah kemejanya. Tak lama kemudian Nisa menghentikan mobilnya di halaman sebuah rumah mewah bak istana.


"Ayo turun,kita udah nyampe." ajak Nisa sambil membuka pintu mobilnya.


Kita beneran udah nyampe? ini rumah kamu bukan istana negara?" tanya Ricky Setelah turun dari mobil dan menatap rumah mewah di hadapannya.


Lutut pria itu bergetar ketika kakinya mulai menginjak lantai rumah mewah itu. Terlebih lagi gandengan tangan mesra dari Nisa membuat perasaannya bertambah tak karuan.


Wanita itu membawa Ricky ke sebuah ruangan yang cukup luas dengan sofa panjang dan terlihat mewah berada di dalamnya.


Seorang pria berusia senja sedang duduk sambil tumpang kaki.


"Hai Pa, ini pacar aku." ucap Nisa yang membuat sang ayah langsung menoleh ke arahnya.


Lutut Ricky semakin bergetar hebat. Bahkan pria itu hampir tidak bisa berdiri dengan tegak.


Keringat dingin mulai menetes pada pelipis dan telapak tangannya. Perasaannya semakin tak karuan dengan detak jantung yang semakin berdegup kencang.


"Please Ricky!!! jangan pingsan dulu." ucapnya dalam hati.


"Silakan duduk!" tita ayahnya Nisa dengan suara datar.


"Sayang, ayo kita duduk." Nisa menarik tangan Ricky dan duduk di hadapan sang ayah.


"Sudah berapa lama kamu berhubungan dengan Nisa satu tahun dua tahun?" tanya Papanya Nisa dengan tatapan dinginnya.


"Iya." jawab Ricky dengan gugup.


"Iya apa ini ? Satu tahun atau dua tahun?" tanya Papanya Nisa kembali dengan dahi mengerut.


"Dua tahun tahun Pa. Maksud kamu Dua tahun kan, Sayang." Nisa menoleh ke arah Ricky.

__ADS_1


"I...Iya." jawab pemuda itu kembali.


Kata Nisa kamu bekerja di sebuah cafe Apa itu betul?


"Iya betul." jawab Ricky tanpa ragu karena kali ini pertanyaan Papanya Nisa memang benar.


"Baiklah daripada jadi pengangguran dan beban negara."


Ricky menarik napas secara dalam-dalam ketika mendengar ucapan pria tua di hadapannya.


"Mobil punya berapa?" Tanya Papanya Nisa kembali yang membuat Ricky semakin gemetar.


"Mobil baru rencana mau kredit tahun ini," jawab Ricky spontan yang membuat mata pria berusia senja itu langsung menatap ke arahnya.


Nisa yang mendengar itu meremas jemarinya sendiri. Dia takut sang ayah akan murka.


"Oke, ingat cicilannya. Jangan sampai nunggak." tutur pria berusia senja itu dengan mata yang masih menatap tajam.


"Kalau kamu serius sama Putri saya, nikahi dia bulan ini juga. Sebelum saya menikahkannya dengan Putra pengusaha kaya raya." ucap pria berusia senja yang membuat Ricky hampir kembali terjatuh pingsan.


Tubuh Ricky bergetar hebat. Bahkan Nisa menggandeng lengan pria itu ikut merasakan getarannya.


"Tenang, tenang tarik nafas dan buang perlahan." bisik Nisa yang langsung dituruti oleh Ricky.


"Tarik lagi, buang lagi. Tarik lagi, buang lagi." bisik Nisa kembali.


"Ini kok kesannya aku kayak orang yang mau lahiran, ya?" ucap Ricky setelah merasa lebih rileks.


"Hahaha.....abisnya kamu tegang banget." balas Nisa setelah tawa kecilnya terhenti.


Papanya Nisa yang melihat interaksi dari keduanya mengerutkan keningnya.


Selama berpacaran dengan mantan kekasihnya, pria itu tidak pernah melihat putrinya tertawa di depannya.


Apalagi ketika duduk bersama dengan mantan kekasih Nisa, Nisa nampak serius tidak pernah bercanda seperti itu.


Apa mungkin karena mantan kekasih Nisa adalah seorang pengusaha dan memiliki jiwa yang sangat serius dalam hal apapun.


Berbeda dengan Ricky yang malah jarang terlihat serius.


"Jangan bercanda di depan saya." Seketika Ricky mengatupkan bibirnya rapat-rapat ketika mendengar ucapan pria berusia senja itu.


"Papa serius banget." protes Nisa


Sementara wajah Ricky kembali terlihat tegang.


"Kalau mau bercanda di kamar saja."


Seketika mata Ricky membulat dengan jantung yang terasa bagaikan senam aerobik.


"Tapi nanti setelah menikah." lanjut pria berusia senja itu yang diiringi senyum tipis pada wajah tua itu.


Namun, bukannya tenang Ricky Malah semakin merasa tegang.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2