Terjerat Cinta Dosen Killer

Terjerat Cinta Dosen Killer
BAB 199. MAU JADI PACARKU?


__ADS_3

"Permisi, lihat Ricky tidak?"suara seorang wanita cantik mengalihkan atensi kedua orang tua Mariska Begitu juga dengan Mariska yang sedang ngobrol bersama di Cafe Kampung kecil.


"Robert, ada yang nanyain Ricky. Ricky ada nggak?"teriak Mariska sambil bermain ponsel, Mariska belum mengangkat kepala dan melihat ke arah wanita yang berdiri di hadapannya.


"Sorry, Aku nanya Ricky. Ada nggak?"jelas wanita itu kembali.


Mariska mengangkat kepala dan melihat ke arah wanita di hadapannya.


"Mbak Faranisa,"ucapnya dengan wajah terkejut.


"Cafenya udah buka, ya? Tanya faranisa.


Mariska segera berdiri di depan wanita itu.


"Emmm...iya Mbak. Kebetulan kami tidak buka hari ini, karena baru selesai wisuda. Kami di sini hanya untuk makan keluarga saja untuk merayakan wisuda kami."ucap Mariska yang terlihat ramah.


"Oke, tapi aku sedang mencari seseorang."Nisa sambil mengendarkan pandangannya ke sekeliling.


"Mariska, mana tadi yang nanyain Ricky, nih orangnya masih ada."


"Ricky!"panggil Nisa yang membuat Ricky langsung melihat ke arahnya. Pria itu Mematung dengan mata yang tak berkedip beberapa detik.


"Ricky Selamat ya atas wisudanya." Nisa memberikan salam selamat kepada Ricky. Kemudian ia memberitahu maksud dan tujuannya menemui Ricky.


"Ricky, aku ke sini mau bertemu kamu, Kamu beneran mau bantuin aku, kan?"ucap Nisa dengan wajah memelas.


"Eh iya, lupa. bantuin apa, ya? kalau beneran ganteng, selang bocor, nguras Empang, sedot WC? kalau itu aku bisa." cerocos tricky yang membuat bibir Nisa mengembangkan senyuman.


"Bukan itu! kamu mau kan, jadi pacar aku?


"Apa?"


"BUGH!


Ricky menjatuhkan tubuhnya di atas lantai. seketika mata Faranisa membulat ketika melihat Ricky terbaring dengan mata terpejam.


"Ricky, kamu pingsan? Nisa segera berjongkok dengan wajah khawatir.


"Aduh, gimana ini? Tolong dong, Ricky pingsan." pinta Nisa kepada Robert dan Mariska.


"Aduh si Ricky kenapa bisa sampai pingsan begini, sih?"Mariska ikut berjongkok di samping Ricky yang masih memejamkan matanya.


"Kalau begitu, kita bawa ke rumah sakit aja, aku takut dia kenapa-kenapa,"tutur Nisa dengan wajah ketakutan.


"Mbak Nisa tenang saja, Saya punya solusinya."Robert langsung membuka sepatu, setelah itu ia membuka kaos kaki yang dikenakannya.


"Sayang, kamu sama Mbak Nisa tutup hidung dulu! biar si Rickyi aja yang menikmati aroma ini."Robert mendekat sambil membawa kaos kakinya.


Mariska dan Nisa menurut, kedua wanita itu menutup hidung demi menghindari pencemaran udara dari kaos kaki Robert.

__ADS_1


Pria itu mendekatkan kaos kaki miliknya ke arah hidung sahabatnya. Tak lama kemudian, kedua mata Ricky terbuka lebar.


"Bau bangkai, brengsek!"teriak Ricky sambil bangkit dengan cepat.


"Astaga, Itu kaos kaki apa bangkai tikus sih, bau banget!"kesal Ricky sambil memukul lengan Robert.


"Itu tuh, cara jitu untuk membangunkan orang pingsan."timpal Robert yang memakai kembali kaos kaki dan sepatunya.


"Gila, sudah berapa bulan tuh kaos kaki tidak pernah dicuci?


"Berapa bulan, ya?


"Astaga, suami kamu ini gimana sih, Mariska? Apa kamu tidak memperhatikan kebersihan suami kamu?"Celetuk Ricky yang membuat Mariska langsung menatap tajam ke arah suaminya.


"Semenjak kita magang sampai sekarang aku belum mencuci kaos kaki."jawab Robert santai.


"Buset dah!! Untung gak belatungan kaki kamu. Atau jangan-jangan di kaos kaki kamu itu sudah ada belatungnya."sahut Ricky kembali


"Bukan belatung lagi, tapi kelabang sama kalajengking ada di sini."


"Idih menjijikan! Mariska, suruh suami kamu ganti kaos kaki kek, atau suruh ganti kaki aja sekalian baunya, naudzubillah!


"Atau aku yang ganti suami aja kali ya,"timpal Mariska yang diiringi tawa kecil.


"Sayang, kok gitu sih ngomongnya?"Robert merangkul bahu istrinya dengan bibir mengerucut.


"Diam! mending sekarang kamu selesaikan masalah kamu sama Mbak Nisa, Aku mau lanjut beres-beres."Robert menarik tangan Mariska.


Mamanya Mariska dan Papanya Mariska hanya tertawa saja melihat tingkah pemuda-pemudi yang ada di hadapan mereka. Yang menurut Papanya Mariska itu tingkah yang sangat lucu. Bahkan Papanya Mariska sampai tertawa ngakak. Saat menantunya itu membuka kaos kaki dan mendekatkannya, ke hidung Ricky membuat Ricky langsung sadar dari pingsannya.


Sementara Mamanya Mariska menatap Robert dengan tatapan tajam. Mamanya Mariska merasa malu, di hadapan Faranisa menantunya memperlihatkan kalau menantunya itu penjorok.


Sementara Ricky menatap punggung kedua sahabatnya dengan perasaan tak karuan. entah kenapa, saat ini ia sangat merasa gugup karena ada Nisa di hadapannya.


Jangankan untuk menatap wanita itu, mensejajarkan tubuh nya dengan Nisa saja ia tak berani, sehingga Ricky memiringkan tubuhnya, tidak berhadapan langsung dengan wanita cantik itu.


"Ricky bagaimana?"tanya Nisa secara tiba-tiba yang membuat Ricky hampir terlonjak.


"Eh, gimana apanya? pria itu menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Please bantu aku kali ini. Kamu mau bantuin aku buat jadi pacar, aku?"tanya Nisa kembali memperjelas pertanyaannya.


"Tunggu dulu! ini pacar gimana maksudnya?"Ricky balik bertanya masih dengan posisi miring, dia sama sekali tidak berani menghadap ke arah Nisa sedikitpun.


"Ricky, lihat sini dulu! biar semua jelas."Nisa memegang bahu Ricky dan menggerakkan tubuh pria itu, agar berdiri sejajar dengannya.


Ricky tambah merasa tegang, tubuh pria itu seolah membeku.


"Ricky, sebelumnya aku mau cerita dulu.."Nisa menarik nafas panjang dan membuangnya dengan perlahan.

__ADS_1


Ricky memberanikan diri menatap wajah cantik yang terlihat sendu itu.


"Ricky, Sebenarnya aku mau dijodohkan oleh papa aku. tutur Nisa yang membuat mata Ricky seketika membulat.


"Aku mau dijodohkan sama mantan pacar aku sendiri. Sebenarnya...., ini Bukan semata karena perjodohan saja, tapi mantan aku yang meminta Papa untuk menjodohkannya denganku."tutur Nisa kembali dengan wajah sendu.


"Terus! Titah Ricky yang sedari tadi hanya diam.


"Ricky, kamu dengerin nggak sih? sergah Nisa dengan bibir mengerucut.


"Iya, aku dengerin. Makanya kamu lanjutkan dulu kisahnya, biar aku bisa berkomentar." Timpal Ricky yang kini sudah terlihat lebih rileks.


"Oke, aku pegal, kita duduk saja! Nisa menarik tangan Ricky agar duduk bersamanya.


"Sekarang silakan lanjutkan! titah Ricky kembali setelah keduanya duduk berhadapan.


"Aku lanjut.... Ricky, aku nggak mau dijodohkan sama dia, aku sudah kenal lama sama dia dan aku sudah tahu sikapnya kayak gimana. Aku nggak mau nikah sama dia, aku nggak mau!! teriak Nisa sambil menggerakkan kakinya tak karuan di bawah meja.


Tanpa Ia sadari, kaki yang cukup panjang itu mengenai sesuatu.


"Aw!!! adik kecilku." rintih Ricky sambil memegang area sensitifnya.


"Oh my God! Ricky kenapa? kaki aku tadi nendang apa?"tanya Nisa dengan wajah kaget.


"Anu...Aw!! Ricky kembali meringis, pria itu menahan sakit yang luar biasa pada area bawahnya.


"Sorry, aku nggak sengaja. Biar aku bantu pijat, siapa tahu ada urat yang keseleo."Nisa bangkit dan mendekat ke arah Reki.


"Apa? Pijat? jangan! aku nggak papa kok."tolak Ricky segera.


"Beneran nggak apa-apa?"kalau nggak mau dipijat, kita ke rumah sakit aja. Biar diperiksa sama Dokter."ucap Nisa kembali masih dengan wajah khawatir.


"Nggak, aku nggak papa kok, serius! Ricky membuang nafas kasar berusaha menghilangkan rasa sakitnya


"Baiklah kalau gitu, kita lanjutkan lagi."


"Lanjutkan? kamu mau nendang adik kecilku lagi?" ucap Ricky dengan wajah tegang.


"Hah Jadi aku tendang...."mata Nisa membulat dengan mata yang tertuju ke arah bawah Ricky. Seketika pria itu langsung menutup adik kecil miliknya.


"Sorry Ricky, Aku benar-benar nggak sengaja." ucap Nisa dengan wajah memerah.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN

__ADS_1


__ADS_2