Terjerat Cinta Dosen Killer

Terjerat Cinta Dosen Killer
BAB 222. DI CAFE


__ADS_3

Robert, Mariska dan Bima sedang bersiap membersihkan Cafe kampung kecil.


Ketiganya penuh semangat untuk memulai pekerjaan mereka. Walaupun Bima, sudah menikah dengan Erin, bahkan Hotel milik Dimas sudah diberikan untuk dikelola oleh Bima dan Erin. Tetapi sepertinya Bima belum siap menerima. Dia merasa tidak memiliki harga diri sebagai seorang suami yang menumpang hidup kepada keluarga sang istri.


Sehingga Bima masih bertahan bekerja di cafe kampung kecil milik Robert dan Mariska. walaupun gajinya tak seberapa, tapi ia merasa menikmatinya. Karena setidaknya dia dapat menafkahi istrinya, dari jerih payahnya sendiri. Walaupun tidak semewah apa yang sudah dilakukan Tuan Anggara kepada Erin.


Robert masih membatasi pekerjaan istrinya, Mariska hanya boleh mengantar pesanan saja, tidak boleh ikut beres-beres dan sebagainya.


Karena kondisi wanita itu yang tengah hamil dan cukup rentan kelelahan. "Ini si Ricky Beneran mengundurkan diri? tanya Bima setelah mereka selesai beres-beres dan siap menunggu pelanggan datang.


"Iya, secara Dia kan sudah nikah sama anak sultan,"balas Robert.


"Kayaknya si Ricky ini ketiban durian sama pohon-pohonnya, beruntung banget tuh anak."ucap Bima.


"Semoga saja, setelah ketiban durian sama pohon-pohon sedikit kagak gempor."Robert tertawa renyah.


"Yang ada tuh, dia gempor ketiban si Nisa."balas Bima kembali.


"Apa?


"si Ricky mengundurkan diri? Terus, nanti siapa dong masak-masak di sini?" pekik Mariska yang baru muncul di hadapan kedua pria itu.


"Tenang, aku sudah menyiapkan seseorang untuk menggantikan posisi si Ricky."jawab Robert dengan santai.


"Beneran? siapa? tanya Mariska penasaran.


"Sebentar lagi orangnya datang."


Tak lama kemudian seorang wanita yang mengenakan celana jeans yang dipadukan dengan baju kaos masuk ke dalam Cafe.

__ADS_1


"Tuh dia orangnya! panjang umur kamu Maya."ucap Ricky sambil menunjuk ke arah Maya.


Seketika mata Mariska hampir membulat ketika melihat Siapa yang datang.


"Hai, Selamat pagi semua!" sapa wanita yang memiliki rambut panjang itu yang diikat dengan ekor kuda.


"Selamat pagi dan selamat datang di cafe ini Maya,"balas Robert dengan ramah.


Wanita yang bernama Maya itu mengulurkan tangannya ke arah Robert yang langsung disambut hangat oleh pria itu.


"Salam Pak Bos."ucapnya dengan bibir yang mengembangkan senyuman.


"Hahaha... santai aja. nggak usah manggil Bos."balas Robert.


Setelah itu, Maya mengulurkan tangannya ke arah Mariska. Wanita yang sedang hamil itu menatap sinis ke arah rumahnya, tetangga sekaligus sahabat suaminya. Mariska kurang menyukai sosok Maya, Karena Wanita itu kerap sekali menemui suaminya dan tegur sapa dengan akrab.


Namun, Mariska tetap menerima uluran tangan Maya dengan terpaksa.


"Aku ,Bima."balas Bima Seraya menerima uluran tangan Maya.


"Selamat datang dan Selamat bergabung di cafe kita, Semoga kamu betah bekerja di sini, Maya."tutur robot yang membuat Mariska langsung menatap sinis ke arahnya.


"Terima kasih. Aku pasti betah bekerja di sini. Terima kasih juga sudah menerima aku untuk bekerja di cafe kamu ini Robert."


"it's okay. Santai saja, aku yakin kamu bisa mengolah makanan sesuai selera pelanggan."ungkap Robert.


"Pasti, Aku akan berusaha semaksimal mungkin. Kamu tahu kan sebelumnya aku bekerja di mana? wanita itu tersenyum manis.


"Jelas tahu dong. kamu pernah bekerja di salah satu resto yang terkenal di Jakarta."Robert dengan Bangka membuat senyum Maya semakin merekah.

__ADS_1


Namun, itu semua tak lepas dari tatapan sinis Mariska.


"Robert, aku mau bicara!"Mariska menari dengan suaminya ke arah dapur dan menjauh dari Maya.


"Kenapa sayang? tanya Robert setelah langkah istrinya terhenti.


"Robert, Kenapa kamu ajak dia masuk di ke cafe kita?"ucap Mariska dengan nada kesal.


"Memangnya kenapa? kita kan lagi butuh tenaga kerja dan kebetulan Maya menguasai bidang itu.


"Kenapa kamu nggak ngomong dulu sama aku? Kenapa kamu menerima orang gitu aja? kamu tidak menganggap aku bagian penting dari Cafe ini? "cerocos Mariska dengan wajah memerah dan rahang mengeras.


"Bukan begitu, sayang. Kamu tuh kenapa sih? aku ngajak Maya masuk ke sini, Karena aku udah kenal dia dan tahu kemampuan dia di bidang ini."jelas Robert.


"Aku nggak suka dia."jujur Mariska


"Nggak suka kenapa? Memangnya dia ada salah apa sama kamu? perasaan, dia baik-baik saja tidak pernah melakukan kesalahan apapun."tutur robot yang merasa heran dengan pikiran istrinya.


"Ya, aku nggak suka aja. kenapa kamu nggak nyari orang lain aja. Aku yakin, di luar sana masih banyak orang yang mau bekerja di cafe ini."Mariska melipat kedua tangannya di atas dada dengan bibir mengerucut.


"Nggak suka kenapa? kamu cemburu ya? kamu takut aku didekatin sama Maya?"tebak Robert dengan tangan yang merangkul bahu istrinya.


"Nggak usah terlalu percaya diri!"wanita itu melepaskan tangan Robert dari bahunya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2