
"Baiklah, nasi sudah menjadi bubur. Tidak mungkin juga kita membuang anak yang sudah kita besarkan sejak lahir,"tutur Sulastri kembali dengan tangan yang menghapus jejak air mata pada wajah nya yang masih terlihat cantik walaupun usianya sudah tidak mudah lagi.
"Jangan dibuang, Ma. Sebentar lagi Bima akan menerima ijazah, karena wisuda baru satu hari."ucap Bima.
"Apa?
"Jadi kamu sudah wisuda?
"Iya,Ma,"
"Wah kebangetan ini anak. Kamu wisuda tidak beritahu Mama dan Papa!!! Astagfirullah. kamu anggap apa Mama dan Papa ini."Sulastri menatap putranya dengan tatapan nyalang.
Bima bersujud di kaki kedua orang tuanya. "Bima hanya takut ini terjadi Ma. Makanya Bima tidak memberitahu kepada Mama kalau Bima sudah wisuda dan Mama akan tahu Bima sudah menikah dengan Erin." ucap Bima lirih
"Astagfirullah! Sampai kapan kamu berbohong, jika Ricky tidak lamaran hari ini? lama-lama kamu mama buang ke sungai Amazon. Biar para binatang predator di sana menelan mu hidup-hidup."
"Jangan dong Ma, sebentar lagi Bima akan jadi seorang ayah. Dan Mama, Papa akan menjadi seorang nenek dan kakek
"Bodo amat. cepat bangun! titah Sulastri dengan Ketus.
Bima bangkit dan duduk di samping sang ibu.
"Mama masih marah?"tanya Bima dengan mata yang menatap sayur wajah ibunya.
"Sudah tahu masih nanya. Harusnya, Walaupun ada kejadian seperti ini, kalau kamu mau menikah harus tetap menghubungi Mama sama Papa. jangan kayak anak yatim piatu, kamu masih punya orang tua yang lengkap Bima!"kesal Sulastri kembali.
"Iya Ma, maaf."Bima memeluk tubuh Sang Ibu dengan penuh penyesalan.
"Sudah, mendingan siap-siap bawa istri kamu pulang ke Brandan. Mama ingin memperkenalkan istri kamu orang kampung dan kita akan membikin hajatan disana. walaupun hajatannya hanya kecil-kecilan."tutur Sulastri dengan penuh penekanan yang membuat mata Bima seketika membulat.
Setelah ngobrol panjang lebar, akhirnya orang tua Bima dan Anggara beserta Dimas, menyetujui kalau besok mereka berangkat bersama ke Brandan untuk melaksanakan syukuran atas permintaan orang tuanya Bima.
Anggara dan Dimas menyetujui saja, mereka juga menghargai keputusan orang tua Bima. oleh karena itu, Dimas meminta kepada Erin untuk segera bersiap siap. Karena mereka akan segera berangkat menuju Sumatera Utara.
Oleh karena itu, sore ini Dimas dan Andini menuju sebuah pusat perbelanjaan untuk membeli beberapa barang dan juga aneka olahan yang akan mereka bawa ke Brandan.
Karena tidak mungkin juga mereka hanya datang dengan tangan kosong.
Sepasang suami istri itu datang ke toko kue yang cukup besar di ibukota.
Keduanya berencana akan membeli beberapa jenis kue untuk besok mereka bawa.
"Mas,toko kue ini bagus juga ya!"ucapkan dini saat mereka akan masuk ke dalam toko tersebut.
"Iya dong, toko kue ini milik...."
"pasti kamu mau bilang toko kue ini milik teman aku yang namanya inilah itulah."Andini mendahului ucapan suaminya."
__ADS_1
"Ya, memang kenyataannya seperti itu. toko kue ini milik teman aku, namanya Karlina."jelas Dimas.
"Halo Dimas! apa kabar?"ucap seorang wanita sambil mengulurkan tangannya ke arah Dimas.
Seketika Andini terdiam dengan mata yang memperlihatkan penampilan wanita yang terlihat glamour. Denah balutan gaun berwarna silver dan beberapa barang branded yang dia pakainya mulai dari jam tangan, gelang, kalung, dan juga anting.
"Kabar baik, Karlina. Bagaimana denganmu?"tanya Dimas kembali menerima uluran tangan wanita yang memiliki rambut lurus dan panjang itu.
Namun, sesuatu yang tak pernah terduga terjadi, wanita bernama Karlina itu mencium pipi kanan dan kiri Dimas, yang membuat darah Andini seketika mendidih.
Dimas yang mendapat serangan mendadak dari wanita di hadapannya tidak bisa berkutik. iya hanya berdua di dalam hati semoga terhindar dari amukan istrinya setelah ini.
"Seperti yang kamu lihat, aku baik-baik saja dan sehat,"tutur Karlina setelah memberikan ciuman singkat pada pipi teman lamanya.
"Oh oke. Syukurlah kalau begitu."Dimas melepaskan tangan Karlina yang masih menggenggam tangannya.
Dimas melihat ke arah sang istri yang sudah memberikan tatapan nyalang.
"Emmmm .. Karlina, kenalkan ini Andini, istriku."ucap Dimas sambil merangkul bahu Andini dengan mesra.
"Karlina, pemilik toko kue terbesar di kota yang sudah memiliki sepuluh cabang di seluruh Indonesia,"tutur wanita itu sambil mengulurkan tangan ke arah Andini.
"Andini, istri dari Dimas Anggara yang tidak suka suaminya dicium oleh wanita lain,"balas Andini sambil menerima jabatan tangan Karlina dan menggenggam erat tangan wanita itu, seolah melampiaskan kekesalannya.
"Aw, sakit banget!"lirik Karlina ketika tangannya hampir diperas oleh Andini.
"Sayang, kita cari kue sekarang yuk! Karlina, Kami mau lihat-lihat kuenya dulu, ya!"Dimas segera menggandeng tangan Andini menjauh dari Karlina.
Andini membuka tasnya dan mengambil tisu basah, wanita itu mengeluarkan beberapa lembar tisu basah dan mengelap pada pipi kanan dan kiri Dimas, bekas ciuman Karlina tadi.
"loh, kok pipi Mas Dilap?"protes Dimas.
"Diam! ini bekas ciuman ulat bulu, kalau kamu tidak mau gatal dan bentol, bekasnya harus dibersihkan."Andini terus mengelap sampai menggosok pipi suaminya.
"Tapi nggak kayak gini juga, sayang."
"Apa? nanti kamu keenakan dicium wanita lain."
"Baru kali ini, Lagian aku juga nggak tahu kalau Karlina akan mencium aku seperti tadi. Pasti karena juga menganggap ini hanya cuman sebagai sapaan saja."
"Tetap saja tidak boleh! nanti jadi kebiasaan, setiap ketemu cewek langsung cium sana cium sini. Aku nggak suka kayak gitu!"Andini mencabut satu bulu jenggot suaminya yang lumayan memanjang sampai membuat Dimas hampir berteriak karena kaget dan sakit.
"Aw, main cabut aja!"protes Dimas kembali sambil mengusap dagunya yang terasa memanas.
"Itu hukuman. Awas aja kalau berani kayak gitu lagi, aku botakin semua bulu-bulu kamu termasuk bulu yang itu!"Andini menunjuk ke arah bawah suaminya.
"Bulu apa?"Dimas tersenyum menggoda.
__ADS_1
"Bulu itu yang di bawah!"
"Iya, bulu apa?"
"Bulu betis!"balas Andini dengan Ketus.
"Hahaha .... sudah, jangan marah-marah terus. mending sekarang kita pilih kue apa aja yang cocok kita bawa ke Sumatera."
"Sepertinya, yang di sebelah sana menarik deh, Mas!"Andini menarik tangan Dimas ke arah sebelah kanan.
Keduanya berjalan beriringan, namun tak lama kemudian langkah sepasang suami istri itu terhenti ketika berpas-pasan dengan orang yang Tak asing lagi bagi keduanya.
"Heri!"sapa Dimas dengan mata berbinar.
"Dimas, apa kabar?"tanya Heri sambil mengulurkan tangannya ke arah Dimas.
"Baik-baik, Bagaimana denganmu?"keduanya bersalaman ala laki-laki.
"Aku dan istriku baik-baik saja, Dimas." Heri menuju ke arah Alena yang berdiri di sampingnya sambil menggendong bayi.
"Alena, ini anak kalian?"Dimas berjabat tangan dengan Alena, begitupun dengan Andini yang terpaksa harus berjabat tangan dengan mantan kekasih suaminya itu.
"Iya, ini anak pertama kami, namanya Rehan,"tutur Heri sambil melihat karapan mungil yang berada di dalam gendongan Alena.
"Wow, cepat sekali kalian dikaruniai anak."balas Dimas dengan wajah berbinar.
"Iya, karena kami rajin memproduksi."Heri terkekeh.
"Hebat!"Dimas menghancurkan kedua jempolnya yang diiringi tawa kecil.
"Ya, begitulah. Aku bersyukur walaupun anakku terlahir prematur, tapi dia tetap sehat seperti biasanya."tutur Heri yang membuat Andini memperjelas pendengarannya, iya mulai tertarik dengan topik yang dibicarakan pria itu.
Namun, dia merasa heran kenapa Alena Sudah dari tadi diam saja. Wanita itu sangat berbeda dengan Alena yang pertama kali ia temui.
Ingatannya juga kembali pada kejadian yang sudah lampau, di mana ia melihat foto seorang perempuan dengan kondisi mengenaskan yang dikirim kepada ponsel suaminya, benarkah wanita itu adalah Alena?"
"Prematur? tanya Dimas yang membuat Andini langsung mengalihkan tatapannya dari Alena.
"Iya, anak Kami lahir saat usia kandungan Alena masih tujuh bulan. Sebenarnya, Alena melahirkan di Indonesia dan esok kami akan kembali ke California makanya kami datang ke sini untuk mencari oleh-oleh dan kebetulan bertemu dengan kalian."tutur Heri panjang lebar.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN
__ADS_1