Terjerat Cinta Dosen Killer

Terjerat Cinta Dosen Killer
BAB 279. RIAN LAHIRAN


__ADS_3

"Herlan, papa, Ayo bawa Rian ke mobil sekarang!"titah wanita paruh baya itu kembali dengan tangan yang sibuk menunjuk-nunjuk tidak jelas.


"Iya, Ma!"Tuan Miko mendekat ke arah Rian yang masih terduduk di atas sofa.


"Rian, kita ke rumah sakit sekarang ya!"ajak Herlan Seraya melepaskan tubuhnya dari cengkraman sang istri.


"Nggak mau Bang. Nanti itu aku robek, terus dijahit sama dokter. Nggak mau! Aku mau melahirkan di sini saja!"protes Rian sambil mengelus-elus perutnya yang semakin terasa sakit.


"Rian, jangan ngaco! kamu pikir kucing apa, melahirkan di rumah?"sergah Herlan dengan kesal bercampur panik.


"Rian, kita ke rumah sakit sekarang, biar dokter segera memeriksa kondisi kamu. masak Mama melahirkan di sini? Ma makan Bukan dokter atau dukun beranak, mana mungkin bisa membantu persalinan kamu."bujuk Nyonya Laras.


"Terus mama dukun apa dong?"tanya Herlan yang sudah dari tadi memperhatikan sang ibu.


"Dukun santet! status Nyonya Laras.


"Sudah, buruan bantu Rian bawa ke mobil!"titah wanita paruh baya itu kembali dengan wajah yang semakin terlihat panik karena Rian tidak berhenti meringis kesakitan.


"Ya udah biar Papa bantu!"Miko mendekat dan akan membantu membawa tubuh menantunya ke dalam mobil.


"Ayo Pa, kita gotong Rian!"ajak Herlan yang membuat mata Rian membulat.


Ia merasa malu jika harus digotong oleh mertuanya juga.


"Stop! aku bisa jalan sendiri!"Ryan menghentikan Herlan dan Tuan Miko Pratama yang sudah siap menggotong tubuhnya.


Wanita itu berdiri dan berjalan dengan langkah mengangkang.


Herlan dan Tuan Miko menatap heran karena Rian yang berjalan lumayan cepat, Padahal tadi Ia meringan seperti orang yang tidak akan bisa berdiri.


"Bang, Ayo cepat! ngapain bengong aja!"ajak Rian yang sudah berada di ambang pintu.


"Perutnya nggak sakit lagi?"tanya heran Soraya mendekat ke arah sang istri.


"Sudah enggak,"jawab Rian santai.


"loh kok gitu? apa nggak jadi melahirkan?"tanya Herlan kembali dengan wajah yang semakin terlihat heran.


"Orang yang mau melahirkan memang begitu. sakitnya nggak sekaligus, ini paling masih pembukaan awal. Nanti sakitnya lagi dan menambah pembukaan. Tapi kita ke rumah sakit aja dulu. supaya bisa segera diperiksa dokter dan menyiapkan semuanya."jelas Nyonya Laras kembali.

__ADS_1


"Setelah itu, mereka semua menaiki mobil yang sama untuk menuju rumah sakit.


Di perjalanan, Rian kembali merasakan sakit pada perutnya. bahkan wanita itu tak segan-segan untuk berteriak yang membuat telinga suami dan mertuanya memanas.


Herlan menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia merasa Tak tega saat mendengarkan istrinya berteriak kesakitan.


Mereka tiba di rumah sakit dengan cepat, Rian segera dibawa ke ruang bersalin. Herlan senantiasa berada di samping sang istri, pria itu ikut masuk ke dalam ruang bersalin mendampingi istrinya.


Dokter dan ditemani beberapa suster segera mengecek keadaan ibu hamil yang sudah mulai kontraksi itu.


"Bang, perut aku semakin sakit!"berada di atas branker dan dipasang jarum infus.


"Sudah pembukaan delapan, Bu. dua lagi pembukaannya akan lengkap. jangan mengejan sebelum waktunya ya!"tutur dokter setelah memeriksa keadaan Rian


"Dokter anu saya tak akan robek kan?"terus nggak akan dijahitkan dokter? tolong dokter jangan sampai robek ya! kasihan nanti suami saya! cerocos Rian yang membuat mata Herlan membulat.


"Kalau tidak mau robek dan dijahit, usahakan jangan mengejar Ibu jangan mengangkat bokong ya!"saran dokter yang menangani Rian.


"Biar nggak ngangkat gimana tuh dokter? apa bokong saya harus di lem?"tanya Sian kembali membuat dokter itu menggelengkan kepalanya.


Seumur-umur menjadi seorang dokter, Baru kali ini ia menemukan wanita yang akan melahirkan tapi melemparkan banyak pertanyaan yang aneh-aneh.


Herlan mendekat dengan wajah tegang, bahkan pria itu mengeluarkan keringat dingin dengan tangan bergetar.


"Kamu yang kuat ya!"Herlan memegang tangan Rian, berusaha menguatkan sang istri.


"Yang kuat, yang kuat! ini tuh sakit! bikinnya aja enak, ngeluarin nya sakit banget,"cerocos Rian dengan nada kesal.


"Iya, kamu yang sabar ya!"Herlan mengusap kening istrinya yang terdapat beberapa buliran keringat.


"Aw! sakit banget Bang. rasanya kayak mau mati. Ekhhh....."Rian mengejan, wanita itu mencengkram erat tangan suaminya sebagai pegangan.


"Sabar, sayang. Kamu pasti kuat!"Herlan berusaha menguatkan sang istri, meskipun hanya sendiri ikut merasa takut saat melihat Rian mengejan.


"Ekhhhh.... sakit Bang. kalau aku meninggal gimana Bang? ini sakit banget, nyawa aku kayak udah di ujung tanduk."rintihan dengan suara yang terdengar pasrah.


"Kamu jangan ngomong kayak gitu, kamu pasti bisa. Ayo, sayang kamu kuat!"Herlan mencium pucuk kepala istrinya dengan lembut.


"Ayo sedikit lagi Bu. kepalanya sudah kelihatan. Tarik nafas dan buang perlahan!"Dita dokter yang membantu persalinan

__ADS_1


"Eeeekkkh..."Ryan kembali mengejan dengan tangan yang mencubit perut, bahkan Rian kulit perut Herlan yang membuat pria itu ikut meringis dan hampir mengejar seperti dirinya.


"Sedikit lagi, Bu!"ucap dokter itu kembali.


"Bang sakit, Allahu Akbar!!! Eeeekkkh...."Rian mengejan dengan nafas panjang.


"Oaaaaa..... oaaaaa...."


BUGH


Rian menjatuhkan kepala dan tangannya di atas bunker, wanita itu memejamkan mata dengan tubuh yang terlihat lemas.


"Astagfirullah, Rian bangun!"Herlan mengguncang tangan istrinya yang terlihat lemas.


Herlan semakin panik saat Ryan tak kunjung membuka matanya.


Wanita yang baru melahirkan seorang bayi mungil itu saya akan tak sadarkan diri.


"Rian bangun Rian! kamu kenapa seperti ini? Rian kembali mengguncang kedua baru istrinya, namun masih tak ada respon.


Rian memejamkan matanya dengan sempurna, seolah tak peduli dengan suara tangis bayi yang baru keluar dari rahimnya.


"Rian Sayang bangun! lihatlah anak kita, dia sudah keluar, dia sudah menangis. Ayo bangun! Herlan menepuk-nepuk kedua PP istrinya yang terlihat pucat.


Rian tak menggerakkan tubuh sedikitpun.


"Rian, aku mohon bangunlah!"Herlan tak dapat menahan kesedihan, pria itu meneteskan air matanya dan memeluk tubuh lemah sang istri


"Dokter, tolong dokter! istri saya kenapa seperti ini?"teriak Herlan yang semakin bertambah panik.


Dokter yang baru selesai memotong ari-ari pada bayi itu mendekat ke arah Rian dan setelah memeriksa keadaan wanita yang baru saja melahirkan.


" Keadaannya sangat lemah, istri bapak kelelahan dan kehabisan tenaga. kami akan memeriksa lebih lanjut,"tutur Dokter tadi saya mengambil beberapa alat untuk memeriksa pasiennya.


Sedangkan bayi mobil itu sedang dibersihkan oleh beberapa perawat yang ikut membantu persalinan.


Herlan menatap istrinya yang terbaru lemah dengan sorot mata nanar. Buliran bening tak berhenti mengalir dari matanya.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2