
Andini merasa tidak nyaman, hatinya memanas. Ketika melihat sang suami sedang berbicara serius dengan dua orang wanita. Yang mana kedua wanita itu sama sekali tidak dia kenal.
Nyonya Laras, bangkit berdiri. Dia tahu kalau saat ini putrinya sedang dilanda gundah gulana. Ketika melihat menantunya itu duduk bersama dua orang wanita, di restoran yang sama di mana mereka berada saat ini.
"Kamu Jangan berpikir yang macam-macam, bisa saja dua wanita itu merupakan kliennya Nak Dimas."ucap Nyonya Laras mencoba menenangkan hati putrinya. Walaupun sebenarnya Nyonya Laras merasa penasaran.
Tiba-tiba, seorang pelayan datang menghampiri Nyonya Laras dan Andini dengan membawakan nampan berisi menu makanan yang sudah mereka pesan.
Pelayan itu menghidangkan satu bersatu makanan yang dipesan oleh Nyonya Laras dan juga Andini."silakan Mbak, Bu."ucap pelayan itu sambil mengembangkan senyumnya. Kemudian dia berlalu meninggalkan meja yang ditempati oleh Nyonya Laras dan Andini. Tiba-tiba saja kaki pelayan itu tersandung.
Hal itu mengalihkan atensi, para pengunjung yang ada di restoran itu. Andini bangkit berdiri, mencoba membantu pelayan tersebut yang saat ini terjatuh.
"Mbak tidak apa-apa? tanya Andini sembari membantu wanita itu bangkit berdiri.
"Nggak apa-apa Mbak, kaki saya tersandung kemeja tapi nggak apa-apa kok. Terima kasih ya Mbak." ucap wanita itu sembari meninggalkan Andini dan nyonya Laras.
Dimas yang sedang berbicara dengan dua wanita yang berada di restoran yang sama, langsung bangkit berdiri melihat sosok istri dan mertuanya berada di satu restoran yang sama dengan dirinya.
"Sayang!! mama!" ucapnya sembari langsung menghampiri Andini dan juga Nyonya Laras.
"Loh kamu di sini Mas? tanya Andini pura-pura tidak mengetahui keberadaan suaminya di sana.
"Iya, Mas ada meeting dengan klien, Bagaimana kalau kita gabung saja. mari aku kenalkan dengan klien baru Mas." ucapnya sembari menggandeng tangan Andini berjalan menghampiri kedua wanita yang saat ini menatap Dimas dan Andini.
"Tapi Mas, makanannya sudah ada di meja ini."
"Kalau masalah ini, tinggal bilang sama pelayan biar dipindahkan ke meja sana."ucapnya sambil mengajak Andini dan nyonya Laras bergabung dengan dirinya.
Dimas meminta kepada pelayan memindahkan menu makanan pesanan Andini dan nyonya Laras kemeja yang sama dengan dirinya.
__ADS_1
"Hai, Maaf sudah membuat kalian menunggu. Perkenalkan ini namanya Andini istri saya. Dan Ini Nyonya Laras ibu mertua saya." Dimas memperkenalkan Nyonya Laras dan juga Andini kepada dua orang wanita yang menjadi klien Dimas saat ini.
Andini pun mengulurkan tangannya Begitu juga dengan Nyonya Laras. Kedua wanita itu sering menatap lalu menerima uluran tangan Andini dan juga Nyonya.
"Maaf, kalau kami mengganggu acara meeting kalian."ucap Andini merasa tidak enak hati. Karena dirinya merasa mengganggu acara suami dan klien suaminya.
Andini di samping kanan Dimas sementara Nyonya Laras duduk di samping kiri Dimas. gini mereka menikmati menu makanan yang sudah dihidangkan di atas meja.
Setelah selesai menyantap menu makanan itu, kedua wanita itu berlalu setelah persetujuan kerjasama yang akan mereka jalani dengan perusahaan yang dipimpin oleh Dimas sudah ditandatangani.
"Maaf Pak Dimas, sepertinya kami harus undur diri. Karena masih ada hal penting yang saat ini harus kami kerjakan."ucap kedua wanita yang duduk di hadapan Andini dan juga Dimas.
"Oh iya, Terima kasih atas kerjasama ini mudah-mudahan kerjasama kita berjalan dengan lancar."ucap Dimas sembari bangkit berdiri memberi salam kepada kedua wanita itu.
***
Sementara itu, di sebuah rumah mewah, tiga orang yang menjadi Tuan rumah sedang melangsungkan makan malam.
Pasalnya, Tuan Arnold jarang makan bersama di rumah. Namun, malam ini mertuanya itu mengajak makan malam bersama dan membuat reggae Grogi setengah mati. takut jika gerakannya salah atau bahkan cara bernafasnya juga salah.
"Bagaimana keadaan perusahaan?"tanya pria yang sudah hampir berusia senja itu membuat jantung Ricky semakin berdebar kencang.
"Baik, kita juga mulai bekerja sama dengan beberapa perusahaan."jawab Nisa dengan santai.
Berbeda dengan Ricky yang terlihat tegang bahkan hampir tak dapat bergerak sedikitpun.
"Bagus, Papa sudah menyerahkan semuanya kepada kalian. Papa harap, kalian bisa menggarap perusahaan itu dengan baik. karena tidak ada yang bisa Papa percaya lagi selain kalian."tutur Tuan Arnold dengan wajah serius.
"Papa tenang saja, Nisa dan Ricky pasti bisa menghandle semuanya."balas Nisa kembali sambil menyiapkan satu sendok makanan ke dalam mulutnya.
__ADS_1
Sementara Ricky masih terdiam, nafsu makannya seketika hilang.
Bukan karena ucapan mertuanya yang membuat nafsu makannya hilang, tetapi ia merasa sangat grogi ketika mertuanya itu membahas perusahaan.
"Baiklah, Papa sudah selesai makan. kalian lanjutkan saja!"Tuan Arnold meletakkan sendok dan garpu yang dipegangnya di atas piring kosong bekas makannya.
Namun, sebelum itu ia menatap ke arah Ricky dengan serius dan memperhatikan menantunya itu secara intens, yang membuat kaki Ricky gemetar di bawah meja.
Pria itu menundukkan wajahnya, takut jika mertuanya akan berbicara sesuatu yang tidak ingin didengarnya.
"Ricky!"Panggil Tuan Arnold dengan nada serius dan Tatapan yang masih tertuju ke arah menantunya.
"Iya,Pa."jawab Ricky dengan nada sedikit bergetar karena grogi.
"Hati-hati lengkuasnya kemakan!"Tuan arnol menunjuk ke arah piring di hadapan Ricky yang berisi nasib dan rendang daging.
Seketika Ricky mengarahkan pandangannya pada piring itu dan membuang nafas lega.
Dia pikir mertuanya itu akan berbicara sesuatu.
"Hahaha... Papa lucu sekali."Nisa memecahkan tawanya.
"Lanjutkan kembali makannya. Ricky, makan yang banyak ya! biar tubuhmu sedikit berisi. sekarang kamu bukan mahasiswa lagi, coba kumisnya lebih ditebarkan sedikit."tutur Tuan Arnold kembali yang membuat Ricky lagi-lagi berubah menjadi tegang.
"Papa cuman bercanda. biar kamu tidak terlalu tegang!"Tuan Arnold bangkit dan menepuk bahu Ricky. Pria yang sudah berusia senja itu meninggalkan ruang makan.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN