Terjerat Cinta Dosen Killer

Terjerat Cinta Dosen Killer
BAB 105. DI DUGA BUNUH DIRI


__ADS_3

Almira diduga menghabisi nyawanya sendiri karena ditemukan sebuah botol kecil yang berisi racun serangga pada genggaman wanita itu.


Seluruh kampus heboh dan membuat kegiatan belajar mengajar menjadi terganggu.


Huru-hara itu berlangsung sampai waktu hampir malam.


Andini yang mendengar dan melihat jasad Almira yang mengenaskan itu menjadi gelisah sendiri.


Kedua teman Almira tidak tahu menahu tentang apa yang terjadi sebenarnya dengan sahabat mereka.


Yang jelas beberapa hari ini Almira terlihat murung dan jarang berinteraksi dengan mereka.


Bahkan sebelum kejadian itu pun Almira Berangkat lebih awal dari biasanya.


Namun yang membuat Andini heran, kenapa Bagas tidak terlihat di kampus saat kejadian itu.


Bahkan motor Bagas yang biasanya terparkir di parkiran kampus tidak terlihat sama sekali.


Hingga malam itu Andini masih terlihat gelisah.


wanita itu mondar-mandir tak karuan di dalam kamar, dengan keringat dingin yang terus menetes pada pelipisnya.


Plak!


"Astaga!!!! Andini berteriak dengan kencang saat merasakan tepukan pada bahunya.


" Astagfirullah Mas!" ucapnya sambil mengusap dada ketika membalikkan badan dan melihat suaminya Tengah berdiri di hadapannya dengan wajah heran.


" Kamu kenapa? Kok sedari tadi kayak gelisah gitu?" Dimas menatap wajah istrinya dengan intens.


"Mas aku masih kepikiran sama Almira." jawab Andini sambil meremas jemarinya yang terasa dingin.


" Memangnya kenapa sayang? Mariska dinyatakan mengakhiri hidupnya sendiri dan meminum racun, Mungkin dia punya masalah yang menurut dia tidak bisa diselesaikan.


"Mas sebenarnya.... "Andini kembali meremas jemarinya yang terasa basah oleh keringat yang keluar dari telapak tangannya.


"Sebenarnya apa sayang, kamu tahu sesuatu tentang Almari Dimas menggenggam jemari istrinya yang sudah ditarik, tidak berhenti bergerak.


" Andini hanya mengangguk dengan wajah tegang.


"Apa? kamu tenang dulu ya. Dimas menarik tangan istrinya agar duduk di atas kasur.


" Katakanlah, kamu tahu apa tentang Almira? tanya Dimas kembali setelah kedua nya duduk di tepi ranjang.


"Sebenarnya..... Almira sedang hamil." jawab Andini dengan nada suara pelan


"Hamil? Bukankah Almira belum menikah? Dimas menatap wajah sang istri dengan alis saling bertautan.


" Iya Mas. Mungkin hal ini yang membuat Almira memilih untuk mengakhiri hidupnya.


" Siapa yang menghamili Almira?


Andini terdiam ketika mendengar pertanyaan suaminya kembali.


" Apa kamu tahu siapa yang menghamili Almira? tanya Dimas kembali yang membuat Andini hanya mengangguk


"Siapa sayang?"

__ADS_1


" Bagas." jawab Andini dengan wajah tegang.


" Bagas mantan kamu itu?" tanya Dimas lagi untuk memastikan.


"Bukan mantan, tapi teman dekat." wanita itu masih terlihat tegang dan syok.


"Kamu tahu dari mana Kalau Almira sedang hamil?


"Tespek... tespek yang waktu itu mas Tunjukkan sama aku, ternyata itu milik Almira yang jatuh di UKK." jelas Andini


" Oke, sekarang kamu tenang ya. Pihak kampus akan memberitahu soal ini kepada keluarganya." Dimas mengusap bahu istrinya supaya bisa tenang.


" Mas, aku cuma nggak nyangka aja Almira akan melakukan hal Senekad Itu sampai menghabisi nyawanya sendiri."


"Mungkin dia merasa ini adalah konflik besar dan tidak bisa diselesaikan. Inilah pentingnya seorang wanita menjaga diri dan kehormatan.


" Iya Mas, aku bersyukur dinikahi kamu dan terhindar dari masalah yang sangat merugikan seperti Almira


" Mas juga bersyukur kamu tidak dijebol Si Bagas duluan."


" Mas, aku ini masih bisa jaga harkat dan martabat aku sebagai wanita. Ngak mau melakukan hal yang sangat merugikan.


" Iya, kamu kan pintar." Dimas mencolek dagu istrinya.


"Nggak usah meledek.


" Ini lagi muji, bukan meledek sayang."


"Masa? serasa terbang aku dipuji dosen sendiri. nanti kasih aku nilai yang bagus ya. Andinj mengangkat kedua alisnya.


Tergantung Bagaimana pelayanannya Dimas senyum getir


****


Sementara itu Robert dan Mariska masuk ke dalam kamar secara bersamaan setelah mereka selesai makan malam.


Mariska mengikuti langkah Robert dan merapatkan tubuhnya pada sang suami.


" Kamu kenapa sih mepet-mepet gini?tumben." Robert menatap ke arah wajah Mariska yang terlihat tegang.


"Kamu antar ke kamar mandi, yuk? minta Mariska dengan wajah memelas


"Mau ngapain? " itu kamar mandi dekat. Ngapain harus diantar? " Robert menunjuk ke arah pintu kamar mandi di dalam kamar mereka.


"Aku takut bayangan waktu aku buka pintu kamar mandi dan langsung lihat mayat si Mariska berputar terus di kepala aku." cicit Mariska dengan wajah yang berubah menjadi ketakutan.


"Ya elah, dasar penakut."


"Pleasess antar aku yuk." Mariska menarik tangan Robert ke arah kamar mandi.


" Kamu tungguin aku di sini ya. Awas kalau pergi selangkah aja." ucap Mariska Seraya masuk ke dalam kamar mandi.


" Iya, tapi pintunya jangan ditutup." Tita Robert


" Loh kenapa? entar kamu malah Ngintip lagi.


" Memangnya kamu berani sendirian di dalam kamar mandi. Nih ya, katanya yang mati kayak si Almira itu arwahnya masih gentayangan mengikuti orang yang pertama kali menemukannya. " jelas Robert yang membuat bulu Kuduk madiska Langsung berdiri.

__ADS_1


"Yang benar kamu? " Robert jangan ngada-ngada. tanya Mariska dengan wajah ketakutan.


"Ya benarlah, tetangga aku kan dulu pernah ada yang mati gantung diri. Itu dia gentayangan terus ngikutin orang yang pertama kali menemukannya."


" Robert....Ih! aku takut nih."


"Udah Makanya pintu kamar mandi jangan ditutup biar aku jagain kamu di sini.


"Tapi kamu nggak akan ngintip kan?


" Ngapain ngintip, mending aku lihat langsung aja. kan, pintunya terbuka. "kekeh Robert.


" Nyebelin kamu! Aku beneran ini. kalau tak aku ngompol di kasur gimana?


" Ya, janganlah. Udah buruan masuk sana."


" Awas kamu jangan ngintip! " ancam Mariska sambil menunjuk wajah Robert.


" Iya udah cepetan! Entar aku tinggalin lama-lama.


" Iya iya, sebentar doang kok. "Mariska masuk ke dalam kamar mandi tanpa menutup pintu.


Wanita itu membuang hajatnya dengan buru-buru, rasa takutnya seolah meronta ketika ia sendirian berada di dalam kamar mandi.


" Buset....Astaga!!! " Robert mengusap dadanya sendiri bersama menenangkan detak jantungnya yang mulai abnormal.


" Kamu kenapa? tanya Mariska setelah keluar dari kamar mandi


" Emmmm......nggak apa-apa, tadi aku lihat penampakan.


" Hah! penampakan apa? Mariska merapatkan tubuhnya ke arah Robert.


" Anu warnanya putih mulus.


" Pocong!!!!!" teriak Mariska Seraya menarik tangan Robert dan menarik ke arah ranjang.


Wanita itu segera naik ke atas kasur dan menarik selimut sampai menutupi bagian tubuhnya.


" Kamu sini aja deh, aku takut. Mariska menepuk lahan di sebelahnya.


" Tumben kamu nggak nyuruh aku tidur di bawah?


" Aku takut, kamu tidur di sini aja ya."


" Enggak ah! nanti aku kamu tendang lagi sampai jatuh. " elak Robert sok jual mahal.


" Kali ini aku janji nggak akan menendang kamu. cepatlah kamu tidur di sini saja. Aku nggak akan bisa tidur kalau sendirian, Mana tuh muka pucat Si Almira kebayang-bayang terus." Mariska terlihat begitu ketakutan.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK


"Aku Ibu Mu, Nak"

__ADS_1



__ADS_2