Terjerat Cinta Dosen Killer

Terjerat Cinta Dosen Killer
BAB 22. MEMINTA CERAI


__ADS_3

Pagi hari yang indah matahari sudah memperlihatkan wajahnya di permukaan bumi. Dimas menghela nafas panjang melihat istrinya masih tertidur di bawah tempat tidurnya Dengan alas selimut tebal.


Perlahan Dimas bangkit dari pembaringannya lalu masuk ke dalam kamar mandi. Berniat untuk membersihkan diri.


Andini yang mendengar suara jam alarm ponselnya terdengar. Ia pun akhirnya terbangun setelah Dimas berada di kamar mandi. Setelah selesai melakukan ritual mandinya, Dimas keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada handuk masih melilit di pinggangnya.


Sementara Andini masih baru terbangun dan membereskan tempat tidurnya.


"Kamu tahu kewajiban seorang istri itu hanya patuh kepada suaminya? saya masih bisa memaklumi Kalau kamu tidak bisa masak, tidak bisa bersih-bersih rumah. Tapi saya tidak bisa memaklumi Kalau kamu tidak bisa menurut dan patuh terhadap perintah saya." Ucap Dimas yang membuat Andini langsung menghentikan aktivitasnya dan menghadap ke arah Dimas.


"Oh, jadi saya harus nurut dan patuh kepada bapak, sebenarnya Bapak ini menikahi saya untuk menjadikan istri atau seorang budak?"tanya Andini dengan wajah yang menengadah ke arah Dimas. Karena tinggi pria itu cukup jauh dengannya.


"Saya memerintah kamu dalam hal kebaikan. Saya tidak minta yang macam-macam dari kamu, Saya hanya meminta Kamu turuti perintah saya," ucap Dimas kembali, membuat Andini semakin geram.


Baru kali ini pria itu berbicara panjang lebar dengan nada yang terdengar kesal. Sambil menggunakan pakaiannya, Ia terus berceloteh.


"Maaf saya tidak bisa menuruti semua perintah bapak. Jika Bapak menginginkan istri yang seperti itu, silahkan cari lagi. Saya bukan orang yang tepat."


"Kenapa kamu tidak mencobanya? Saya hanya ingin merubah kamu menjadi lebih baik. Membuang kebiasaan buruk kamu, nongkrong sampai larut malam, pergi balapan liar, kamu perempuan apa laki laki sih, jangan melupakan pelajaran di kampus, sementara kamu sebentar lagi akan skripsi.


"Tidak perlu menggurui ku, aku nongkrong sama teman-teman kampus juga tidak melupakan kewajibanku sebagai seorang mahasiswa. Aku tidak pernah lupa mengerjakan tugas yang diberikan dosen kepadaku. Bahkan nilaiku tidak pernah di bawah rata-rata.


"Jujur Dari awal saya memang tidak setuju dengan pernikahan ini, Kenapa Bapak tidak menceraikan saya saja?"sanggah Andini dengan mata yang mulai memanas.


"Cerai? Apa kamu yakin jika bercerai dengan saya kamu akan menemukan lelaki yang lebih baik dari saya?


Dimas menatap istrinya yang mulai berembun. Ia yakin Gadis itu sebentar lagi akan menangis.


"Yakin! karena saya tidak pernah menemukan Sisi baik dari bapak! dari dulu semenjak saya mengenal bapak dan mengajar di kelas saya, bapak selalu mengejek dan mengolok-olok saya. Saya selalu salah di mata Bapak, Kalau memang saya wanita separuh dewa, atau separuh wanita dan separuh pria, mengapa bapak bersedia menikahi saya? Andini menunjuk dada Dimas dengan telunjuk mungilnya.


Setelah gadis mengutarakan unek-uneknya gadis tersebut segera membalikkan badan dan masuk ke dalam kamar mandi. Ia menutup pintu kamar mandi dengan keras, seolah melarang suaminya untuk mengikutinya.


Dimas mengusap wajahnya dengan kasar, sikap Andini sangat kekanak-kanakan sekali di matanya.

__ADS_1


Pria itu melenggang keluar kamar lalu masuk ke kamar yang ia jadikan tempat kerja, setelah ia selesai menggunakan pakaiannya.


****


Setelah Andini keluar dari kamar mandi ia meneliti seisi ruangan tidak ada sosok Dimas di sana.


"Ke mana pria itu?


"Ah apa peduli aku, setelah berpakaian rapi dan bersiap berangkat ke kampus Andini mengedarkan pandangannya ke seluruh rumah. Namun, wujud suaminya masih belum terlihat.


"Mungkin dia sudah berangkat,"gumamnya keluar dari rumah.


Tetapi dahinya langsung mengerut ketika melihat mobil milik Dimas masih terparkir di garasi.


Andini kembali melupakan hal yang bersangkutan dengan suaminya, Ia segera berjalan ke arah ojek online yang sudah dipesannya dan langsung meluncur ke kampus. Tanpa mempedulikan suaminya.


Setelah tiba di kampus, Ia langsung menghampiri kedua temannya yang juga baru tiba di parkiran.


"Hai guys!"sapa Andini kepada Rian dan juga Robert yang baru saja turun dari motornya.


"Oh iya, motor ninja warrior kesayangan kamu di mana? biasanya kamu tidak pernah terlepas dari motormu itu. Kan, kamu sudah menganggap motor warrior mu itu seperti pasangan kekasih kamu"tiba-tiba Robert bertanya kepada Andini.


"Andini tidak langsung menjawab, lalu ia pun nyengir kuda. He he he, ada insiden sedikit, jadi motorku sekarang masih berada di bengkel."sahut Andini berbohong


"Kok nggak minta ayang beb Bima yang menjemputmu?"tanya Rian


"Apaan sih kalian? setiap hari juga aku mengendarai motor ninja warrior kesayanganku, dan setiap hari juga aku selalu semangat seperti ini."sangkal Andini sambil mengibaskan rambut panjangnya.


"Eh, Pak Dimas belum datang ya?"tanya Mariska yang membuat Andini langsung tersentak.


"Ngapain kamu nanyain pak Dimas? dosen paling killer sejagat universitas Itu."gerutu Andini sewot.


"Ya elah, kamu sewot banget sih dengar aku nanyain pak Dimas. Kamu cemburu, ya?"ucap Mariska yang tiba-tiba saja nongol di sana.

__ADS_1


"Enggak! ngapain pula aku cemburu? Memangnya dia siapa, aku? kamu tidak tahu kalau mahasiswa yang paling dibenci oleh dosen killer itu adalah Aku. Apa kamu tidak dengar kalau dia terus mengolok-olok ku? dia sepertinya sangat membenciku. Entah apa yang membuat dirinya benci kepadaku.


Padahal aku tidak pernah mencari masalah dengannya, aku selalu mengerjakan tugas-tugas dan tidak pernah melupakannya. kamu tahu sendiri bukan, kalau dosen dosen lain selalu memuji kecerdasanku."ucap Andini sedikit menyombongkan diri.


Tiba-tiba suara klakson mobil langsung mengalihkan pandangan mereka.


sebuah mobil berwarna metalik terparkir tepat di samping mereka.


Andini menatap mobil yang Tak asing lagi di matanya itu dengan mata menyempit.


Tak lama kemudian seorang pria dengan balutan kemeja berwarna hitam keluar dari mobil itu. Andini langsung memalingkan wajahnya ke arah lain, ketika pandangan Dimas tertuju ke arahnya.


"Oh my God. Pak Dimas baru juga diomongin sudah datang, kayaknya ini bakalan jodoh aku deh."seru Mariska dengan mata yang menatap penuh kagum karena dosen yang sedang berjalan dengan gagah.


"Pak Dimas tunggu!"Mariska segera berlari dan menghadang langkah dosennya.


Andini yang melihat itu terdiam dengan mata yang seolah menyelidik. Dimas menghentikan langkahnya dan melihat ke arah mahasiswa yang sedang senyum-senyum di hadapannya.


"Ada apa?"tanyanya dengan nada datar


"Saya mau menanyakan materi yang kemarin Pak. saya kurang paham,"jawab Mariska sedikit gugup.


"Nanti, saya masuk lagi ke kelas kalian, kamu bisa menanyakannya di sana." balas Dimas dan kembali melanjutkan langkahnya. meninggalkan Mariska yang perlahan memudarkan senyuman Mariska.


"Ya Allah tuh cowok dingin banget, kayak es dari kutub Utara, tapi kok hati aku malah semakin meleleh saat melihat wajah tampannya, Oh dosen tampanku I love you full,"seru Mariska dengan wajah berbinar seperti orang yang lagi kasmaran.


"Jangan ganjen!"sergah Andini dengan wajah kesal dan langsung meninggalkan Ryan Robert dan Mariska.


"Tuh anak Kenapa sih? sensi melulu." ucap Mariska kepada Rian dan juga Robert, yang dibalas gelengan kepala dari Rian dan Robert.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2