Terjerat Cinta Dosen Killer

Terjerat Cinta Dosen Killer
BAB 194. MANJA MANJA


__ADS_3

"Robert totalnya berapa?"tanya Dimas yang sudah menghabiskan makanannya.


"Sebentar ya, Pak. Saya ambil catatannya dulu."Robert bangkit dan Tak lama kemudian mengambil catatan semua makanan yang dipesan.


Dimas segera mengeluarkan kartu atm-nya dan membayar semua makanan yang tadi dipesannya.


"Kalian lanjutkan saja makannya ya! semuanya sudah saya,"ucap Dimas sambil memasukkan kembali dompetnya ke dalam saku celana.


"Terima kasih Pak,"ucap semuanya secara serentak.


"Sama-sama, Saya pulang duluan ya!"Dimas bangkit yang langsung disusul oleh Andini.


"Woi aku duluan ya!"ucapkan dini Seraya menggandeng lengan Dimas dan siap melangkah bersama.


"Hati-hati nyonya!"balas Rian dan Mariska serentak.


"Erin, Kakak mau pulang ke rumah kakak, kamu hati-hati ya!"Bima, jaga Erin baik-baik!"ucap Dimas dengan nada yang lebih terdengar seperti sebuah ancaman.


"Oke, Kakak juga hati-hati,"balas Erin sebelum kakaknya keluar dari tempat itu.


Sementara Bima hanya terdiam tanpa ekspresi. keduanya keluar berbarengan dari kafe itu.


Namun, saat tiba di halaman Cafe, Andini terdiam, wanita itu melepaskan gandengan tangannya dari Dimas dan menghentikan langkah.


"Sayang, kok berhenti? kenapa? tanya Dimas yang juga ikut menghentikan langkah dan membalikkan badan ke istrinya.


"Mas, Aku kenyang,"ucapkan ini dengan nada yang terdengar manja. tangan wanita itu mengelus perutnya yang mulai terlihat membuncit.


"Kirain kenapa. tadi kamu makan banyak ya?"


"Nggak juga, Mas. Cuma tiga porsi.


"Tiga porsi? Dimas membulatkan matanya.

__ADS_1


"Hehehe..... Habisnya, energi aku terkuras saat sidang skripsi, makanya aku makan banyak biar energi aku kembali dan kuat bawa anak kamu kemana-mana."Andini yang mirip dengan tangan yang terus saja mengelus perutnya.


"Ya, udah. Ayo kita masuk!"Dimas menarik pelan tangan istrinya untuk segera masuk ke dalam mobil. Andini menurut dan duduk sambil menyandarkan tubuhnya pada jok mobil.


"Jangan lupa pasang seat belt!"Dimas memasangkan seat belt pada tubuh istrinya.


"Terima kasih sayang, ucapkan dini sambil melemparkan playing kiss ke arah Dimas.


Dimas terdiam sejenak ketika melihat tingkah istrinya.


"Genit banget."celetuknya dengan dahi mengerut, tetapi bibir pria itu menyunggingkan senyuman.


"Biarin, Aku lagi pengen genit dan pengen manja sama kamu."Andini menarik lengan Dimas dan menyandarkan kepalanya pada lengan berotot pria itu.


"Kamu kok aneh banget, tiba-tiba jadi begini. makan apa sih tadi? tutur Dimas dengan mata yang masih tertuju ke arah wajah istrinya.


"Kayaknya, tadi aku kebanyakan makan yang manis, makanya jadi begini."


"Nggak apa-apa Mas. asal sama kamu, di mana pun aku akan merasa nyaman."


"Kamu mabuk ya!"Dimas terkekeh.


"aku mabuk cintamu, Mas."


"Benar ini, pasti ada yang gak beres sama makanan di cafe si Robert.


"Hahaha .... canda Mas."Andini tertawa kencang. Sementara Dimas masih menatap dengan wajah heran.


"Aku bercanda, Mas. Aku cuman pengen manja-manja aja sama kamu. aku lagi mengingat sikap aku yang dulu ke kamu."


"Sikap kamu yang dulu, yang selalu menghindar dari aku, yang selalu berisik kayak terompet, ya nggak pernah mau aku ajak masuk barang ke dalam kampus." cerocos Dimas yang membuat Andini semakin memecahkan tawanya.


"Aku minta maaf, Mas. Dulu Aku kira kamu itu orangnya kejam. Karena dulu Mas selalu mengetahui aku manusia jadi-jadian. Karena kalau dosen terus memuji kemampuanku, Mas sama sekali tidak pernah memuji bahkan selalu mengolok-olok dan mengejek penampilanku. Makanya aku bersikap kayak gitu biar nggak kamu tindas.

__ADS_1


"Aku ini bukan orang jahat!"


"Uluh, Coba aja dulu Aku tahu kamu sebaik dan sesayang ini sama aku, mungkin aku nggak bakalan bersikap kayak gitu.


"Kamunya aja nggak nyadar."


"Masa?Ya, udah aku minta maaf."Andini memeluk tubuh erat suaminya.


"Tidak usah minta maaf. masa itu malah menjadi masa yang indah untuk kita kenang, di mana kita sama-sama keras kepala dan seolah menentang hubungan ini hingga pada akhirnya Sang kuasa menumbuhkan rasa cinta yang begitu dalam.Biarlah itu menjadi kisah perjuangan cinta kita."tutur Dimas dengan mata yang menatap dalam dalam wajah sang istri.


"Asik! Muach....much!"Andini memberikan ciuman bertubi-tubi pada wajah suaminya.


"Astaga, ini mencium apa menjilat?"Dimas mengusap yang sedikit basah.


"Ya, udah kita pulang sekarang! masa mau mesum-mesuman di mall dalam mobil."Dimas melepaskan tangannya dari pelukan Andini dan mulai menyalakan mesin mobilnya.


"Idih,, Siapa yang? kamu aja kali mas."


"Awas kamu ya, aku eksekusi kamu setelah sampai di rumah."


"Wah, takut! Andini kembali menyandarkan tubuhnya pada Dimas Sambil tertawa kecil.


sementara itu, mereka yang berkumpul di cafe perlahan bubar karena acara makan-makan sudah selesai.


Bima pulang bersama dengan Erin, karena bahan-bahan di cafe itu dirasa kurang, Robert memutuskan untuk menutup kembali cafe.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN

__ADS_1


__ADS_2