Terjerat Cinta Dosen Killer

Terjerat Cinta Dosen Killer
BAB 103.BELUM SUNAT


__ADS_3

Ketika wanita paruh baya itu berpamitan kembali ke rumahnya, Andini pun masuk ke dalam rumah yang ternyata suaminya duduk di ruang tamu.


Andini menghampiri suaminya. Setelah mendengar nasehat Ibu paruh baya tadi, Andini merasa bersalah kepada suaminya karena telah bersikap ketus terhadap suaminya.


Andini duduk di samping Dimas.


" Mas, Aku minta maaf kalau sikap aku belum dewasa. Mungkin, ini juga yang membuat Erin susah dekat sama aku."


"Tidak apa-apa. Kita butuh waktu untuk berubah. Dimas memegang dagu Andini dan mengangkat wajah sang istri, agar menatapnya.


" Terimakasih Mas. Aku bersyukur dijodohkan sama kamu." Andini langsung menghambur ke dalam pelukan suaminya.


"Iya bersyukur juga karena kamu tidak jadi gantung diri pada gorden kamar." ucap Dimas sambil terkekeh yang membuat mata Andini membulat dan akan melepaskan pelukannya.


Namun, tangan kekar Dimas menahannya dan malah semakin mempererat dekapan itu.


****


Sementara itu, setelah selesai makan, Mariska dan adik perempuan Robert membereskan piring kotor di dapur.


Cesi terlihat lincah di dapur, ia sudah terbiasa dengan kegiatan itu.


Karena Semenjak Ibu mereka tidak lagi bisa berjalan.Cesi mengambil alih tugas sang ibu untuk memasak, dan membereskan rumah, termasuk mencuci pakaian.


"Sini Kak, biar aku aja. Pasti kakak tidak terbiasa dengan pekerjaan seperti ini. " seru Cesi Seraya mengambil spon cuci piring dari tangan Mariska


"Nggak apa-apa Dek. Kakak juga bisa kok kalau cuman cuci piring doang mah." ucap Mariska dengan tidak enak hati.


"Sudah biar aku aja yang ngerjain ini semua. Nanti tangan Kakak jadi kasar." kekeh Cesi


"Nggak apa-apa lah dek. Kakak kan udah laku, tangan kamu yang harus tetap lembut kan anak gadis Mariska tersenyum Getir.


Sepertinya ia menemukan teman baru di rumah itu, adik perempuan Robert nampak akrab dan baik padanya.

__ADS_1


"Kak Mariska tahu sesuatu nggak tentang Kak robek?" tanya Cesi secara tiba-tiba


"Tahu apa Dek? Mariska menautkan kedua alisnya


"Kak Robert itu belum disunat. " ucap Cesi asal sedikit berbisik yang membuat mata Mariska membulat mata dengan mulut sedikit terbuka.


"Beneran Dek?


" Beneran Kak. kalau nggak percaya, kakak tanya aja sama orangnya langsung. " Timpal Cesi


Mariska menggaruk kepalanya yang tak gatal, dengan wajah bingung.


"Sudah, mending sekarang kakak tanya langsung sana, kalau nggak ngaku berarti kak Robert bohong."


"Ya udah, ini nggak apa-apa kan, Kakak tinggal? tanya Mariska dengan tak enak hati.


"Aman, yang penting sekarang kakak amankan masa depan Kakak dulu. " seru Cesi


Mariska mendekat dengan langkah ragu. Robert mengalihkan pandangannya dari ponsel ketika menyadari kedatangan sang istri.


"Aku mau bicara sama kamu." ucap Mariska dengan ragu-ragu.


"Mau bicara apa? itu loh udah bicara."


"Bukan itu. Emmm......Robert kamu belum sunat ya?" tanya Mariska setelah itu ia menggigit Bibir bawahnya


" Kata siapa? Robert menatap heran ke arah wanita yang berdiri di sampingnya.


"Kata Cesi


" Cesi dipercaya. Bohong itu."


"Jadi kamu sudah sunat atau belum? tanya Mariska kembali.

__ADS_1


" Ya sudahlah,Mariska! Lagian kamu ngapain sih nanya gitu?


" Enggak! aku cuma mau memastikan aja kamu nggak bohong kan?


" Ya, elah Mariska. kamu nggak percaya sama aku?


" Enggak.


" Kamu mau bukti?


" Iya."


" Sini kamu lihat langsung pusaka Aku. " Robert menarik tangan Mariska sampai Gadis itu duduk di hadapannya.


"Iya katanya mau bukti! nih kamu lihat wujud aslinya." Robert memegang ujung sarung yang dikenakannya dan bersiap menyingkap kain itu.


" Astaga!!!!! ogah kamu mau mesum ya?" Mariska menutup mata dengan kesepuluh jemarinya.


" Katanya kamu mau bukti. Nih, udah aku buktikan. sekarang buka mata kamu tidak," Robert yang membuat Mariska bergidik ngeri.


" Nggak mau, ah! kamu pasti mau mesum."


"Kagak! kamu lihat dulu sebentar Siapa tahu abis itu, mau nyicipin. "Robert terkekeh.


" Robert....!!! gak mau!" teriak Mariska masih menutup matanya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK

__ADS_1


__ADS_2