Terjerat Cinta Dosen Killer

Terjerat Cinta Dosen Killer
BAB 203. DIMAS SAKIT


__ADS_3

"Besok suruh orang tuamu datang ke sini untuk melamar putri saya!"tukas Papanya Nisa. Pria itu bangkit dan meninggalkan ruangan tersebut.


BUGH


Ricky kembali menjatuhkan tubuhnya ke atas sofa. Namun, kali ini dia tidak memejamkan mata, kedua bola mata pria itu masih terbuka lebar, tetapi tidak berkedip dengan tubuhnya yang seolah mematung.


"Astaga Ricky? ini nggak pingsan, kan? kalau pingsan masa matanya melek?"ucap Nisa dengan nada panik.


"Ini pingsan gaya Baru, Mbak,"balas Ricky dengan tubuh yang masih belum bergerak.


"Ricky, ih! nyebelin banget sih. Cepat bangun! Nanti Papa balik lagi ke sini bahaya."Nisa menarik tangan Ricky, agar pria itu kembali duduk dengan tegak.


"Iya mbak. Sorry, tadi sangking syok nya, tulang punggung aku jadi melunak."Ricky kembali duduk di samping Nisa


"Aneh-aneh aja, kamu. Nisa memukul pelan lengan pria itu.


"Terus ini nasibnya gimana, Mbak? masa aku disuruh nikahin Mbak secepatnya?


"Hussss... kita bahas ini di mobil saja! Nisa kembali menarik tangan Ricky. Keduanya keluar dari rumah itu dan masuk ke dalam mobilnya.


Nisa menjalankan kembali roda empatnya meninggalkan rumah mewah tersebut.


"Ricky, Aku nggak tahu kalau papa akan menyuruh kamu untuk menikahi aku secepat ini." tuturnya dengan kedua tangan yang memegang setir mobil.


"Terus gimana dong? Memangnya Mbak mau nikah sama, aku?"tanya Ricky yang membuat Nisa langsung menoleh ke arahnya.


"Kamu sendiri gimana, mau nggak nikah sama aku?"Nisa balik bertanya yang membuat Ricky menahan nafasnya sejenak.


"Ya kalau aku sih mau aja, tapi aku nyadar diri. Mbak Nisa itu mutiara, sementara aku cuman cangkang kerang yang sudah lumutan." tutur Ricky dengan suara sedikit pelan.


"Ricky, sebuah mutiara yang cantik tidak akan bertahan tanpa ada cangkang kerang yang melindunginya." balas Nisa yang membuat Ricky langsung menatap wajah cantik yang kini sedang tersenyum padanya.


"Jadi..."Ricky tak melanjutkan ucapannya.


"Kalau kamu mau menikah denganku, Aku akan sangat berterima kasih, karena dengan menikah sama kamu aku akan terhindar dari mantan kekasihku. Jujur saja, aku sangat tidak ingin berhubungan kembali dengannya. jadi, aku sangat berharap kamu mau menikah denganku."tutur Nisa dengan nada pasrah yang membuat perasaan Ricky seperti kebun bunga.

__ADS_1


"Tapi, aku malu Mbak. Kita sangat berbeda. kamu dari kalangan menengah ke atas, sementara aku dari kalangan menengah ke bawah, ke bawah lagi sampai menyusup." tutur Ricky yang membuat Nisa malah terkekeh.


"Ricky, Jangan pikirkan hal itu. Apa kamu dengar papa aku meminta harta dari kamu?


Ricky terdiam.


"Tidak, kan? papa hanya meminta kamu agar menikahi aku saja."


"Terus kita jadi nikah nih?" Ricky menatap ke arah Nisa.


"Kalau kamu mau, ya jadi. Tapi memang harus jadi sih, karena kalau aku tidak menikah sama kamu, pasti papa akan menikahkan aku sama mantanku. Jelas aku tidak mau, lebih baik aku minum racun saja dan mati daripada menikah sama pria itu." tutur Nisa membuat mata Ricky langsung membulat.


"Jangan dong, masa cantik-cantik mati muda."


"Ya, tidak ada pilihan lain. Aku tahu pria itu orangnya kayak gimana. Daripada aku menikah sama pria itu, lebih baik aku mati saja.


"Aduh dalam banget ini. Ya udah, kita nikah. nanti aku coba hubungi orang tuaku dulu, semoga saja aku tidak digebukin Mama."


"Kamu tahu sendiri kan, kalau orang tuaku jauh di kota Medan. Aku memang aslinya orang kota Medan, walaupun Aku suku Jawa.


"Jadi orang tua kamu orang Medan?"


"Hahaha....masa Orang mau nikah digebukin sih?


"Harusnya kan aku pulang bawa ijazah dulu baru bawa istri. Mamaku pasti marah Karena aku belum punya pekerjaan yang layak. Tapi sudah menikah. Mamaku takut menantunya tidak bahagia, kamu tahu sendiri baru semalam aku siap wisuda.


Acara wisudaku saja mereka tidak datang. itulah karena orang tuaku tinggal jauh di kota Medan. Di Medan pun bukan di kotanya, tapi di pelosoknya."ucap Ricky.


"Ricky kamu tahu aku siapa? harta seperti apa yang tidak bisa aku milik?i uang, mobil, rumah, barang-barang mewah. Aku punya itu semua. Jadi jangan khawatir masalah ekonomi setelah menikah."


"Cukup Mbak!" aku yang cuman punya motor Beat dengan pajak yang sudah mati satu tahun, mau pingsan aja mendengar ini."


Ricky, jangan pingsan melulu dong sudah kaya si Izhat aja teman Upin Ipin . Pokoknya kamu langsung bicara saja sama kedua orang tua kamu, bagaimana tanggapan mereka kamu langsung beritahu aku, ya." ucap Nisa kepada Ricky yang dibalas anggukan dari Ricky.


****

__ADS_1


Sementara di tempat lain Andini baru terbangun dari tidurnya. Dia keluar dari kamar setelah dirinya selesai membersihkan diri Jam sudah menunjukkan pukul 06.30 pagi.


Hari ini Andini tidak ada jadwal sama sekali. Dia berniat berlalu ke dapur. Tetapi saat dirinya berada di dapur. "loh non kok sudah turun? tanya salah satu asisten rumah tangga kepada Andini


"Mas Dimas Dimana Bi?


"Nggak tahu non, sepertinya Tuan muda Dimas tidak bisa tidur malam tadi. Bibi melihat Tuan Dimas masih menonton televisi pukul 04.00 subuh. Setelah itu Tuan Dimas baru naik ke atas."tutur asisten rumah tangga itu membuat Andini mengurutkan keningnya.


Setelah meminum air hangat yang sudah diberikan oleh asisten rumah tangga itu, Andini kembali naik ke atas. Dia berniat ingin melihat suaminya yang tak kunjung menghampirinya ke kamar, setelah ia usir malam tadi.


Andini membuka kamar sebelahnya. Ia melihat Dimas berbaring di atas tempat tidur dengan dibalut selimut. Tubuh pria itu bergetar menggigil kedinginan. Ia melihat AC di kamar itu sudah dimatikan. Tapi Dimas masih menggigil kedinginan juga.


Andini menghampiri suaminya. Lalu ia menempelkan punggung tangannya ke dahi pria itu. Suaminya saat ini sedang demam tinggi ."Astagfirullah Mas Dimas kamu sakit?"tanya Andini sembari kembali memastikan suhu tubuh suaminya.


"Iya benar, Mas Dimas demam."gumam Andini sembari langsung meminta kepada asisten rumah tangga untuk segera membawa air di dalam baskom dan kain yang dapat mengompres Dimas. Andini langsung menempelkan kain basah itu tepat di dahi suaminya. Mata Dimas terbuka "Sayang kamu di sini?


"Kamu kenapa bisa sakit, Mas?"tanya Andini dengan tatapan sendu.


"Sayang jangan diamkan Mas begini dong, Mas tidak bisa tidur kalau tidak ada kamu di samping Mas."ucap Dimas sambil perlahan bangkit dari pemberiannya lalu memberikan kecupan di punggung tangan istrinya.


"Andini terdiam. "Maaf y, mas. Karena Andini terlalu kesal kepada Mas yang selama ini menutupi jati diri Mas dari Andini, Mas jadi Andini usir dari kamar dan membuat mas tidak bisa tidur. "


"Nggak apa-apa sayang," sahut Dimas dengan suara parau.


"Ya sudah, kita pindah ke kamar ya Mas."Andini membantu Dimas Turun Dari ranjang dan merangkul tubuh suaminya berjalan keluar dari kamar itu menuju kamar pribadi Dimas.


Kemudian Dimas berbaring di atas kasur yang berukuran king size itu. Beberapa menit kemudian dokter pun datang setelah asisten rumah tangga menghubunginya.


"Dokter pun mengetuk pintu kamar itu, kemudian Andini bangkit berdiri lalu membukanya. Dia melihat dokter Dirga sudah ada di sana.


"Silakan masuk dokter." ujar Andini sembari mempersilahkan dokter Dirga masuk dan memeriksakan suaminya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2