Terjerat Cinta Dosen Killer

Terjerat Cinta Dosen Killer
BAB 129. TIDAK INGIN MENUNDA KEHAMILAN


__ADS_3

"Robert! Mariska melingkarkan tangannya pada perut Robert dengan erat sampai membuat perut pria itu seperti ditekan, karena Robert melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Dia sengaja melakukan itu agar istrinya memeluk dirinya dari belakang.


Tak lama kemudian motor mereka kendarai tiba di sebuah ruko yang masih tertutup


Namun, di depan ruko itu terdapat dua motor terparkir.


Robert hapal jelas dua kendaraan itu adalah milik sahabatnya yaitu Ricky dan juga Bima.


Setelah pulang kerja, mereka berencana untuk bertemu di ruko dan mengerjakan beberapa desain ruko yang mereka kreasikan bersama.


Jiwa kreatif ketiga pria itu seolah meronta saat melihat ruangan kosong yang akan mereka jadikan Cafe tongkrongan anak-anak muda.


Robert dan Mariska segera turun dari motor dan menghampiri dua sahabatnya yang sudah menunggu di depan ruko.


"Astaga!!! Kita tungguin dari tadi, baru muncul. Kalian lama banget sih?" sergah Ricky yang cukup merasa kesal karena lama menunggu.


"Sorry bro, tadi ada sedikit kendala di jalan." balas Robert seraya berjabat tangan ala ala anak muda zaman now, dengan kedua sahabatnya.


"Kita jadi desain malam ini,kan?" tanya Bima Sambil mulai membuka ruko itu.


"Jadi dong, semua alatnya sudah ada di dalam. Kemarin aku udah menyiapkan semua alat alatnya." Robert membuka pintu ruko itu dengan lebar dan mempersilakan semuanya masuk.


Mariska berjalan terlebih dahulu dengan kantong kresek berisi rujak yang digenggamnya dengan erat.


Wanita itu masih memonyongkan bibirnya terlihat lebih monyong dari biasanya. Mariska langsung menuju kursi dan meja yang terletak di bagian paling ujung. Ia sudah tidak tahan ingin menikmati rujak itu.


"Istri kamu kenapa? tanya Ricky yang tak biasanya melihat Mariska seperti itu.

__ADS_1


"Dia lagi ngidam, biarin aja kayaknya lebih sayang sama rujak dibandingkan suaminya sendiri ." celetuk Robert yang membuat mata Mariska langsung menatap tajam ke arahnya.


"Nggak usah ngadu, nggak usah fitnah juga!" sangkal Mariska dengan tangan yang terus memasukkan rujak itu ke dalam mulutnya.


"Si Mariska beneran hamil Robert?" tanya Bima


"Kayaknya sih gitu." balas Robert dengan mata yang tertuju ke arah istrinya.


"Wah hebat juga kamu, langsung tokcer gitu. bagi rahasianya dong." ucap Ricky sambil terkekeh.


"Memangnya kamu mau menghamili siapa? mau menghamili kambing tetangga atau kucing tetangga?selorah Robert yang langsung disambut gelak tawa Ricky dan Bima.


"Kali aja minggu depan aku udah kawin." timpal Ricky.


"Hahaha..... ketiga pria itu tertawa hingga ruangan itu dipenuhi tawa ketiga pria itu. Sementara Mariska masih fokus menikmati rujak sampai hampir kandas dua porsi.


****


Setelah makan malam selesai, Rian membantu mertuanya membereskan dapur.


Padahal Nyonya Laras sudah melarangnya tetapi Rian tidak ingin terlihat manja.


Bahkan Wanita itu sangat cekatan mencuci piring dan membersihkan dapur sampai Ibu mertuanya terkagum-kagum.


"Rian,Mama punya sesuatu untuk kamu." ucap Nyonya Laras Seraya membawa sebuah gelas berisi minuman berwarna kuning kecoklatan.


Rian mulai merasakan hawa kita tidak bersahabat ketika melihat gelas itu."Sini dulu! Nyonya Laras meletakkan gelas itu di atas meja makan dan menarik kursi mempersilahkan menantunya duduk.

__ADS_1


Mariska mendekat dengan perlahan. Otaknya berpikir keras menembak minuman apa yang berada di dalam Gelas itu. Karena ia sudah mengetahui dan mendengar cerita dari Andini saat mereka baru menikah, Nyonya Laras memberikan jamu yang lebih banyak untuk Dimas.


Rian menggerakkan kedua bahunya


"Duduk dulu!" titah Nyonya Laras kembali yang membuat Rian duduk dengan perlahan.


"Ini apa Ma?" tanyanya sedikit ragu sambil menunjuk gelas di hadapannya.


"Ini jamu buatan Mama, diminum ya. Ini banyak khasiatnya termasuk menyuburkan peranakan." jelas Nyonya Laras yang membuat mata Rian hampir membulat


"Menyuburkan peranakan? berarti....


"Iya, dengan rutin mengonsumsi jamu ini, bisa membuat peranakan subur dan mempercepat kehamilan. Mama juga ngasih Andini beberapa bungkus. Tapi yang entah di minum atau tidak sama dia, soalnya Andini agak bebal kalau minum jamu." jelas Nyonya Laras kembali dengan senyum ramahnya.


Rian menatap ragu ke arah gelas yang terlihat menyeramkan itu. Apalagi Rian tidak menyukai aroma jamu.


Jika bisa Ia ingin menolaknya saja. Karena jamu itu tentulah mempunyai rasa yang tidak enak.


"Sekarang kamu minum, ya. Mama nggak mau kamu menunda kehamilan. Apalagi Herlan adalah cucu tertua Opa berarti dia harus cepat punya anak." Nyonya Laras menggeser gelas itu semakin mendekat kearah Rian yang terdiam mematung.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK "Aku Ibu Mu, Nak"

__ADS_1


__ADS_2