Terjerat Cinta Dosen Killer

Terjerat Cinta Dosen Killer
BAB 126. TIDAK MAU KALAH


__ADS_3

Sore harinya setelah jam kantor selesai, Rian yang sudah ditunggu suaminya di lobby kantor. Ia langsung menghampiri Herlan untuk segera pulang.


Selama bekerja, Ia sudah tak sabar menunggu waktu pulang tiba. Perasaannya kini tak beda jauh dari seorang yang baru diterima cintanya.


Namun, ini lebih dari itu. Karena ia sudah memiliki pria itu, dalam ikatan pernikahan. Yang artinya mereka bebas melakukan apa saja.


"Bang!


"Herlan!


Rian memanggil suaminya yang berbarengan dengan seorang wanita yang sedang berjalan ke arah Herlan yang berdiri di lobby.


Rian mengerutkan keningnya ketika melihat seorang wanita dengan balutan baju kantor yang terbilang cukup seksi, menghampiri Herlan.


Wanita itu tidak mau kalah, Rian setengah berlari dan tiba di samping Herlan sebelum wanita itu menghampiri suaminya.


"Bang yuk, kita pulang! ajak Rian Seraya menggandeng mesra tangan Herlan yang membuat mata wanita yang berdiri di hadapan mereka membulat.


"Eh, ngapain kamu gandeng tangan pacarku?"sergahnya Seraya berusaha melepaskan tangan Rian yang menggandeng tangan Herlan.


Namun, bukan Rian namanya jika kalah dalam berebut.


Wanita itu segera menepis tangan Larissa dengan kasar.


"Jangan pernah menyentuh suamiku."Rian semakin mengeratkan gandengan tangannya.


"Jangan ngadi-ngadi kamu! Herlan ini pacar aku. Mana mungkin dia jadi suami kamu." sangkal Larissa dengan wajah nyolot.


"Larissa, Rianti memang istri aku."timpal Herlan yang membuat perasaan Rian bagai terbang ke langit ketujuh.


"Herlan jangan bohong! ini pasti cuman sandiwara, kan? kalian cuman pura-pura menikah untuk memanas-manasi aku kan?"jangan gini Herlan, aku minta maaf atas kejadian malam itu."ucap Larissa dengan wajah sendu.


Lalu tangannya akan kembali menggenggam tangan Herlan yang langsung ditepis kasar oleh Rian.


"Kamu ini apa-apaan sih? lepasin tangan cowok aku." bentak Larissa dengan wajah kesal yang membuat darah Rian semakin mendidih, tangannya sudah gatal ingin menjambak rambut wanita itu.


"Larissa kamu tidak salah, tapi aku yang salah memilih wanita,"ucap Herlan yang membuat mata kedua wanita itu tertuju pada wajahnya.

__ADS_1


"Herlan, kamu mau kembali lagi sama aku kan? aku siap menikah sama kamu lima bulan lagi."cerocos Larissa yang membuat taring dan tanduk Rian langsung keluar.


"Aku sudah menikah Larissa,"balas Herlan dengan.


"Apa? jadi ini beneran? kalian sudah menikah? kapan? pertanyaan demi pertanyaan yang dilontarkan oleh Larissa dengan tangan yang menunjuk ke arah Herlan dan Rian secara bergantian.


"Malam itu juga, aku langsung menikah." jawab Herlan kembali yang membuat mata Larissa hampir keluar dari tempatnya.


"Herlan kita belum putus loh! aku masih pacar kamu


"Ya sudah, mulai sekarang kita putus!"tukas Herlan lalu melangkahkan kakinya langsung diikuti oleh Rian.


Wanita itu melambaikan tangannya Seraya menjulurkan lidah ke arah Larissa yang terlihat kesal dengan wajah yang hampir mengeluarkan tangis.


"Bang, itu tadi siapa?" Tanya Rian. Ia seperti pernah melihat Larissa di kantor, itu tapi belum mengenalnya karena pekerjaan mereka berbeda.


Itu Larissa." jawab Herlan santai.


"Iya namanya Larissa dia sebagai apa? kok bisa ngomong kayak tadi?


"Mantan? Abang masih cinta sama dia? tanya Rian dengan wajah cemberut.


"Kenapa kamu nanya kayak gitu?" Herlan balik bertanya.


"Nggak apa-apa, aku tahu. Pasti Abang masih cinta sama dia. Makanya abang seolah menghindar untuk bersentuhan dengan aku. Maaf ya, bang. Mungkin aku terlalu memaksa kamu, untuk mencintaiku, padahal hati kamu masih tertuju kepada wanita lain."Rian perlahan melepas gandengan tangannya.


"Kamu kenapa sih? ngomong kok nggak ada remnya? tanya Herlan dengan wajah heran


"Bang aku cemburu." wajah wanita itu terlihat sendu matanya memerah seakan mengeluarkan air mata.


"Cemburu apanya? aku sama Larissa nggak ngapa-ngapain. Kita juga udah nggak ada hubungan apa-apa lagi." jelas Herlan.


"Tapi kamu masih mencintai dia, kan? Makanya kamu tidak bisa mencintai aku."netra wanita itu terlihat berkaca-kaca.


"Hahaha....sok tahu banget kamu." Herlan malah tertawa dan mengacak rambut istrinya.


"Bang gimana dong? rengek Rian.

__ADS_1


"Apanya?


"Perasaan kamu? kamu masih mencintai dia kan, bang?


"Tidak pantas lelaki yang sudah beristri mencintai wanita lain."sahut Herlan


"Jadi?"


"Jadi kita pulang saja." ajak Herlan. Rian masih memanyunkan bibirnya dan mengikuti langkah Herlan.


" Kak! Panggil Andini Seraya berjalan ke arah Herlan dan Rian yang menghentikan langkahnya.


"Apa dek? kamu mau ikut pulang bareng kita?" tanya Herlan setelah Andini berdiri di hadapan mereka.


"Enggak. Aku takut Mbak Rian merasa terganggu jawab Andini sambil terkekeh.


"Ya ampun, manis banget ngomong Mbak!" timpal Rian dengan mata yang tertuju karena sahabat sekaligus adik iparnya.


"Iya dong, mulai sekarang aku akan memanggil kamu mbak Rian." Andini tersenyum.


"Cie, pasti nggak sabar pengen ehem-ehem ya." Andini tertawa kecil.


"Nggak usah kepo." balas Rian.


"Nggak tahu, pasti kamu udah kayak ayam mau bertelur saat di dalam kamar sama Kak Herlan." Andini hampir memecah tawanya.


"Kak, aku duluan ya. Mas Dimas sudah datang. Bye kakak iparku." Andini melambaikan tangannya ke arah Rian lalu berjalan ke arah mobil suaminya dan segera masuk.


Karena kondisi Dimas setelah memakan obat yang diberikan oleh penjaga UKK di kampus sudah membaik, sehingga Dimas dapat menjemput istri tercinta.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK "Aku Ibu Mu, Nak"

__ADS_1


__ADS_2