Terjerat Cinta Dosen Killer

Terjerat Cinta Dosen Killer
BAB 124. VIDEO CALL


__ADS_3

Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 20 menit membelah jalanan ibukota, akhirnya mobil mereka berhenti tepat di depan kantor tempat Andini bekerja saat ini, yang merupakan perusahaan milik keluarga Anggara.


Wanita itu segera berpamitan kepada suaminya, mencium tangan yang berbalas ciuman kening.


"Hati-hati kerjanya, kalau ada yang genit langsung hubungi aku. Jangan dekat-dekat sama laki-laki itu lagi. Kalau dia menatap kamu, jangan balas menatapnya." oceh Dimas kepada istrinya akan keluar dari dalam mobil.


"Iya Mas, kamu juga hati-hati jangan genit-genit sama mahasiswi. Kalau ada yang mengedipkan matanya sebelah, kamu jangan ikut berkedip." balas Andini


"Terus, Mas melotot terus gitu?


"Hahaha....bercanda Mas!" Andini mengusap dagu suaminya dan memberikan kecupan sekilas di wajah tampan Sang suami, sebelum keluar dari dalam mobil.


Andini melambaikan tangan mengiringi mobil suaminya, yang perlahan kembali berjalan meninggalkan tempat itu.


Setelah memastikan mobil suaminya menghilang dari pandangannya, wanita itu berjalan dengan cepat masuk ke dalam gedung yang menjadi tempatnya bekerja.


"Ia berjalan dengan langkah lebar. Karena takut terlambat dan kena marah oleh bosnya.


Setelah masuk ke dalam gedung itu, Andini langsung menuju lift menuju ke lantai atas karena tempat bekerjanya, kini berada di lantai yang sama dengan sang Bos.


Namun, setelah ia masuk ke dalam lift, pintu lift kembali terbuka dengan seorang pria bertubuh tegap dengan balutan kemeja hitam masuk ke dalam lift, dan berdiri di sampingnya.


Andini terhenyak melihat yang berada di sampingnya adalah bosnya. Ia menunduk kepala dan menyapa sang Bos. "Selamat pagi Pak."


"Pagi." balas Alvin singkat.


Andini kembali menutup mulutnya dengan rapat. Ia tak ingin kembali berbicara dengan bos balok es itu, yang hampir sama dengan sang suami.


Tak lama kemudian pintu lift terbuka dan mereka telah tiba di lantai yang menjadi tujuan.


"Siapkan berkas-berkas untuk meeting pagi ini." titah Alvin seraya berjalan keluar dari lift.


Untung telinga Andini masih bisa menangkap ucapan pria itu.


"Astaga! begini rasanya kalau berhadapan dengan singa!" Andini mengusap dadanya dan mengikuti sang bos masuk ke dalam ruangannya.


Alvin langsung duduk di kursi kebesarannya sambil bermain ponsel. Sementara Andini dengan cekatan menyiapkan berkas-berkas sesuai perintah sang Bos.

__ADS_1


"Kenapa kamu makai celana ketika kerja?" tanya Alvin secara tiba-tiba membuat Andini langsung menghentikan gerakan tangannya yang sedang menyusun berkas-berkas di atas meja kerja pria itu.


Andini menoleh ke arah Alvin yang sedang menatapnya dengan intens.


"Emmm... tidak apa-apa, saya lebih nyaman dan leluasa bergerak ketika bekerja menggunakan celana." jawab Andini dengan wajah seramah mungkin, walaupun pertanyaan bosnya itu terdengar aneh.


"Oh tidak masalah, yang penting kamu bekerja dengan benar." balas Alvin dan kembali mengarahkan pandangannya pada layar ponsel.


Andini membuang nafas kasar. Ia sempat berpikir bermacam-macam terhadap pertanyaan bosnya.


***


Sementara itu pasangan suami istri yang memiliki meja kerja berdekatan belum memulai pekerjaan mereka, Karena jam bekerja baru saja dimulai.


"Robert, aku harus." ucap Mariska pada Robert yang duduk di sampingnya


"Kamu haus Yang?" sebentar ya!"Robert mengambilkan minuman untuk istrinya.


Mariska langsung meneguk minuman itu hampir habis.


"Iya, padahal masih pagi tapi rasanya haus banget." balas Mariska.


"Wah jangan-jangan Kamu hamil yang." ucap Robert dengan wajah berbinar.


"Apa hubungannya hamil sama haus?" Mariska menaruhkan alisnya.


"Kan, orang hamil biasanya aneh gitu."


"Tau ah, baru juga kita bercocok tanam seminggu yang lalu masa udah tumbuh?"


"Bisa aja, yang. Kan aku punya pupuk penyubur." Robert tersenyum getir.


"Sudah ih, jangan ngaco. Mending sekarang kita kerja, nanti kalau ketahuan ngobrol bisa dimarahi." ucap Mariska


"Nggak apa-apa Yang bentar doang."


****

__ADS_1


Sementara di tempat lain, Andini membuang nafas lega setelah keluar dari ruang meeting.


Pasalnya meeting kali ini sangat panjang Karena Alvin memberikan sangat banyak ocehan pada karyawan.


Bahkan sampai jam makan siang tiba meeting itu baru selesai.


Banyak karyawan yang menggerutu karena bos barunya itu sangat banyak protes dan perintah.


Setelah keluar dari luar, semuanya melakukan makan siang sambil istirahat.


termasuk Andini lebih memilih makan di dalam ruangannya. Karena ia ingin melakukan panggilan video dengan suaminya.


"Halo Mas." sapa Andini dengan senyum manisnya saat wajah Dimas muncul pada layar ponsel miliknya.


"Halo istriku sayang, kamu sudah makan" tanya Dimas tanpa menunggu lama.


"Ini baru mau makan Mas. Andini menaruh ponsel itu di atas meja dan menyandarkannya pada tumpukan buku, agar benda canggih itu bisa berdiri tegak dan Andini dapat menyantap makan siangnya sambil melakukan video call dengan suaminya.


"Wanita itu mulai membuka kotak makan yang disediakan untuknya.


"Mas, sudah makan?" tanyanya sebelum menyuapkan satu sendok makanan di dalam mulut.


"Sudah, sekarang lagi menikmati makanan yang lebih lezat dan nikmat.


"Serius Mas?


"Iya lah, lebih nikmat dan lezat senyuman kamu." sahut Dimas dari ujung telepon.


"Uhuk....Uhuk Andini terbatuk ketika mendengar ucapan suaminya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK "Aku Ibu Mu, Nak"

__ADS_1


__ADS_2