Terjerat Cinta Dosen Killer

Terjerat Cinta Dosen Killer
BAB 231.HASIL USG


__ADS_3

Dokter itu bekerja dengan cekatan, Andini hanya menurut saja saat dokter Dirga memeriksa keadaannya. Proses USG dan pemeriksaan lainnya sudah dilakukan sampai dokter Dirga dapat menyimpulkan apa yang sedang dialami oleh pasiennya kini.


Setelah selesai, dokter Dirga Kembali keluar dan menemui Dimas.


"Dimas, Ada yang ingin aku sampaikan. kita bicara di ruanganku saja!"ajak dokter Dirga dengan wajah serius.


"Baiklah."Dimas mengikuti langkah wanita itu dengan wajah paling dan perasaan tak karuan.


Dokter Dirga masuk terlebih dahulu ke dalam ruangannya yang diikuti oleh Dimas dari belakang.


"Silakan duduk!"dokter tampan itu mempersilahkan Dimas duduk pada kursi yang tergeletak di depan meja kerjanya.


"Dir, Sebenarnya aku yang terjadi dengan?" tanya Dimas setelah duduk di hadapan dokter Dirga.


"Saat proses USG tadi, sepertinya aku menemukan kalau istri kamu hamil kembar tiga, sehingga dia merasakan sakit yang sangat luar biasa. Tidak mudah bagi wanita dapat menahan bayi kembar tiga, jadi saya sarankan agar istri kamu istirahat total." ucap dokter Dirga membuat wajah Dimas terhenyak, kalau istrinya hamil kembar tiga.


"Kamu serius? kalau istri hamil kembar tiga?"tanya Dimas tak percaya. karena belum pernah ia melihat wanita yang melahirkan bayi kembar tiga. Paling ia mendengar bayi kembar dua saja."


"Iya, menurut pemeriksaan saya demikian. dan ini hasil USG-nya. "dokter Dirga memberikan hasil USG kepada Dimas.


Dimas melihat hasil USG yang diberikan oleh dokter Dirga. sementara dokter Dirga menerangkan hasil USG tersebut.


"Sebuah buliran kristal lolos begitu saja dari mata pria itu. Air mata bahagia karena sebentar lagi dirinya akan menjadi seorang ayah. Dan Allah mempercayakan kepadanya tiga orang Bayi sekaligus. Tapi dia juga merasa khawatir dengan kondisi Andini saat ini.


"Lalu, Apa istri dan anakku akan baik-baik saja dokter?"tanya Dimas kembali.


"Insya Allah baik-baik saja. Asalkan asupan gizinya mencukupi. Tapi jika Andini mengalami kontraksi lagi seperti tadi, terpaksa Andini harus melahirkan secara prematur. Dan untuk melahirkan secara normal, sangat kecil kemungkinannya.


Karena takutnya wanita yang hamil dengan bayi kembar tiga, tenaganya tidak mencukupi saat proses persalinannya berkelanjutan hingga bayi ketiga lahir."tutur dokter Dirga.


"Apa yang harus kita lakukan Dir, untuk menyelamatkan istri dan anak-anakku?"


"Kamu tenang saja, berdoa saja supaya istri kamu tidak mengalami kontraksi lagi seperti tadi. istri dan anak-anakmu akan baik-baik saja, jika istrimu istirahat total. Dan tidak memiliki beban pikiran banyak. buat dia se- happy mungkin, karena sejatinya wanita hamil yang merasa happy dia akan baik-baik saja."tutur dokter Dirga.


Dimas benar benar tidak menyangka, istri yang sangat ia cintai harus rela menahan rasa sakit karena akan melahirkan keturunan dari Dimas Anggara.


"Terima kasih Dokter, atas penjelasannya. aku hanya meminta bantuanmu untuk terus mengontrol keadaan istri dan anakku."pintar Dimas dengan wajah berbinar.


"Pasti, Aku akan membantu sebisa dan semampuku. Kamu tenang ya! istri kamu akan segera dipindahkan ke ruang rawat inap, jadi Andini tidak bisa langsung pulang hari ini karena masih membutuhkan perawatan."dokter Dirga menepuk bahu pria itu berusaha untuk menenangkan.


"Baiklah terima kasih."

__ADS_1


"Sama-sama."


Setelah itu, Dimas keluar dari ruang kerja sahabatnya dan berjalan. menuju ruang rawat istrinya.


"Pak Dimas!"suara wanita menyadarkan lamunan Dimas.


Dimas mengerjapkan matanya, karena sudah dari tadi ia berjalan sambil melamun.


Pria itu menghentikan langkahnya dan melihat ke arah dua orang yang berdiri di hadapannya.


"Robert, Mariska, Siapa yang sakit? kok Kalian ada di sini?"tanya Dimas dengan ramah.


Robert dan Mariska segera mendekat dan mencium punggung tangan dosennya. lebih tepatnya mantan dosen mereka.


Meskipun mereka sudah lulus, tetapi sepasang suami istri itu tetap menganggap dinas sebagai dosennya.


" Mamanya Mariska yang sedang sakit Pak."jawab Robert.


"Oh, kalau begitu, Semoga mama kamu cepat sembuh, ya!" balas Dimas dengan bibir yang mengembangkan senyuman.


"Amin. Terima kasih Pak."


"Oh, iya. Bapak sendiri ngapain Di Sini? Siapa yang sakit? tanya Robert dengan dahi mengerut.


"Apa? my princess sakit? sakit apa? Pekik Mariska dengan wajah terkejut.


"Berisik!" Robert membekap mulut istrinya.


"Ihk! aku lagi syok!" Mariska segera melepas tangan Robert dari mulutnya.


"Tadi, Andini sakit perut." jawab deh Mas yang membuat mata Mariska semakin membulat.


"Sakit perut? mau melahirkan Pak? tanya Mariska kembali dengan mata yang membulat sempurna dan hampir tak berkedip.


"Awas mata loncat!" Robert mengusap kedua mata Mariska dengan telapak tangannya.


"Robert, ihk!" Aku lagi serius."Mariska memegang kedua tangan suaminya dengan erat agar tidak bisa bergerak.


"Enggak, Andini bukan mau melahirkan. mungkin tadi salah makan jadi sakit perut." kalau begitu saya duluan, ya!"


"Kita ikut, Pak. kita mau jenguk my princess." Mariska segera menarik tangan Robert untuk mengikuti langkah.

__ADS_1


"Tapi Mama kalian?


"Sudah tenang aja. Mama lagi istirahat kok." jawab Mariska dengan cepat.


"Ya, sudah. sepertinya Andini sudah dipindahkan ke ruang rawat Inap."


Dimas segera melanjutkan langkahnya yang diikuti oleh Robert dan Mariska dari belakang.


Dimas sengaja tidak memberitahu kepada sahabat istrinya, kalau sebenarnya Andini memiliki bayi kembar tiga. Dia juga berencana tidak memberitahu Andini terlebih dahulu. karena sebelumnya Andini meminta agar kejutan untuknya dan dia tidak ingin USG itu dilakukan. Tapi karena Andini mengalami kontraksi, sehingga Andini menurut kepada dokter Dirga dilakukan USG saat itu juga.


Dimas masuk terlebih dahulu ke ruang rawat inap istrinya.


"Mas, Kamu dari mana saja?"tanya Andini dengan wajah lesu.


"Aku habis dari ruangan dokter Dirga."jawab di masa Raya mendekat karena istrinya.


"Assalamualaikum. Ibu Andini kenapa? ucap Mariska dengan langkah yang mendekat ke arah sahabatnya.


Andini masih berbaring di atas branker dengan jarum infus yang masih menancap pada tangannya.


"Waalaikumsalam. ibu-ibu kira ibu-ibu arisan apa? balas Andini.


"Kan, sebentar lagi akan menjadi ibu." balas Mariska kembali dengan full senyum.


"Iya deh, iya. Kenapa kamu ada di sini? Andini menatap ke arah Robert dan Mariska bergantian.


"Mama aku masuk rumah sakit, kebetulan tadi kami ketemu dengan Pak Dimas. eh ternyata Bu dosen juga sedang sakit. Kamu sakit apa?" Cerocos Mariska.


Andini menoleh ke arah Dimas berdiri di sampingnya, sorot mata wanita itu seolah mengisyaratkan sebuah pertanyaan. Karena dia juga tidak tahu dirinya sedang sakit apa.


Dimas hanya terdiam dengan wajah bingung. dia tidak ingin memberitahu kepada Andini saat ini. Karena menurutnya biarlah itu menjadi kejutan untuk sang istri.


"Oh iya lupa. Tadi, kan. Pak Dimas sudah memberitahu kalau kamu itu salah makan. Makanya kalau makan tuh pilih-pilih. Ingat, kamu lagi hamil nggak semua makanan bisa dikonsumsi dan cocok sama perut kamu. kali aja anak kami di dalam perut menolak makanan yang kamu makan, Makanya kamu sakit. pasti dedeknya ngambek." cara charge Mariska kembali dengan bibir tipisnya yang bergerak cepat.


"Iya, Nyonya Robert. ngomongnya panjang banget." balas Andini sambil terkekeh.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2