Terjerat Cinta Dosen Killer

Terjerat Cinta Dosen Killer
BAB 23. BELUM SARJANA SUDAH GILA.


__ADS_3

"Din, gawat! teriak Rian dengan wajah tegang.


Andini menghentikan langkahnya dan melihat ke arah Rian sahabatnya.


"Gawat kenapa?"


"Kamu.... kamu harus lihat ke mading sekarang!"


"Ada apa sih?"Gadis itu segera melangkah, menuju Mading yang sudah dikerumuni banyak mahasiswa.


Dengan rasa penasaran, Andini juga ikut membelah kerumunan dan melihat ke arah mading tersebut.


Matanya membulat ketika melihat sebuah foto dirinya sedang digandeng oleh seorang pria.


Foto itu ketika dirinya dan Dimas sedang berada di supermarket belanja kebutuhan bahan makanan, saat baru pulang dari kampus, lalu pergi ke supermarket.


Saat itu, Dimas berjalan sambil menarik tangan Andini, tetapi di foto itu wajah Dimas tidak terlihat. Hanya wajah Andini saja yang terpampang nyata, karena sedang menoleh ke arah belakang.


Darah Andini langsung mendidih ketika membaca caption dari foto tersebut. Gara-gara gagal move on, Om Om menjadi pelampiasan dan sasaran."foto yang diprint dengan ukuran besar itu terpampang sempurna pada majalah dinding di kampus mereka. Membuat setiap orang yang melihatnya pun langsung tercengang.


Andini benar-benar sangat emosi, ia sama sekali tidak tahu siapa pelakunya.


"Nah ini orangnya, aku nggak nyangka ternyata Andini jadi simpanan om-om. padahal Andini selalu menjadi contoh dari dosen-dosen kita, karena otaknya yang cerdas dan pintar. Tapi mengapa ya, dia mau jadi simpanan om-om. Apa dia kekurangan uang? Padahal dia kan tidak bayar uang kuliah di sini. Bahkan Ia kuliah saja dengan biaya beasiswa."celetuk seorang mahasiswi sambil menunjuk ke arah Andini.


Seketika Gadis itu menjadi pusat perhatian semua mahasiswa yang sedang berkumpul di sana.


"Wah benar. Aku juga nggak nyangka ternyata di kampus kita ini ada sugar baby,"timpal mahasiswi lainnya.


"Hahaha.... gagal jadian sama Bagas kok larinya ke Om-om sih,"timpal mahasiswi lainnya. Almira tertawa ngakak mendengar ocehan dari mahasiswi yang menghujat Andini yang selama ini mereka selalu dielu-elukan, bahkan membangga-banggakan sosok Andini. Karena tingkat kecerdasannya di atas rata-rata.


Seketika tempat itu dipenuhi desas-desis membuat telinga Andini memanas.


Mata Gadis itu memerah, tangannya mengepal sempurna.


"Bisa diam gak sih! teriak Andini dengan sekencang mungkin, yang langsung membuat semua mahasiswa mahasiswi itu terdiam.


"Diam kalian semua! kalian tidak tahu apa-apa! Sialan!"Andini segera mencabut foto itu dan meninggalkan mading.


"Huuuuuu..... sugar baby! gaya sih tomboy pakaian juga seperti tomboy, kemana-mana memakai motor ninja warrior tapi bisa-bisanya dia menjadi sugar baby."celetuk salah seorang mahasiswa.


"Andini! teriak Mariska dan Rian Begitu juga dengan Robert ketiga sahabatnya mengejar langkah Andini yang masuk ke dalam kelas.


"Brak!


"Apa maksud kamu nyebar foto aku kayak gini? sarkas Andini setelah menggebrak meja Almira dengan keras.


Gadis itu melempar foto tadi ke arah wajah Almira yang sedang menatapnya dengan sengit.


"Kenapa? kamu malu karena busuknya kamu ketahuan oleh semua mahasiswa mahasiswi di kampus ini? tampang aja dipuji-puji dan dikeluk-elukkan oleh para dosen, dan juga dekan. Tapi kelakuanmu di belakang busuk! Almira bangkit dan berdiri tepat dihadapan Andini yang diliputi amarah.

__ADS_1


Clara dan Rossi segera mendekat ke arah Almira untuk memasang tameng di depan sahabatnya.


Sementara Mariska Rian dan Robert berdiri di belakang Andini dengan wajah cemas, mereka tahu bagaimana sikap Andini kalau sudah marah.


"Kamu tahu apa soal aku? kamu juga nggak tahu kan siapa yang ada di foto itu sama aku?"


"Kamu itu sugar baby, peliharaannya Om-om,"ucap Almira dengan sengit.


"Din, udah ya. Kita pergi aja! ajak Mariska yang mulai merasakan aura berbeda.


"NGak! Aku Harus beri pelajaran cewek sialan ini!"Andini mendekat ke arah Almira.


"Kamu tuh cewek sialan! kamu pikir selama ini aku nggak tahu kalau kamu masih sering hubungi Bagas!"


"Memang kenapa? kamu aja yang keganjenan ."


"Ngak usah nuduh sembarangan. Mending kamu urus Om-om kamu itu! puasin dia biar nggak ninggalin kamu lagi!"


"Kurang ajar!"Andini menjambak rambut Almira dengan kasar. Sambil mendorongnya hingga tersungkur.


"Aw! sialan kamu! Almira bangkit membalas dan menjambak rambut Andini. Andini memang wanita yang sedikit tomboy dan dia juga memiliki ilmu bela diri yang cukup, membuat Almira tidak ada apa-apanya dibandingkan dirinya.


Kedua Gadis itu saling menjambak dengan kasar, seketika kelas menjadi heboh, beberapa orang yang tadi berkumpul di mading, pindah ke kelas ketika mendengar kegaduhan.


Kedua sahabat Almira dan juga Andini serta Rian, Robert sibuk melerai keduanya.


Namun, Andini dan Almira sama-sama barbar tak mudah dipisahkan. Ran dan juga Robert yang melihat itu segera mendekat bersama dengan Bagas yang baru saja tiba


Sementara Rian dan juga Robert membantu melepaskan tangan Almira dari rambut Andini.


Akhirnya kedua Gadis itu dapat dipisahkan.


Bagas segera membawa Almira duduk dan menenangkan kekasihnya.


Sementara Andini langsung berlari keluar kelas


"Bubar woi! bubar! teriak Rian dan juga Robert membubarkan semua mahasiswa yang memenuhi kelas mereka.


Sementara Mariska dan Bima mengejar Andini yang berlari ke arah belakang.


"Jangan ikuti aku!"teriak Andini yang langsung menghentikan langkah kedua temannya.


"Tapi Din..."


"Jangan ikuti aku! Aku cuman mau ke toilet!"Gadis itu segera melanjutkan langkahnya.


Mariska dan Bima terdiam dan saling melempar pandangan. Andini segera masuk ke dalam toilet dan menutup pintu itu dengan kasar.


"Aaaarrrgh.... Kenapa hidup aku begini amat? Almira sialan kamu!"teriak Andini sendiri dengan air mata yang mulai membasahi pipinya memerah.

__ADS_1


Tok...


Tok...


Tok ...


Suara pintu kamar mandi yang ditutup cukup keras membuat Andini segera menghapus air matanya.


"Aku bilang jangan ikuti aku!"kesalnya Seraya membuka pintu kamar mandi.


Namun, matanya langsung membulat ketika melihat seorang lelaki sedang berdiri di hadapannya.


"Ba..Bapak ngapain Di Sini?"Andini kembali mengusap pipinya, berusaha menghilangkan jejak air mata.


"Saya tahu kamu menangis di sini."mata pria itu menatap wajah Andini dengan intens.


"Tidak! Siapa yang nangis?"Andini membalikkan tubuhnya, akan kembali masuk ke dalam kamar mandi, tetapi tangan kekar Dimas menahan lengan Andini dan menariknya sampai membuat tubuh gadis itu merapat pada tubuh kekarnya.


Andini terdiam ketika tubuh mereka saling menempel. Tubuh keduanya yang mempunyai tinggi cukup jauh berbeda, membuat wajah Andini tepat menghadap pada dada bidang suaminya.


Gadis itu terdiam, aroma maskulin dari tubuh suaminya seolah memenuhi Indra penciumnya. Tangannya terulur akan menyentuh dada bidang itu, tetapi ia segera mengurungkan niatnya dan kembali menjauhkan tubuhnya dari Dimas


Namun, lagi lagi Dimas menahan tubuhnya, bahkan merapatkan tubuh mereka.


Pria itu menempelkan kepala Andini pada Dada bidangnya dan mengusap lembut rambut sang istri.


Sungguh hal yang tak pernah terduga, seorang Dimas manusia titisan kutub utara dan selalu mengejek-ejek Andini, memberikan dekapan hangatnya kepada Andini.


Andini tak bisa berkutik sedikitpun. Bahkan, aliran darahnya terasa berhenti seketika.


Andini mengerjapkan matanya beberapa kali, Benarkah yang memeluknya saat ini adalah Dimas suami dinginnya? atau sosok ini adalah makhluk penghuni toilet kampus?


"Jangan menangis." ucap Dimas dengan nada lembut


Andini semakin menangis, bahkan suara itu tidak terdengar seperti biasanya.


Namun, tubuhnya mulai merasa nyaman dengan dekapan itu hingga tampa ia sadari tangannya mengusap dada Dimas dengan perlahan.


"Kalau kamu menangis di kamar mandi, setan akan mudah masuk ke dalam ragamu. Mereka akan membuat tubuh kamu semakin gila. Kasihan sekali, belum sarjana sudah gila."


"Plak!


Andini memukul dada suaminya cukup keras, Gadis itu segera melepaskan diri dari pelukan Dimas.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2