Terjerat Cinta Dosen Killer

Terjerat Cinta Dosen Killer
BAB 32. MERASA DI AWASI


__ADS_3

"Syukur deh, Din. Kamu sudah siuman ." ucap Bima dengan senyum manis di wajah tampannya.


"Hehehe....Iya, tadi aku ngak sengaja pingsan," balas Andini sambil membalas senyuman Bima.


"Yang namanya pingsan pasti nggak sengaja lah! mana ada pingsan disengaja."temple Robert Seraya mengupas kulit kacang yang menjadi cemilannya.


"Memang aku salah, ya?


"Nggak kok, ratu mah selalu benar." timpal Rian yang membuat Andini memancungkan kedua jempol ke arahnya.


"Ya sudah, mending sekarang buruan kamu pesan makan," titah Bima dengan suara baritonnya.


"Eh, kamu berdua Mau pesan apa?" Andini menuju ke arah Mariska dan juga Rian yang duduk di sampingnya.


"Aku mau pesan mie aja deh, kamu apa Rian? tanya Mariska kepada Rian.


"Aku sama aja Mie."


"Ya sudah, kalau gitu juga..." Andini menghentikan ucapannya ketika melihat seorang pria yang mengenakan kemeja biru muda, baru tiba di kantin dan duduk di kursi yang menghadap langsung ke arahnya.


Dimas menatap Andini dari kejauhan sampai membuat Andini merasa seperti sedang diawasi.


"Pesan apa Din?" Mariska menyenggol lengan Andini.


"Emmm... aku pesan ayam geprek sama nasi aja deh."

__ADS_1


"Tumben kamu makan nasi jam segini?" timpal Mariska Seraya bangkit untuk memesan makanan mereka.


Setelah memesan makanan, Mariska kembali kemeja yang dihuni oleh sahabatnya sambil membawa sebuah kartu yang baru dikeluarkannya dari tas.


"Guys, kamu pada Pasti lupa kan ini tanggal berapa?"


"Ini tanggal sepuluh," balas Bima yang selalu mengingat tanggal dan hari.


"Cakep! kamu doang yang ingat, yang lainnya pada amnesia tapi sayangnya kamu nggak tahu kalau tanggal sepuluh Januari itu adalah...."


"Hari ulang tahun kamu! teriak Andini dan Ryan secara bersamaan.


"Kan, harus dikasih kode dulu baru ingat," kesal Mariska.


"Ya ampun sayangku, sorry banget ya aku lupa." ucap Andini dengan wajah bersalah.


"Happy birthday Mariska." ucap robek.


"Selamat menua Mariska masih jomblo abadi." timpal Rian.


"Thanks, gush. Mama sama papa aku udah nyiapin pesta sederhana nanti malam. kalian jangan lupa datang ya! ini surat undangannya buat semua teman-teman tercintaku!" Mariska menaruh surat undangan itu ke atas meja, di tengah-tengah semua teman-temannya.


"Wih, mantap ini. Sudah lama juga kita tidak party." Ciledug Robert Seraya mengambil surat undangan itu.


"Kamu undang yang lain nggak." tanya Rian.

__ADS_1


"Iya tentu dong, Aku undang semua teman satu kelas kita."


"Apa? berarti kamu undang sih Almira dan teman-temannya juga?" tanya Andini dengan wajah tak suka.


"Iya, Aku juga pernah diundang ke acara ulang tahunnya dia waktu itu. Lagian, aku undang si Bagas, pasti Almira juga ikut."


"Ck... kok gitu sih?"Andini memasang wajah kesal.


"Kenapa memang? kamu takut sendiri pas party dan diejek sih Almira? tenang kan ada babang Bima yang siap menemani kamu."Mariska menunjuk ke arah Bima yang hanya mengulas senyum.


"Selagi ada bahu lebar, jangan lupa bersandar."Ciledug Robert.


"Selagi ada jomblo nganggur sikat aja!"timpal Rian


"Nggak nyambung woi! sorak semua teman-temannya


"Eh, Pak Dimas. aku ke sana dulu ya, gush."ucap Mariska menunjuk ke arah Dimas yang dari tadi mengamati Andini dari kejauhan.


"Mau ngapain kamu ke sana?"tanya Andini penuh selidik.


"Aku mau ngasih undangan, kali aja dia mau jadi teman dansa aku."jawab Mariska dengan wajah berbinar.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2