Terjerat Cinta Dosen Killer

Terjerat Cinta Dosen Killer
BAN 217. PANGGILAN ALAM


__ADS_3

Robert segera memarkirkan motornya dan mengajak sang istri masuk ke dalam gedung mewah yang didekorasi secantik mungkin.


Para tamu mulai berdatangan, karena acara akad nikah sebentar lagi akan segera dimulai.


"Hai,Andini! kapan balik dari Sumatera? dan Bagaimana perjalanan wisata di danau Toba?"tanya Mariska sambil melambaikan tangannya ke arah Andini. Melihat sahabatnya itu baru tiba bersama dengan Dimas.


"Mas, kita masuk bareng Mariska sama Robert yuk!"wanita yang mengenakan gaun cantik berukuran panjang itu menggandeng lengan suaminya dan berjalan ke arah Mariska yang sedang menunggunya di depan pintu masuk.


"Jangan cepat-cepat jalannya, kamu lagi hamil!"tegur Dimas saat melihat cara jalan istrinya.


"Memangnya kenapa, Mas?


"Dedeknya lagi tidur, kalau kamu jalan cepat-cepat nanti dia bangun."balas Dimas seraya melihat ke arah perut istrinya.


"Hahaha... ada-ada saja kamu Mas."Andini tertawa sambil terus berjalan ke arah Mariska sampai mereka bertemu di depan pintu masuk.


Mariska dan Robert langsung mencium punggung tangan mantan dosennya itu.


"Salim juga sama Bu Dosen." canda Robert sambil mengulurkan tangannya ke Andini.


"Apaan sih? geli banget,"balas Andini yang masih belum menerima uluran tangan Robert.


"Pak, lihat ini istrinya! masak mahasiswa teladan mau salim Nggak boleh,"Adu Robert kepada Dimas.


"Tidak boleh! hanya saya yang boleh menyentuh tangan istri saya."


"Ya,elah. Ini suami istri klop banget sih."Robert kembali menarik uluran tangannya.


Tak lama kemudian, beberapa mobil berhenti tepat di depan gedung itu. seorang pria yang mengenakan texedo berwarna putih turun dari mobil. Siapa lagi kalau bukan Ricky, calon mempelai pria.


Ricky terlihat gagah dengan balutan baju pengantin. Pria itu diapit oleh kedua orang tuanya.


Bima dan Erin yang datang bersamaan dengan keluarga Ricky, ikut mengiringi pria itu menuju gedung. Karena Bima saudara dekat Ricky. Ayah Ricky dan ayah Bima kakak beradik.


Tak lupa, keluarga dari calon mempelai wanita menyambut dengan hangat.


Tuan Arnold menghampiri calon menantunya dan mengalungkan bunga melati pada leher Ricky.


Sungguh momen yang sangat mengharukan. Ricky dan kedua orang tuanya memasuki gedung.


"Widih, si Riki pangling banget."ucap Robert dengan mata yang menatap kagum ke arah sahabatnya.


"Keren, Coba aja dulu kayak gitu,"timpal Mariska dengan mata yang hampir tak berkedip menyaksikan momen tersebut.


"Maaf ya, Sayang. dulu kan kita menikah karena ketidaksengajaan."Robert merangkul bahu istrinya.


"Iya, nggak apa-apa. yang penting buat anaknya karena sengaja."balas Mariska yang membuat Robert mendekatkan wajahnya dan akan melabuhkan ciuman pada wajah sang istri.

__ADS_1


"Robert,ikh! kebiasaan."Mariska menahan bibir suaminya dan sedikit mendorong wajah pria itu.


Rombongan pengantin pria masuk ke dalam gedung dengan perlahan. Robert dan Mariska beserta Dimas dan Andini, masuk bersamaan iring-iringan pengantin pria.


Ricky berjalan dengan perlahan masuk ke dalam gedung. Wajah pria itu terlihat tegang, lututnya terasa gemetar. Matanya tertuju karena kursi dan meja yang telah disediakan untuk acara ijab Kabul.


Tak lupa pula, penghulu dan para saksi telah menunggunya di sana.


Pria itu dituntun menuju kursi yang telah disediakan khusus untuknya. langkah kaki Ricky semakin menelan, tubuhnya gemetar hebat. dalam hati ia merapalkan dua supaya dirinya tidak pingsan.


Semua yang hadir di tempat itu mengarahkan pandangannya kepada Ricky, mereka penasaran dengan wajah pria yang telah berhasil memikat hati Putri pengusaha kaya dan sukses itu.


Tak jarang pula banyak orang yang iri terhadap Ricky, karena banyak dari kalangan pebisnis yang menginginkan Nisa menjadi istri atau bahkan menantu mereka.


"Calon mempelai pria silakan menuju tempat yang sudah disediakan."suara seseorang yang berbicara lewat mikrofon itu terdengar menggema dan membuat detak jantung Ricky semakin berpacu lebih cepat, keringat dingin mulai menetes dari pelipis dan kening pria itu.


Lututnya benar-benar bergetar, dia belum pernah merasa berada di posisi seperti saat ini. pria itu tetap melanjutkan langkahnya dengan perlahan.


Namun, sesaat kemudian ia memberikan tubuhnya dan berlari sekencang mungkin.


"Ricky, kamu mau kemana? Teriak Mpok Nining yang sedari tadi berjalan di samping putranya. Namun, pria itu tak menghentikan langkah atau menoleh sedikitpun. Ricky terus berlari ke arah belakang.


Seketika para tamu dibuat heboh dan mulai terdengar desus dari para tamu yang menyaksikan.


"Astagfirullah. si Riki kenapa kabur? gimana itu papa? teriak Mpok Nining dengan panik.


"Iya, cepetan Bima. benar-benar si Ricky bikin malu aja."carocos Mpok Nining kembali dengan nada yang hampir menangis.


Bima segera berlari mengejar Ricky yang sudah menjauh.


"Bima, aku ikut." Sayang, Kamu tunggu di sini ya!"Robert segera berlari mengejar Bima.


Keduanya berlari ke arah belakang, Ricky masih terlihat berlari di depan mereka.


"Ricky, tunggu!"teriak Bima dan Robert secara bersamaan dengan langkah kaki yang terus berlari kencang mengejar sahabat mereka.


Ricky tak menghiraukan teriakan dan kejaran kedua sahabatnya. pria itu terus berlari ke arah belakang dan menghentikan langkahnya di depan toilet, sepertinya ia mencari jalan keluar dari arah belakang.


Bima dan Robert melihat Ricky berhenti, segera mendekat dan menarik dengan pria itu.


"Ricky, Kenapa kamu kabur?"tanya Bima dengan suara ngos-ngosan.


"Lepasin!"Ricky menarik tangannya sampai terlepas dari genggaman Bima.


Namun, pria itu tak mau kalah, Bima mendekap tubuh Ricky dari belakang, sementara Robert memegang kedua tangan Ricky.


"Ricky, kamu jangan jadi pengecut! Kenapa kamu kabur seperti ini? coba kamu pikirkan perasaan Nisa dan orang tua kamu! pasti mereka sangat malu kalau kamu sampai kabur."ucap Bima dengan geram.

__ADS_1


"Benar, Ricky Kamu laki-laki ngapain kabur segala, Cemen banget!"temple Robert yang masih memegang kedua tangan Ricky.


"Siapa yang mau kabur, anjir!"Ricky mana retak kedua tangannya sekuter naga dan melepaskan diri dari dekapan Bima.


"Lah,terus kamu mau ngapain? tanya Bima dengan heran bercampur kesal.


"Aku mau boker,"jauh pergi yang seketika membuat kedua sahabat geleng-geleng kepala.


"Kamu mau boker kenapa pakai lari-lari kayak orang kabur segala, anjir! kesal Bima.


"Lah, orang sudah di ujung tanduk. Lagian, kalian ngikutin aku sih?! balas Ricky dengan nada kesal juga.


"Kamu nggak lihat semua orang pada panik gara-gara kamu lari nggak jelas."timpal Robert.


"Sudah, Jangan banyak bacot. aku masuk WC dulu. nih pegangin!"Ricky melepas peci pengantin yang dikenakannya dan melempar benda itu ke arah Robert yang langsung ditangkap dengan sigap oleh sahabatnya.


"Cepetan! jangan lupa cebok yang bersih, jangan sampai pas jabat tangan sama penghulu ada Tokai yang nyangkut,"temple Robert Seraya mendorong tubuh sahabatnya ke arah toilet.


Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Ricky keluar dari tempat pertapaannya.


"Bau banget, anjir! Ucok Robert saat sahabatnya keluar dari toilet.


"Salah siapa nungguin di depan WC, nyuruh juga kagak."


"Ya, Kita takut kamu kabur beneran."timpal Bima.


"Pada lebay banget sih? Kamu pikir aku ini anak perawan yang dijodohin secara paksa apa?!"Ricky merebut pecinya dari tangan robek dan memakaikan kembali ke atas kepalanya.


Setelah itu, mereka kembali ke area utama yang akan dijadikan tempat akad nikah.


Seketika para tamu heboh, saat melihat calon pengantin pria kembali.


"Tenang Semua, tadi saya sedang ada panggilan alam,"ucap Ricky Seraya mengacungkan kedua tangannya.


"Eleh, benar-benar ini anak harus dikasih pelajaran!"kesal Mpok Nining yang tangannya sudah gatal ingin menjewer telinga Sang putra.


"Ampun, Ma! Ricky mengatupkan kedua tangannya di dada.


"Sudah, sekarang Kamu duduk di sana sebentar lagi calon istri kamu datang."Mpok Nining menuntun putranya agar duduk di depan penghulu.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN

__ADS_1


__ADS_2