Terjerat Cinta Dosen Killer

Terjerat Cinta Dosen Killer
BAB 292. HERLAN CEMBURU


__ADS_3

"Kok, kamu belum berangkat kerja Bang?"tanya Rian mengalihkan pembicaraan.


"Jangan mengalihkan pembicaraan! kamu lagi nunggu siapa di sini? lagi nungguin selingkuhanmu?!"sergah Herlan dengan Gigi mengerat.


"Jangan gitu mukanya, Bang. Entar cakapnya hilang. Mending, sekarang Abang berangkat kerja aja, masa baru diangkat adik ipar jadi pimpinan cabang sudah mau molor waktu? sudah berangkat sana! hati-hati di jalan ya, bang."Ryan tersenyum merekah, sementara Herlan menatap heran ke arah istrinya.


"Ngak! aku nggak akan berangkat kerja. Hari ini aku mau bolos kerja. Aku mau melihat selingkuhanmu!"aku akan menghabisinya sampai tak tersisa!"tegas Herlan dengan kekesalan setinggi langit.


"Tenang Bang!"Ryan mengusap dada suaminya yang terlihat naik turun dengan cepat.


"Assalamualaikum."ucap seseorang yang membuat sepasang suami istri itu langsung menoleh.


"Waalaikumsalam. Alhamdulillah, Mama sudah datang. Ayo kita masuk ma!"Rian segera menjauhkan diri dari Herlan dan mencium punggung tangan serta menjumpai di kanan dan kiri sang ibu.


"Gimana kamu sehat, Rian? Rasanya, sudah lama Mama tidak bertemu sama cucu mama."ucap wanita paruh baya itu setelah bersalaman dengan putrinya.


"Alhamdulillah sehat. Mama tadi naik taksi kan,ya?


"Iya, awalnya Mama mau ke sini sama papa, eh ternyata papa kamu kerja. Ya sudah Mama berangkat sendiri aja, soalnya sudah kangen banget sama cucu mama."


"Ya sudah, kita masuk yuk, mah? ajak Rian Seraya menggandeng sang ibu.


"Bang Herlan, kenalin ini selingkuhanku."ucap Rian sambil terkekeh.


"Jadi..."Herlan tak melanjutkan ucapannya. pria itu mencium punggung tangan mertuanya terlebih dahulu.


"Jadi apa, Bang? mau bilang, jadi orang yang aku tunggu itu adalah mama?"Ryan mendahului ucapan suaminya.


"Terus, yang nelpon tadi pagi sama kamu itu Mama?" banyak Herlan kembali penuh selidik.

__ADS_1


"Betul, kamu sehat Herlan?" mamanya Rian.


"Alhamdulillah sehat Ma."pria itu kembali melempar tatapan tajam ke arah sang istri.


"Kamu..."Herlan menatap kesal keahlian sambil membuang nafas kasar.


"Selamat, Kamu kena prank, Bang Herlan."Ryan memecahkan tawanya.


"Dasar ya! kenapa coba kamu tadi pagi ngomongnya kayak selingkuh gitu?"kesal Herlan.


"Sengaja! biar kamu cemburu Bang."Rian terkekeh.


"Ma, Mama masuk dulu ya! Herlan mau ngasih tanda cinta dulu sama anak mama ini!"Herlan mendekat ke arah Ryan yang membuat wanita itu segera menjauh.


"Mau dari ke mana kamu?!"Herlan segera menangkap tubuh Rian dan memeluknya dari belakang. pria itu mendekat erat tubuh sang istri dan menelusupkan wajahnya pada leher yang sampai membuat wanita itu kegelian.


"Hahaha... geli Bang!"teriak Rian.


"Kamu cemburu kan, bang?"tanya Rian sambil terkeren.


"Iya, Aku cemburu, karena aku cinta sama kamu. puas!"Herlan menggigit tulang daun telinga istrinya.


"Hahaha .... Bang Herlan sudah kayak zombie!"


"Seandainya nggak ada mama dan aku nggak harus berangkat kerja, sudah aku eksekusi kamu."bisik Herlan.


"Eksekusi ke mana, Bang?"yang masih memiliki tubuhnya dari belakang.


"Eksekusi di atas kasur sampai menjerit dan berkeringat. setelah itu, Putra kita punya adik,"jawab Herlan, kali ini pria itu berbicara dengan suara jelas.

__ADS_1


"Bang, Mama belum masuk ke rumah."Rian menunjuk dengan ekor matanya ke arah sang ibu yang masih berdiri di depan pintu dengan...."


"Astaga! aku malu."Herlan menelusupkan wajahnya pada punggung Rian.


"Hahaha.... kalian ini, pagi-pagi sudah rusuh aja."celetuk Mamanya Rian yang sedari tadi senyum-senyum sendiri saat melihat perlakuan anak dan menantunya.


"Maaf Ma. Ya sudah sekarang kita masuk yuk!"ajak Herlan setelah melepaskan pelukannya dari sang istri.


***


Sementara itu, seorang wanita sedang berjuang di kamar mandi. dia berjuang melawan rasa mual yang tiba-tiba menyerang.


"Hoek....Hoek.."suara itu sampai terdengar ke dalam kamar. Ricky yang sedang merapikan jasnya segera menoleh ke arah kamar mandi.


"Sayang, kamu kenapa?"teriak pria itu dengan sorot mata yang tertuju karena pintu kamar mandi yang masih tertutup, yang iya tahu bisa di kamar mandi sedang mandi, tapi kenapa ia malah mendengar suara orang muntah.


"Hoek..."suara itu kembali terdengar.


Tanpa menunggu lama lagi, trik setengah berlari dan menerobos pintu kamar mandi yang tidak dikunci.


Matanya membulat saat melihat desa terkenal lemas di atas kloset sambil muntah-muntah.


"Astaga, sayang! kamu kenapa? tanya pria itu panik


"Aku mual,"jawab Nisa dengan wajah pucat.


"Mual? kayaknya kamu mabuk deh,"Ricky mendekat ke arah sang istri dan memijat pulang tengkuk wanita itu agar membantu meringankan rasa mualnya.


"Mabuk apaan? orang aku nggak makan Yang aneh-aneh,"tanya Nisa dengan nada lesu.

__ADS_1


"Mabuk pisang aku."balas Ricky yang membuat sang istri langsung menengadahkan wajah, menatap cara suaminya dengan tatapan kesal.


Bersambung...


__ADS_2