Terjerat Cinta Dosen Killer

Terjerat Cinta Dosen Killer
BAB 261. GAGAL NGAMBEK


__ADS_3

Karena ranjang di kamar Ricky ambruk, akhirnya malam ini mereka tidur di kamar tamu. Meskipun kamar itu tidak terlalu luas, tapi kasur di tempat itu masih muat untuk dua orang.


Nisa naik terlebih dahulu ke atas kasur, wanita itu bersiap menunggu kedatangan suaminya masuk ke dalam kamar. Namun, Ricky belum juga datang, bahkan pintu kamar itu masih tertutup rapat.


Wanita dengan rambut panjang terkeren itu orang-orang sendiri di dalam kamar, biasanya di saat ia masuk ke dalam kamar, Ricky akan langsung menyusulnya.


"Hahaha...."terdengar tawa seorang lelaki yang begitu kencang sampai menembus ke dalam kamar. Nisa mengerutkan keningnya saat mendengar tawa Yang Tak asing lagi di telinganya.


"Hahaha..."tawa itu kembali terdengar renyah.


"Itu kayak Ricky deh yang ketawa. tapi ngapain dia ketawa jam segini? ketawa sama siapa lagi?"gumam Nisa dengan perasaan tak enak.


Daripada gundah gulana sendiri, iya memutuskan untuk turun dari atas kasur dan keluar dari kamar.


"Hahaha...."tawa Ricky terdengar kencang ketika Nisa membuka pintu. wanita itu melihat ke arah sumber suara, terlihat seorang pria sedang duduk santai di atas sofa dan menghadap ke arah layar televisi yang sedang membayangkan sebuah film kartun.


"Istrinya nungguin di kamar, eh tahunya malah asik nonton sendiri."gerutu Nisa dengan kesal. Wanita itu berjalan ke arah Ricky dengan dada yang terlihat naik turun menahan amarah.


Dia sudah menyiapkan kata-kata untuk menyemprot suaminya. Namun, langkah kakinya terhenti ke tatkala mengingat keadaan mereka saat ini.


Ricky baru saja memaafkannya, Nisa tidak boleh gegabah. Dia tak ingin membuat suaminya kembali murka.


Wanita itu melanjutkan langkahnya dengan perlahan karena Ricky yang masih belum menyadari kedatangannya.


"Sayang lagi ngapain?"tanya Nisa dengan suara lembut, meskipun perasaannya agak kesal, tetapi saat ini ia harus bersikap selembut sutra.


"Astaga ngagetin, aja."Ricky melirik sekilas ke arah Nisa, lalu pria itu kembali mengalihkan pandangannya ke arah televisi yang masih memutarkan tayangan kartun.


"Ngagetin kenapa?"Nisa duduk di samping Ricky walaupun tanpa dipersilakan.


"Kirain apaan, datang tiba-tiba, model rambut panjang dikira begitu udah kaya...."


"Kayak apa? kamu mau bilang aku kayak kuntilanak, gitu?"Nisa berbicara dengan nada kesal, tetapi ia memerankan nada suaranya di bagian akhir, saat menyadari kalau sekarang ia harus bersikap baik dan lembut.


"Itu tahu. lagian, ngapain kamu ke sini? bukannya tidur,"ucap Ricky dengan nada sedikit sewot, tatapan matanya masih tertuju ke arah layar lebar di hadapannya.


"Aku nggak bisa tidur sendirian, aku takut."rengek Nisa dengan nada manja.


"Takut apaan? di sini aman, nggak ada apa-apa."jawab Ricky cuek.


"Aku takut, di sini banyak suara-suara."rengek Nisa


"Suara apaan?"pria itu melirik sekilas ke arah istrinya.

__ADS_1


"Coba deh kecilkan dulu volume tv-nya!"Nisa mengambil remote TV dari atas meja dan mengecilkan volume televisi itu.


"Tuh kan, banyak suara-suara. Aku takut."


"Ellah, itu cuman suara jangkrik yang lagi merayakan pesta pernikahan."Ricky kembali mengambil remote TV itu dan menambah volume televisi di hadapannya.


"Masa sih cuman jangkrik doang. Orang suaranya macam-macam gitu."ke arah Ricky dengan wajah melas.


"Kan namanya juga pesta pernikahan, pasti banyak datanglah. Jangkrik, belalang, laron, tikus, monyet, kebo, buaya air, buaya darat semua hadir."cerocos Ricky.


"Ikh, serem banget. Sudah yuk, kita tidur aja! ini sudah jam 11.00 loh, masa kamu mau di sini terus?"


"Aku memang mau tidur di sini,"jawab Ricky santai membuat hati ini bisa terasa tercubit.


"Ngapain tidur di sini? kita tidur di kamar aja yuk! ayolah, Sayang aku takut."Nisa merengek. wanita itu memegang kedua tangan Ricky yang terletak di atas paha suaminya.


Namun, siapa sangka, kangen lembutnya malah menyentuh tongkat sakti milik suaminya yang sedang hibernasi.


Seketika mata Ricky membulat, bohong jika dirinya tidak mempunyai hasrat kepada sang istri. bahkan bayang-bayang adegan sedang memadu cinta bersama wanita itu sudah berputar di benaknya.


Perasaannya kepada Indonesia masih sama, Dia masih mencintai wanita. Bahkan ia sangat merindukan saat tidur bersama dan saling bersentuhan.


Namun, Ricky berusaha menahan karena ia ingin memberikan pelajaran kepada Nisa, iya ingin melihat seberapa besar ketulusan wanita itu kepadanya."


"Ya, udah iya!"Ricky mematikan televisi dan bangkit dari duduknya.


Pria itu bergegas membalikkan badan, lalu melangkah ke arah kamar meninggalkan Nisa.


"Sayang, tunggu!"bisa segera mengejar langkah suaminya.


Mereka masuk ke dalam kamar yang sama, setelah itu Ricky mengambil." Loh Kamu mau ke mana lagi? tanya Nisa ketika melihat suaminya mengambil alat tidur.


"Mau tidur lah,"jawabnya cuek. pria itu menaruh bantal dan selimut di atas lantai.


"Maksudnya, kamu mau tidur di atas lantai gitu?"tanya Nisa gembala dengan wajah heran bercampur kaget.


"Iya, sudah kamu tidur di atas ranjang saja."


"Nggak! ngapain kamu tidur di lantai, nanti masuk angin lagi."protes Nisa.


"Suka-suka aku lah!"Ricky berjongkok, akan merebahkan tubuhnya di atas lantai, namun dengan sikap Nisa langsung menahan tubuh suaminya.


Wanita itu memeluk tubuh Ricky yang seketika mematung. "Kamu nggak boleh tidur di lantai, nanti sakit. Kita tidur di kasur aja ya sayang."rayu Nisa.

__ADS_1


"Kamu aja yang di atas kasur, biar aku tidur di lantai,"tolak Ricky kembali.


"Aku tahu kamu lagi ngambek, Aku tahu sebenarnya kamu mau tidur sama aku kan. Ayolah sayang, katanya kamu sudah maafin aku."bisa menengadahkan kepala, menatap wajah suaminya dengan bibir bawah yang sengaja dibuat.


Ricky menatap bibir merah milik sang istri, darahnya seketika berdesir. " Anjir, Kenapa seksi banget sih? aku kan lagi nahan syahwat."gumamnya dalam hati.


"Tuh bibirnya melet-melet, kamu mau tidur sama aku kan? Ayo ngaku!"touring Nisa dengan senyum menggoda.


"Ngak..."


"Sudah, jangan banyak alasan, kita tidur sama-sama di atas kasur."


Nisa mendorong tubuh Ricky dan menjatuhkan tubuh keduanya di atas kasur. kali ini tidak ada drama ranjang, Karena di kamar itu tidak menggunakan ranjang. hanya kasur empuk sebagai alat tidur.


Ricky menahan nafas dan menahan nafsu saat ini saya berada begitu dekat dengannya.


Bahkan, hembusan nafas dari wanita itu terasa menyapa wajah, keduanya sudah terbaring di atas kasur dengan posisi saling berhadapan.


"Kamu nggak mau nyium aku gitu?"tanya Nisa secara tiba-tiba.


"Ngak, sudah jangan banyak omong. Mending sekarang tidur!"Ricky memejamkan matanya dengan jantung yang berdebar kencang.


Nisa mengangkat tangan dan memeluk tubuh suaminya, bahkan wanita itu mendekatkan wajah ke wajah Ricky.


"Kalau kamu nggak mau cium aku, biar aku yang cium kamu."


Cup!


Sebuah kecupan lembut mendarat dengan sempurna pada bibir Ricky, segitiga pria itu kembali membuka mata dengan tubuh yang semakin menegang. Nisa menahan tawanya ketika melihat ekspresi wajah suaminya saat ini.


"Kenapa mukanya kayak gitu?"tanya Nisa dengan bibir yang menahan tawa.


"Tegang, sayang,"jawab reggae spontan


"Tegang Kenapa?Hemmm..."wanita itu mengangkat kakek dan meletakkan pahanya di atas kaki Ricky.


Bahkan wanita itu sengaja mengikat dasternya ke atas sampai memperlihatkan paha mulusnya.


Ricky meram melek, menahan hasrat, bahkan tongkat saktinya sudah bangkit.


"Sudah, jangan gengsi, jangan sok ngambek lagi, aku sudah minta maaf dan aku janji nggak akan mengulangi kesalahan aku lagi."Nisa menghasilkan pahanya di atas pak Ricky.


"Arrrgh.... gagal ngambek!"Ricky yang sudah tak dapat lagi menahan hawa nafsunya tubuh sang istri. Ia bagaikan singa kelaparan, memberikan ciuman bertubi-tubi dan memberikan sentuhan nikmat pada tubuh istrinya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2