
"Kita mulai, ya!"ajak Herlan Seraya menarik tali gaun tidur wanita itu, yang seketika langsung melorot dan membuat dua gunung yang sudah ditarik menyembul sempurna, benar-benar terpampang nyata di balik pengaman berwarna putih. Yang tak sepenuhnya menutupi aset wanita itu.
Herlan menggerakkan tangannya, menyentuh gundukan daging kenyal yang terlihat menggoda.
Bahkan sesekali jemarinya memainkan pucuk gunung itu, sampai membuat sang empunya kembali merasakan geli bercampur nikmat.
Rian membusungkan dadanya sampai membuat dua gunung kembar itu hampir menempel pada wajah Herlan.
Pria itu menarik selimut duduk menutupi
Tubuh keduanya, dan menurunkan gaun tidur sang istri sampai bawah. pemandangan yang luar biasa seolah memanjakan matanya.
Ia tidak pernah melihat tubuh wanita secara utuh tanpa balutan benang.
Herlan melepas pakaiannya satu persatu dan kembali menjamah tubuh sang istri.
Pria itu mengarahkan adik kecil miliknya yang sudah menegang, kepada mahkota sang istri dengan perlahan.
"Au....suara nakal itu Kembali keluar dari bibir Rian.
"Sakit bang! rintih Rian yang membuat dahi Herlan mengerut.
Pasalnya Ia baru saja menempelkan adik kecilnya, sebelum memasukkan sedikitpun ke dalam mahkota sang istri
"Aw...,bang sakit! rintih Rian kembali membuat Herlan semakin bertambah heran.
__ADS_1
"Sakit kenapa? ini belum mulai loh." tanya Herlan dengan wajah heran.
"Bang, rambut aku kejepit tangan kamu."lirih Rian yang membuat Herlan langsung mengalihkan pandangan ke arah tangan kanan, dan benar saja rambut panjang istrinya kejepit dengan kuat
"Aduh, maaf. Aku nggak sengaja." Herlan segera mengangkat tangannya dan mengusap kepala Rian dengan lembut.
"Terlalu bersemangat ya bang? Rian tersenyum getir
"Iya, sampai aku menyakitimu, maaf ya." ucap Herlan sekali lagi. lalu ia memberikan kecupan lembut pada kening sang istri sambil mengusapnya lembut kepala wanita itu.
"lanjut lagi, bang! titah Rian yang membuat Herlan sedikit gelagapan
"Adik kecilnya sudah pingsan lagi, gara-gara tadi kaget,"lirih Herlan dengan pandangan yang tertuju ke arah bawah.
Seketika Rian mengikuti Ke mana arah tatapan suaminya dan mata wanita itu langsung membulat.
"Jadi, sebentar lagi pasti bangkit. Herlan kembali menjamah beberapa bagian tubuh sang istri, sambil membuat adik kecilnya kembali menegang.
Setelah itu ia mengarahkan adik kecilnya lagi pada mahkota sang istri,dan bersiap tempur, menghancurkan karang benteng pertahanan di dalam sana.
Rian meremas sprei, ketika merasakan sakit dan perih di bagian mahkota, saat sesuatu masuk semakin dalam .
"Maaf kalau sakit."ucap Herlan Seraya mendapatkan jemari keduanya, dan kembali memberikan rangsangan kepada sang istri agar tidak terlalu tegang.
"Rian, kamu milikku." bisik Herlan dengan suara sensual dan semakin mengeratkan tautan jemari mereka.
__ADS_1
"Bang, lirih Rian dengan suara de$@han tertahan.
Setelah berusaha keras, akhirnya Herlan mampu menjebol benteng pertahanan sang istri.
Adik kecil miliknya telah memenangkan pertempuran, dan berhasil mengambil mahkota ratu, yang kini sedang berada di bawah kungkungan, dengan peluh yang mulai menetes.
Sudut mata Rian berembun,b bibirnya menyunggingkan sebuah senyuman.
Haru campur bahagia, kini dirasakannya.
"Maaf kalau aku menyakitimu." ucap Herlan sambil mengusap air mata Rian dengan ibu jarinya.
"Bang, aku bahagia banget akhirnya mimpiku menjadi kenyataan." Rian menatap wajah tampan suaminya itu, dengan hati Bak sebuah taman bunga.
"Berarti selama ini kamu selalu mimpi begini denganku?" tanya Herlan disusul tawa yang dari bibir seksinya
"Bang Herlan, ih! Rian memukul dada bidang suaminya.
"Hahaha.....canda sayang. Kita lanjutkan lagi yuk."
"Siap bang." balas Rian dengan semangat empat Lima.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK "Aku Ibu Mu, Nak"