
Walaupun masih banyak tatapan horor dari para mahasiswa, tetapi Andini memilih untuk mengabaikannya. Sudah terlalu lama dirinya menutupi hubungannya dengan Dimas sang dosen.
Membuat para mahasiswa mahasiswi di sana, menuduhnya sugar daddy. Bahkan tak sedikit dari mereka, menuduh Andini menikah dengan Dimas karena hamil diluar nikah.
"Mas, aku ke kelas dulu ya."Andini melepaskan genggaman tangannya dari Dimas.
"Hati-hati!"Dimas mengusap kepala istrinya dan tersenyum hangat.
"Mas juga hati-hati."Andini membalas senyuman itu dengan manis. Membuat hati Dimas semakin menghangat, Dimas merasa bahagia, sekarang Andini tidak malu lagi masuk ke kampus bareng bersamanya.
Adegan keduanya banyak menyita perhatian, ada yang mengatakan so sweet dan ada juga yang mengatakan ngenek melihatnya, iya itu Almira dan gengnya.
Saat akan menuju kelas, Andini bertemu dengan Bima yang juga masuk ke kelas.
"Bima!"panggilnya dengan langkah yang mendekat.
"Hai,Din!"balas Bima, tetapi langsung masuk ke dalam kelas.
Andini membuang nafas kasar, sikap Bima sedikit berubah, tapi ia merasa tenang karena pria itu tidak jadi keluar dari kampus.
"Tumben telat? aku tungguin tadi di jalan,"ucap Mariska ketika melihat Rian masuk ke kelas.
"Memangnya orang gila, nungguin sambil jalan."Ryan memutar bola matanya.
"Habisnya, kamu nggak datang-datang, biasanya kan pagi-pagi sudah nongol aja."
__ADS_1
"Ban motor aku bocor. Untung ada, my baby handsome bantuin aku,"ucap wanita itu sambil senyum-senyum sendiri seperti orang yang lagi kasmaran.
"My baby handsome? teriak Andini yang dapat didengar oleh Mariska.
"Iya, my baby handsome Herlan."Rianti berjalan terlebih dahulu, menuju kelas dengan langkah yang melenggang-lenggok.
"Apa? kamu ketemu sama Kak Herlan?"Andini mengejar langkah sahabatnya.
"Namanya juga jodoh, Pasti ketemu terus."Rian mengibaskan rambutnya dengan angkuh.
Mariska yang awalnya, kesal terhadap Andini. kini ia mulai, merespon jika Andini berbicara di antara mereka bertiga. Hal itu membuat Rian begitu bahagia, rencananya berhasil menyatukan Andini dengan Mariska yang beberapa hari ini, memendam kekesalan.
****
Hari ini, setelah pulang dari kampus, Dimas dan Andini akan melangsungkan pemotretan foto prewedding. Sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Dimas kepada Andini.
Mereka tidak menyangka, dosen yang mereka juluki dosen killer itu akhirnya menikah dengan mahasiswanya yang selama ini mendapat olok-olokan darinya. Bahkan sang dosen killer selalu mengatai Andini wanita jadi-jadian, walaupun Andini memiliki prestasi yang sangat hebat di kampus.
Sering sekali Andini mengharumkan nama kampus. Karena prestasinya di berbagai bidang, Andini bukan hanya jago balapan. Tetapi dia juga jago di bagian mata kuliah yang diajarkan para dosen, padahal terlihat penampilan Andini memang acak-acakan. tidak seperti mahasiswa feminin lainnya.
Bahkan dia kerap sekali berteman dengan laki-laki. Temannya perempuan hanya Mariska dan Rianti.
Ya panggilan Rian itu, Andini yang menjulukinya. Karena dia lebih senang memanggil Rianti dengan panggilan Rian. sehingga terkadang orang-orang yang tidak mengenali sosok Rianti, mengira kalau Rian itu laki-laki. Tapi walaupun Andini memanggil Rianti dengan panggilan Rian. Rianti tidak pernah komplain. Bahkan teman-teman mereka pun akhirnya memanggil Rianti dengan panggilan Rian.
Dimas dan Andini langsung menuju lokasi yang telah dipilih dan sudah janjian dengan tim fotografer.
__ADS_1
"Loh, Mas kok kita ke sini?"tanya Andini saat mobil mereka berhenti di sebuah tempat.
"Memangnya kenapa?kita kan mau pemotretan."
"Tapi kok ke sini sih?"ini kan tempat....
"Sudah, Mas sudah pilihkan tempat yang cocok untuk kita mengadakan foto prewedding.
"Selamat sore Mas Mbak,"sambut seorang wanita dengan senyum ramahnya.
"Selamat sore, Mbak,"balas Dimas sambil tersenyum.
"Kalau begitu, kita langsung ganti baju aja, yuk ikut saya!"ajak wanita tersebut, Seraya berjalan terlebih dahulu.
"Mas, ini kita konsepnya apa sih? aku kan minta konsep ala-ala princess gitu."gerutu Andini dengan pandangan yang terus ia edarkan ke sekeliling tempat yang terdapat bangunan bernuansa Eropa.
Namun, Dimas tak menghiraukan ocehan istrinya. Ia menarik tangan Andini menuju sebuah ruangan yang menjadi tempat mereka berganti pakaian.
Acara foto prewedding pun berjalan dengan lancar, walaupun konsepnya tidak sesuai dengan keinginan Andini. Tetapi konsep yang dipilihkan oleh Dimas, tidak kalah menarik. Sehingga Andini pun akhirnya menerimanya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK.