Terjerat Cinta Dosen Killer

Terjerat Cinta Dosen Killer
BAB 39. BALAPAN


__ADS_3

"Hai...." sudah lama tak bersua Kamu dari mana saja, lama tidak gabung dan dimana motor kamu? tanya Morris penuh selidik


"Bukankah aku sudah bilang dari awal kalau motorku saat ini sedang di bengkel? Tolong jangan bertanya bolak-balik membuat kepalaku pusing." ucap Andini sambil menatap Morris dengan tatapan tajam.


"Oke oke, my princess tidak perlu menatapku seperti itu, Ini motor sudah aku modifikasi dengan kecepatan yang tinggi. Tinggal nyalimu saja, Apa kamu tahu berapa hadiah yang akan kita dapatkan jika kita menang? tanya Morris kepada Andini. Andini menerdikkan bahunya,


"Hadiahnya sangat fantastis, uang tunai sebesar 20 juta dan 1 unit motor CBR 250 cc Apa kamu tidak ingin memiliki satu unit motor CBR? tanya Morris yang membuat nyali Andini semakin meningkat, ingin segera mengikuti acara balapan itu saat itu juga.


Sekitar lima belas menit kemudian acara balapan akan segera dilaksanakan, Kini Andini sudah bersiap di atas motor milik Morris yang akan ia gunakan balapan nanti, sebelumnya Andini sudah berlatih beberapa menit, untuk mengetahui Medan yang akan ia jalani.


Adu balapan ini tidak hanya satu dua orang saja, tetapi ada puluhan orang dari berbagai klub motor. Andini bertekad ia sudah tidak peduli lagi dengan nyawanya, toh suaminya saja sudah memperlakukannya dengan kasar.


Rasanya ia tidak ada artinya hidup lagi di muka bumi ini. Membuat dirinya pun nekat untuk melakukan balapan itu. Kalah menang itu masalah belakangan baginya, yang penting Ia melakukan balapan seperti hobinya sebelumnya yang sudah lama tidak ia lakukan.


Satu.....Dua.....Tiga.....!bendera diangkat oleh seorang wanita cantik dan hitungan ketiga mobil yang adu balap pun meluncur. Tanpa mereka sadari sosok Dimas sudah tiba di sana, melihat sang istri adu balap dengan puluhan orang yang sama sekali Dimas tidak kenal siapa saja yang menjadi lawannya.


Hal itu membuat Dimas khawatir. Ingin rasanya menghambat sang istri untuk melakukan balapan itu, tapi sudah terlanjur. Dimas tetap berada di dalam mobilnya. ia cemas dengan kondisi istrinya.

__ADS_1


Mudah-mudahan sang istri tidak kenapa-napa, rasa bersalah yang dimiliki Dimas terhadap istrinya karena sudah berlaku kasar, membuat dirinya tidak ingin beranjak dari sana dan tidak ingin terjadi sesuatu kepada istrinya.


Rencananya ia mengejar Andini untuk minta maaf, tetapi kali ini Andini sudah melakukan balapan. Dan Dimas memilih menunggu di dalam mobil miliknya. Hingga tiba pulih menit kemudian, balapan itu pun berakhir dan juara satu didapatkan oleh Andini.


Membuat Morris, Rian dan Robert bersorak kegirangan. Mereka pun tos bersama.


"Sudah aku katakan, Andini gitu Loh, klub motor kita bukan kaleng kaleng." ucap Morris kepada ketua klub lainya, yang sebelumnya pandang sebelah mata dengan club motor yang di pimpin oleh Morris.


Kini Andini sudah mendapatkan uang tunai sebesar 20 juta dan 1 unit motor CBR 250 cc yang mampu membuat Morris, Robert dan Rian memeluk Andini tanpa merasa sungkan untuk mengucapkan selamat kepada Andini.


Padahal Andini melakukan balapan liar itu karena dirinya sangat emosi terhadap suaminya. Tapi emosinya membawa berkah, 20 juta dan satu unit CBR 250 cc sudah diserahkan kepada Andini. Tapi Andini juga tidak mau serakah, dukungan sang teman membuat dirinya menang kali ini. Apalagi dirinya menggunakan motor Morris. Sehingga ia pun membagikan hadiah itu sebesar 10 juta untuk Morris. Tapi Morris menolaknya mentah-mentah.


"Kalau begitu, kamu tidak mau menerima uang ini, bagaimana kalau uang ini kita berikan seperti biasanya kepada anak-anak Jalanan? usul Andini senyum sumringah seolah tak terjadi sesuatu malam itu dengan suaminya. Sementara Dimas masih memantau Andini dari kejauhan. Andini belum menyadari kehadiran suaminya.


Morris menjitakkan tangannya ke udara, pertanda usulan Andini ia menyetujuinya.


"Iya boleh, kita sumbangkan sebagiannya kepada anak-anak gelandangan, tapi Setelah itu kita makan besar di restoran mahal bagaimana?

__ADS_1


"Kalau masalah makan-makan Kalian tidak perlu khawatir, aku ke situ." ucap Morris yang notabenya anak pengusaha kaya raya nomor satu di kota ini.


"Ha-ha-ha... kan, Kalau begini aku jadi happy." ucap Robert yang menginginkan makan gratis.


"Kamu ini, kalau diajak makan gratis aja kamu nomor satu." gerutu Rian.


"Tak usah ngomongin aku seperti itu, kamu aja seperti itu." sahut Robert yang mampu orang-orang di sana langsung tertawa ngakak.


"Ya sudah, sekarang kita cap cus kita ke lokasi yang biasa kita pergi untuk memberikan makan anak-anak jalanan."sahut Andini. Andini meraih motor Morris, ia mengendarainya sendiri.


Sementara Morris membawa motor Robert. Robert dan Rian berboncengan di satu motor yang sama, mereka beriringan menuju jembatan layang yang biasa tempat anak-anak jalanan berteduh. Dimas mengikuti Ke mana arah motor yang dikendarai oleh istrinya. Ia tidak ingin kehilangan jejak istrinya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2