
Gadis itu berjalan kembali ke arah ruangan sebelah dan kembali membuka pintunya.
"What? buku lagi. Mentang-mentang dosen, kamarnya dipenuhi buku semua. Andini kembali menutup kamar itu dengan kasar.
"Mau ke mana lagi?"tanya Dimas yang berdiri di belakangnya sambil bersedekap dada.
"Mau cari kamar lagi."
"Di rumah ini hanya ada tiga kamar dua kamar untuk buku-buku saya dan satu kamar untuk kita tidur."
"Hah? Jadi saya harus tidur satu kamar sama Bapak, gitu?
"Terserah! kalau kamu tidak mau tidur satu kamar dengan saya, silakan tidur satu kamar bersama buku-buku saya. Siapa tahu kamu jadi lebih pintar lagi."setelah itu Dimas kembali ke kamar dengan senyum tipis pada wajah tampannya.
"Aaaarrrgh...."
BRUK!
Andini berteriak sekencang mungkin seraya menjatuhkan tubuhnya di atas lantai, karena ia sangat kesal ternyata di rumah baru juga dirinya, harus tidur satu kamar dengan pria yang sampai saat ini belum ia menyadari kalau Dimas itu suaminya.
Setelah berdebat panjang lebar akhirnya Andini mengalah dan tidur di atas lantai dan dengan beralaskan bed cover.
Daripada harus tidur satu ranjang dan bersebelahan dengan suaminya Gadis itu memilih tidur di bawah Walaupun mungkin tidur kurang nyenyak.
Bahkan ia beberapa kali bangun dan melihat ke arah suaminya yang tidur nyenyak dengan posisi yang hampir menghabisi seluruh wilayah pulau kapuk itu.
Andini melirik kerah jam dinding yang baru menunjukkan pukul satu malam, malam Masih panjang sebentar matanya sudah tidak bisa kembali terpejam.
Tidur di lantai membuat tubuhnya yang terbiasa tidur di atas kasur empuk serasa sakit bagaikan harus dikeroyok satu RT.
Setelah itu Andini yang berambut sedikit berantakan tersebut kembali melihat ke arah wajah suaminya yang terlihat lelap dengan wajah tenang
__ADS_1
"Enak saja dia tidur nyenyak, sementara aku nggak bisa tidur semalaman." gerutunya mata yang menatap geram ke arah dimas
Sehingga muncul sebuah ide gila dalam benaknya. Bukan Andini namanya jika tidak jahil.
Andini segera bangkit dan mengambil alat-alat make up miliknya yang dilengkapi oleh Nyonya Laras sebelumnya. Berharap putrinya bisa berdandan dan setelah menikah Andini membedakan penampilannya
Lalu ia mendekat ke arah suaminya dengan langkah mengendap-endap.
Dimas yang tidur lelap tidak mengetahui bahwa istrinya kini telah duduk di sampingnya dan bersiap melancarkan aksi jahilnya.
Andini mulai mengambil bedak dan mengoleskannya dengan hati-hati pada wajah Dimas, yang mempunyai bulu-bulu halus di bagian dagunya.
Setelah itu Andini memakaikan eyeshadow berwarna hijau pada kelopak mata suaminya dilanjutkan memakaikan blush on berwarna pink merona.
Andini menahan tawanya ketika melihat wajah Dimas yang terlihat aneh tetapi Gadis itu tidak menghentikan aksinya
Andini kembali menggerakkan tangannya dengan hati-hati dan memoleskan lipstik berwarna merah terang pada bibir suaminya yang sedikit berisi
Andini terlonjak kaget saat dimas mengangkat tangan dan kembali menjatuhkannya tepat di atas pahanya.
Gadis itu menutup mulut, bahkan sampai menahan nafas takut jika suaminya bangun.
Kalau ketahuan dia sedang mendandani suaminya itu, bisa-bisa Dimas melemparnya ke atas pohon mangga di depan rumah mereka.
Andini mengangkat tangan Dimas dari atas pahanya dan meletakkannya kembali ke atas kasur dengan hati-hati.
Setelah itu ia segera turun dari atas ranjang sebelum suaminya terbangun.
Rasanya sayang sekali Jika tidak mengabadikan momen ini.
Andini mengambil ponselnya dan menyalakan kamera. Andini memotret wajah Dimas dengan kamera ponselnya. Tawanya seakan memecah ketika melihat wajah suaminya yang terlihat bagaikan sebuah orang orangan
__ADS_1
Wajah dengan make up menor dengan bulu-bulu halus yang tumbuh di bawah hidung dan juga pada bagian dagunya.
"Hmmmm..."Dimas kembali bergumam dan membalikkan tubuhnya ke arah kanan, membelakangi Andini
Gadis itu segera kembali ke tempat tidur dan membungkus tubuhnya dengan selimut tebal sampai menutupi kepalanya.
Andini tertawa sendiri di dalam selimut sampai membuat selimut tebal yang dikenakannya terlihat bergetar.
Malam yang semakin larut dan Sang fajar yang akan segera tiba membuat mata Andini yang semula terbuka lebar kini menciut dan terpejam sempurna.
Gadis itu tertidur dengan pulas sehingga waktu pagi tiba.
Aaaarrrgh....! teriak seseorang dari dalam kamar mandi menembus ke dalam mimpi seorang gadis yang masih bersemayam di bawah selimut tebal.
Andini segera membuka mata, dengan berat pandangannya langsung tertuju ke atas ranjang di mana suaminya tidur.
Matanya langsung terbuka lebar dan
Membulat sempurna ketika menyadari pria itu sudah tidak ada di atas kasur.
"Oh my God, berarti yang teriak tadi? gumamnya Seraya melihat ke arah pintu kamar mandi yang tertutup rapat.
Namun, tak lama kemudian pintu kamar mandi terbuka lebar dan membuat jantungnya hampir copot. Ia tau kalau suaminya akan marah besar terhadapnya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN
__ADS_1