Terjerat Cinta Dosen Killer

Terjerat Cinta Dosen Killer
BAN 142. ENAK MEMILIKI ISTRI


__ADS_3

Setelah tahlilan dan mendoakan almarhum sang kakek, Herlan langsung masuk ke dalam kamar dan menghempaskan bobot tubuhnya ke atas kasur.


Rasanya hari ini tubuh dan pikirannya terasa lelah. Kehilangan sosok sang kakek baginya bukanlah hal yang mudah.


Namun, ia sebagai laki-laki tidak boleh terlalu sedih dan terpuruk. Seharian ini malah Rian yang terus-terusan menangis


"Sudah selesai acaranya Bang? tanya Rian sambil ikut naik ke atas kasur dan duduk di samping suaminya, yang sedang terlentang dengan posisi yang hampir menghabiskan separuh lahan.


"Sudah, Hari ini aku lelah sekali." jawab Herlan dengan helan nafas berat.


"Biar aku pijit, ya. Rian mengangkat lengan berotot. Herlan meletakkan di atas pahanya.


Wanita itu mulai memijat lengan suaminya dengan perlahan.


Herlan mengalihkan pandangannya ke arah wajah sang istri, yang terlihat begitu telaten memijat lengannya.


Herlan tersenyum tipis dan mengangkat kepala, lalu ia merebahkan kepalanya di atas Paha Rian yang hanya mengenakan gaun tidur.


"Enak juga ya, punya istri, Kenapa nggak nikah dari dulu aja? ucap Herlan dengan bibir yang tersenyum lebar.


"Bang Herlan, sih sok jual mahal. Padahal setiap aku main ke sini selalu memancarkan sinyal-sinyal cinta,"balas Rian dengan Tatapan yang berpindah memijat kepala suaminya.


"Kamu kan, masih kecil.


"Kecil apaan? aku sudah gede gini.


"Masa! apanya yang gede? Herlan menatap istrinya dari bawah dan terkekeh pelan.


"Abang lihat apaan?


"Lihat gunung "pria itu tertawa kecil.


"Gunung apaan, Bang?"tanya Rian kembali.


"Gunung kembar." jawab Herlan sambil merubah posisinya menjadi miring dan menyelusupkan wajah pada perut rata sang istri, yang membuat Rian seketika memecahkan tawanya.


****


Sementara itu seorang pria menyisir rambutnya dan menyemprotkan parfum ke pada beberapa anggota tubuhnya.


Robert sudah bersiap menunggu kedatangan sang istri ke kamar, Bahkan pria itu sengaja tidak memakai baju dan hanya mengenakan sarung seperti biasa.

__ADS_1


Robert berkaca sambil mengangkat ototnya memperhatikan tubuhnya yang tidak terlalu kekar.


Deret pintu terbuka membuat pria itu langsung membalikkan badan.


Matanya berbinar ketika melihat istrinya masuk ke dalam kamar.


"Sayang." sambut Robert sambil merentangkan kedua tangannya dan mendekat ke arah Mariska.


Wanita itu tersenyum ketika melihat suaminya tak mengenakan baju dan hanya memakai sarung yang sudah ia pastikan tidak memakai celana lagi.


Mariska langsung menutup pintu dan menguncinya.


"Kamu ngapain nggak pakai baju? tanya Mariska Sambil tertawa kecil.


"Mau olahraga sayang." Robert semakin mendekat dan akan memeluk tubuh istrinya.


Namun, sebelum tubuhnya menempel Mariska menahan dada pria itu, dengan menempelkan tangan pada dada Robert sehingga membuat langkah suaminya terhenti.


Wanita itu mengendus sesuatu dengan wajah yang langsung berubah ekspresi.


"Ini bau apaan? tanya Mariska dengan hidung yang mendekat ke arah tubuh Robert.


"Kamu kok bau banget sih?


Mariska mengendus beberapa anggota tubuh suaminya.


"Masa sih bau? Orang aku wangi begini Robert mencium aroma tubuhnya sendiri yang semerbak oleh parfum maskulin yang biasa disukai oleh Mariska.


"Beneran, kamu bau. Mariska menutup hidungnya ketika bau itu semakin menerobos Indra penciumannya dan membuat perutnya terasa mual.


"Ngadi ngadi kamu sayang, aku ini pakai parfum kesukaan kamu."


"Parfum apaan? rasanya baubanget gini.


"Nggak percaya, nih aku pakai parfum. Robert menunjukkan botol parfum itu ke arah Mariska yang menyemprotkannya kembali.


"Hoek ... bau banget Robert." Mariska hampir muntah dan segera menutup hidungnya.


"Kok bau sih, ini kan parfum kesukaan kamu Robert menaikkan kedua alisnya.


"Bau! aku bisa muntah ini."Mariska merebut parfum itu dari tangan suaminya.

__ADS_1


"Loh kok diambil?"


"Mau aku buang." Mariska berjalan ke arah jendela kamar.


"Jangan sayang, Ini parfum masih banyak isinya." Robert mengejar langkah istrinya dan berusaha merebut parfum itu kembali.


"Bodo amat, ini bukan parfum tapi isinya entah apa, bau banget." Mariska membuka jendela dan melempar botol parfum itu tanpa aba-aba lagi.


"Astaga!!! sayang kenapa beneran dibuang?" Robert menatap ke arah luar jendela dengan mata membulat.


"Biarin, kamu milih parfum itu atau aku?" tanya Mariska sambil berkaca pinggang.


"Parfum refleks Robert yang langsung menutup mulut lancangnya.


"Apa? mentang-mentang aku sudah berbadan dua, kamu berbicara seperti itu. Laki-laki macam apa kamu! harus disunat lagi pakai kampak model kayak gini, biar tahu rasa!" ucap Mariska dengan suara kencang dan mata yang menatap tajam ke arah suaminya


"Ampun Sayang, aku cuman bercanda." Robert mengatupkan kedua tangannya.


"Malam ini kamu tidur di luar!" usir Mariska dengan wajah sangar.


"Di luar di mana?


"Ya terserah, yang penting jangan di kamar ini.


"Ya udah, aku mau tidur di rumah Maya aja." Robert membalikkan badan dan akan melangkahkan kakinya.


"Robert!!! Mariska menarik belakang sarung suaminya sampai membuat sarung itu melorot.


"Astaga!!! teriak Mariska saat melihat tubuh suaminya tak terbalut sehelai benang pun


"Sayang, dia sudah siap." Robert mendekat ke arah Mariska dan mengangkat tubuh istrinya.


"Robert lepasin, kamu bau!"teriak Mariska sambil meronta ingin melepaskan diri dari pangkuan suaminya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK "Aku Ibu Mu, Nak"

__ADS_1


__ADS_2