
Robert tersenyum tipis dan naik ke atas kasur, lalu merebahkan tubuhnya tepat di samping Mariska.
"Astagfirullah! teriak Robert secara tiba-tiba.
"Kamu, kenapa? Kok teriak?
"Tadi ada yang lewat lagi."
"Astaga..... kamu nggak lagi bercanda kan? Aku beneran takut."Mariska mendekap tubuh pria itu dengan erat dan menyembunyikan wajahnya pada dada bidang Robert yang hanya terbalut kaos tipis.
Robert membalas pelukan Mariska dengan bibir yang menyinggung kan senyuman. rencana Robert berhasil, berhasil mengerjai istrinya.
"Masih ada nggak?
Mariska mengangkat kepalanya dan melihat ke arah wajah Robert tampak melepaskan pelukannya.
Wajah mereka berada dalam jarak yang sangat dekat, Robert menatap intens wajah cantik itu.
"Mariska, Kamu pernah ciuman nggak? tanya Robert tiba-tiba.
"Pernah lah."
"Sama siapa? tanya Robert tanpa kesal ketika mendengar pengakuan istrinya
"Sama Mama. Kalau Mama sama Papa mau keluar kota, biasanya cium pipi kiri pipi kanan."jelas Mariska masih dengan cara yang sama.
Membuat Robert mengembangkan senyumnya, Entah mengapa Robert merasa bahagia kalau istrinya belum pernah disentuh atau berciuman dengan kekasihnya.
"Ini beda. Maksud aku cuman di sini!"Robert menunjuk ke arah bibir seksi milik sang istri.
"Pernah nggak? tanyanya kembali.
"Belum."
"Mau coba?
"Jadi kalau kamu sudah pernah? tanya Mariska penuh selidik kepada sang suami.
"Belum, makanya aku mau ngajak kamu mencoba gimana rasanya mau kan? secara kan, kamu itu istriku sah di mata hukum dan agama.
Mariska terdiam sejenak, lalu menganggukkan kepalanya perlahan. Setelah itu, Robert langsung mendekatkan bibir keduanya dan menempelkan bibir mereka.
Keduanya terdiam sesaat, namun Robert memberanikan diri dan mulai memberikan sesapan pada benda kenyal itu.
Mariska membulatkan matanya, Ini pertama kalinya Ia melakukan hal itu.
Robert semakin memperdalam kecupannya, menekan tengkuk sang istri dan ******* serta menyesap bibir seksi milik sang istri.
Wanita itu membuka mulutnya, memberikan akses pada sang suami untuk mengabsen setiap inci rongga mulutnya.
Tangan Robert mulai bergerak nakal, meraba dua gunung kembar milik sang istri dan membuat Mariska melebarkan matanya dengan sempurna.
Mariska memukul dada suaminya agar melepaskan perbuatan mereka.
Robert melepaskan tautan bibir keduanya, dan menarik nafas, mengisi rongga dada yang hampir kosong.
Keduanya kembali saling menatap, wajah Mereka terlihat merona. Sementara tatapan Robert semakin dalam dan intens.
"Kamu nakal! katanya cuman mau cium aja, kenapa sampai raba aset aku?"kesal Mariska dengan bibir mengerucut.
Robert tersenyum, lalu mengulurkan tangannya mengusap sudut bibir Mariska yang basah dengan ibu jarinya.
__ADS_1
Wanita itu terdiam, ketika merasakan perlakuan lembut dari sang suami.
"Kamu cantik,"ucap Robert dengan suara beratnya.
Mariska kembali diam, hanya matanya saja yang berkedip beberapa kali.
"Apa, ia tidak salah dengar?
seorang Robert yang selalu bertukar ejekan dengannya, mengatakan ia cantik.
"Mariska, kita lanjutin aja yuk nikahnya!"ucap Robert sambil mengusap pipi mengesan istri
"Lanjutin? maksudnya kita ngak jadi cerai gitu? tanya Mariska dengan dahi mengerut.
"Iya, kok aku rasanya nggak rela ya, kalau kita pisah."wajah Robert berubah menjadi sendu.
"Memangnya kamu suka sama aku?
"Gimana ya? Aku sebenarnya udah nyaman sama kamu. kalau kita Pisah, Aku nggak tahu bakal laku lagi apa enggak.
"Hah, kalau ungkapin perasaan itu, ucapin kata-kata manis sedikit aja kenapa!"Mariska menjadi kesal.
"Kamu merasakan hal yang sama nggak Mariska sama aku? aku merasa, semenjak kita menikah, aku seperti punya sosok baru di hidupku. Hari-hariku lebih berharga. Aku sudah nggak nongkrong di alun-alun lagi untuk menunggu malam larut, agar mata aku bisa terpejam dan tidur dengan lelap. Setiap pagi, Aku nggak lagi menatap gorden kamar, tapi mataku langsung tertuju kepada kamu. Gimana kalau kita.... apa aku harus balik lagi ke kehidupan aku yang dulu?"wajah Robert terlihat serius.
Robert yang biasanya terlihat kocak dan absruk itu, kali ini berbicara dengan kata-kata serius.
"Iya sih. Aku juga merasa gitu. Sekarang aku nggak tidur larut malam gara-gara scroll medsos nggak jelas karena aku merasa kesepian. Ada kamu yang bisa aku ajak ngobrol, Adik kamu yang sudah aku anggap sebagai adik sendiri. Aku anak tunggal. Aku sering merasa kesepian di rumah, tapi.... semenjak ada kamu dan aku masuk ke rumah ini, Aku merasa seperti menemukan kehidupan baru."Mariska menatap mata kecoklatan pria itu.
"Jadi.... kamu mau nggak melanjutkan pernikahan kita? tanya Robert dengan mata berbinar.
Mariska terdiam sejenak, wanita itu tidak langsung memberikan jawaban. Pernikahan dadakan mereka karena unsur Mariska yang hanya ingin melupakan Dimas. Seorang pria yang dulunya mampu memporak-porandakan hatinya.
Pernikahan hanya ingin pelampiasan saja, kini keduanya sama-sama merasa nyaman. seolah mereka sudah tidak ingin mengingat perjanjian pernikahan mereka sebelumnya. Yang akan bercerai jika Mariska sudah dapat melupakan Dimas.
"Kalau kamu diam, berarti tandanya kamu setuju."Robert kembali mendekatkan wajahnya dan akan menyambar bibir Mariska, tetapi Mariska langsung menempelkan telapak tangannya pada bibir Robert yang sudah monyong beberapa centi.
"Tunggu dulu!
"Apalagi sih istriku?
"Sepertinya aku harus istikharah dulu. Aku harus meyakinkan kalau kamu benar jodoh aku. Aku takut Allah salah kasih jodoh ke aku, jadi aku mau bertanya sambil nego dikit."
"Nego apaan?"
"Iya nego bisa nggak jodoh aku ditukar sama artis tampan kesukaan aku.
"Hello..." kamu ketinggian itu! Robert menurut jidat istrinya
"Iyalah, masa sih jodoh aku kayak gini banget.
"Kamu mau ke mana? Mariska menarik tangan pria itu agar tidak menjauh. Karena ia melihat Robert bangkit dari atas tempat tidur.
"Aku mau tidur di bawah.
"Kamu ngambek?
"Kamu pikir saja sendiri!"Robert akan melanjutkan langkahnya, tapi Mariska semakin menguatkan tarikannya.
"Robert, di sini saja. Aku takut"wajah Mariska terlihat memelas.
"Apa untungnya aku tidur di sini?"
__ADS_1
"Ya kamu bisa tidur bareng aku lah."
"Cuman tidur bareng? Robert belum membalikkan badannya kembali ke arah Mariska.
"Lah terus kamu mau apa lagi?
"Aku mau yang tadi.
"Yang tadi apaan?"
"Yang waktu di kamar mandi. Robert terkekeh
"Kamu ngintip, ya? Mariska memukul dengan suaminya dengan keras.
"Hahaha...., Kan aku bilang putih mulus. kamu mengira pocong."Robert terbahak lalu membalikkan badannya ke arah Mariska.
"Ngeselin banget sih, Mariska menjadi kesal.
"Kasih aku cicip sedikit aja ya."
"Enak di kamu nggak enak di aku dong."
"Nanggung lah Mariska, aku udah lihat semuanya.
"Kamu makin ngeselin ya!"
"Mariska boleh ya? Robert naik kembali ke atas kasur dan mendekat ke arah Mariska.
"Nggak mau! aku lagi datang bulan."Mariska membalikkan badannya memunggungi Robert.
"Kalau begitu aku tunggu sampai selesai."Robert ikut merebahkan tubuhnya dan memeluk Mariska dari belakang.
"Kamu Jangan modus, dong!
"Kamu wangi banget." Robert mendekatkan wajah pada Ceruk leher sang istri.
"Geli tahu! ucap Mariska saat hembusan nafas hangat Robert terasa menyapu lehernya.
"Aku bisa tidur sambil meluk kamu kan? kalau kamu nggak aku peluk, entar kamu dipeluk si pocong."Robert sengaja mengatakan itu agar Mariska ketakutan sehingga membuat bulu kuduk Mariska kembali berdiri.
"Jangan ngomongin pocong mulu ih , kan seram."
"Makanya sini aku peluk, biar tuh pocong iri."
"Ya sudah memeluk doang jangan macam-macam!
"Iya paling gua remas, Kalau Kamu sudah tidur."
"Mesum ih, udah jangan berisik! aku mau tidur." Mariska memejamkan matanya dengan bibir yang menyembunyikan senyuman.
Tak bisa dipungkiri Mariska merasa nyaman dan aman ketika berada di dalam dekapan pria itu.
"Pocong kan tangannya diikat, mana mungkin bisa meluk."Robert terkekeh lalu mempererat pelukannya kepada Mariska.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK
__ADS_1
"Aku Ibu Mu, Nak"