Terjerat Cinta Dosen Killer

Terjerat Cinta Dosen Killer
BAB 289. SYARAT YANG LUAR BIASA


__ADS_3

Pagi hari yang indah matahari sudah mulai terbit di ufuk timur. Aroma parfum dari tubuh seorang wanita menyeruak saya akan membangunkan seseorang yang tidur di atas sofa.


Robert membuka kedua matanya, pandangan pria itu langsung tertuju karena seorang wanita yang sedang berdiri sambil menggendong bayi.


Mariska sudah rapi dan wangi, wanita itu mengenakan dress berwarna maroon dengan rambut tergerai, bahkan wanita itu terlihat sama makai tas selempang seperti akan pergi keluar.


"Sayang, kamu mau kemana?"Robert langsung bangkit dari tidurnya.


"Eh, kebetulan banget Kamu sudah bangun. aku sama Roberto pamit mau pergi ya."ucap Mariska yang seketika membuat kedua mata Robert membulat.


"Pamit? pamit ke mana Sayang?


"Ya, ke mana aja. Kayaknya sudah nggak ada yang membutuhkan aku lagi di rumah ini. Karena, apa yang aku lakukan sama sekali tidak dihargai. Sebenarnya, Aku ini adalah kupu-kupu yang menjelma menjadi ulat sutra. Aku diam dan berusaha menghasilkan benang selembut mungkin. Namun, usahaku seakan tidak dihargai, Jadi mungkin ini saatnya aku untuk mengepakkan sayapku dan terbang bebas,"tutur Mariska yang membuat kedua mata Robert terlihat berkaca-kaca.


"Sayang, jangan pergi! aku mohon."pria itu turun dari sofa dan menjatuhkan tubuhnya ke hadapan Mariska, Robert bersimpuh di kakek sang istri.


"Kenapa Jangan pergi?"Mariska menatap keras suaminya sambil mengangkat alisnya sebelah.


"Karena kamu adalah jantung hatiku, Jika kamu pergi aku bisa mati. kalau kamu mau pergi lebih baik kubur saja dulu ragaku, Aku tidak mau merenggang nyawa sendiri sayang,"ujar Robert dengan wajah memelas.


"lebay banget, anjir!"Mariska menjauhkan kakinya dari Robert, Ia menahan tawa saat mendengar ucapan suaminya.


"Sayang, please jangan pergi. Aku minta maaf sebesar-besarnya kalau aku punya salah,"ucap Robert kembali dengan wajah memelas.

__ADS_1


"Heh, pakai ngomong kalau lagi! jangan pakai kata pengecualian! kamu itu memang benar-benar salah, jangan pakai kalau lagi!"kesal Mariska.


"Iya iya... aku ngaku salah. aku minta maaf sebesar-besarnya. Allah aja ma HP maaf, masa kamu sebagai hamba nggak mau memaafkan, sombong banget kayak Firaun,"tutur Robert kembali sambil menengadahkan wajah, menatap wajah istrinya.


"Heh, enak aja nyamain aku sama Firaun! Kamu tuh yang kayak Dajjal!"balas Mariska dengan geram.


"Iya, maaf. Jangan marah lagi ya, maharaniku, Jangan pergi. Aku nggak mau jadi duda."


"Kalau aku pergi, kamu kan bisa nikah lagi sama si Maya. Apa susahnya?".


Ia menahan kekesalan besar saat mengatakan itu.


"Nggak mau lah, sayang. Aku sudah punya lubang, masak mau nyari lubang yang baru. belum tentu lubang yang baru bisa buat nyaman,"balas Robert lagi dengan ekspresi serius.


"Apaan sih? malah bahas lo bang!"suaminya kesal membahas yang tidak senonoh.


"Robert, ih! jorok banget, Kamu kan belum mandi, belum gosok gigi lagi, bau jigong."Mariska menarik tangannya dengan kasar.


"Astagfirullah, sayang. orang masih harum gini."


"Harum dari mananya? haram dari Hongkong! sudah bangun ih, nanti kelihatan sama mama."


"Biarin, mau seisi dunia lihat sampai penghuni mars dan Merkurius melihat juga nggak apa-apa. Biar mereka tahu sedalam apa cintaku padamu.

__ADS_1


"Idih, geli banget aku dengarnya. Kalau kamu nggak mau kehilangan aku, Kenapa semalam kau bersikap kayak gitu?"Mariska menatap tajam karena suaminya.


"Sku kena bisikan roh halus, sayang. semalam itu kayak bukan aku yang ngomong. kamu merasa ada yang aneh nggak? aku ngomong nggak pakai panggilan sayang, kan?"Robert menatap serius karena istrinya.


"Nggak usah mistis! alasan saja. mana ada setan yang mau merasuki kamu, yang ada tuh kamu yang merasuki setan."balas Mariska dengan Ketus.


"Ya udah kalau nggak percaya. intinya sekarang aku minta maaf dan kamu jangan pergi."Robert kembali mendekat ke arah kaki Mariska.


"Kalau aku tetap mau pergi gimana?"balas Mariska cuek.


"Pokoknya nggak boleh! aku cinta dan sayang sama kamu dan anak kita."Robert Minecraft dress yang dikenakan Mariska dan menutupkan kepada kepalanya.


"Robert, ih! sudah gila ya."Mariska menarik kembali dressnya sampai membuat kepala Robert terlihat.


"Kau mau maafin aku kan, sayang?"Robert menatap karya istrinya dengan wajah penuh harap.


"Iya, tapi dengan satu syarat!"


"Syarat apaan?"Robert masih menengadahkan wajah, menatap istrinya.


"Syaratnya, kamu harus cosplay jadi aku seharian,"jawab Mariska dengan bibir yang tersenyum licik.


"Maksudnya?"Robert menatap cara istrinya dengan dahi mengerut.

__ADS_1


"Maksudnya, kamu harus mengerjakan semua yang biasa aku kerjakan di rumah ini. mulai dari membereskan rumah, masak, nyuci baju, nyuci piring, bantuin mama ngasuh Roberto dan lainnya. "jelas Mariska membuat Robert benar-benar merasa terancam.


bersambung...


__ADS_2