Terjerat Cinta Dosen Killer

Terjerat Cinta Dosen Killer
BAB 284. KEBAHAGIAAN TUAN ANGGARA


__ADS_3

Sementara itu, sepasang suami istri baru tiba di rumah sakit. Dimas dan Andini berjalan dengan langkah cepat ke arah ruang bersalin.


Mereka merasa panik karena belum ada kabar lagi dari siapapun mengenai keadaan Erin. Andini dan Dimas terpaksa meninggalkan ketiga buah hati mereka dan menitipkan Danes, Dasa dan Dania, kepada babysitter yang bertugas menjaga dan merawat ketika buah hati mereka.


Karena Dimas dan Andini mengkhawatirkan kondisi Erin saat ini. Setelah mendapatkan sambungan telepon seluler dari Tuan Anggara.


Dimas takut terjadi sesuatu kepada adiknya itu, karena dia tahu persis bagaimana proses melahirkan yang cukup sulit dijalani oleh para wanita. Dia sudah melihat betapa beratnya dijalani oleh istrinya saat melahirkan buah hatinya.


Begitupun dengan Andini, perut wanita itu terasa berkedut saat mendengar Erin akan melahirkan.


Terbayang kembali bagaimana rasa sakit saat melahirkan, meskipun ia melahirkan secara caesar, tetapi ia juga merasakan sakit yang luar biasa pada perutnya sebelum dan setelah operasi.


"Hati-hati jalannya, kamu masih satu bulan habis operasi."ucap Dimas saat melihat Andini berjalan dengan cepat.


"Aku khawatir banget sama keadaan Erin, Mas."wajah Andini terlihat panik.


"Iya, tapi harus tetap hati-hati!"Dimas mensejajarkan langkah dengan istrinya.


"Kayaknya itu papa deh, Mas!"Andini menunjuk ke arah seorang pria berusia senja sedang mondar-mandir di depan pintu ruangan.

__ADS_1


"Iya, lebih baik kita ke sana sekarang!"


Pasangan suami istri itu melangkah secara bersama ke arah Tuan Anggara.


"Pa, Bagaimana keadaan Erin?"tanya Dimas Setelah tiba di samping ayahnya.


Pria berusia senja itu seketika menoleh ke arah putranya. Belum juga tuan Anggara menjawab, deret pintu terbuka mengalihkan pandangan mereka.


Seorang dokter keluar yang diiringi oleh dua orang suster. "Dokter, Bagaimana keadaan putri saya? tanya Tuan Anggara dengan


"Alhamdulillah. bayinya sudah lahir, dua-duanya selamat,"jawab dokter itu yang membuat semua orang bernafas lega.


"Alhamdulillah, cucu ke-4 Papa sudah lahir,"ucapkan Anggara dengan wajah berbinar, pria itu segera mendekat ke arah Erin yang masih terbaring di atas branker.


Mata air yang terlihat berkaca-kaca, Iya terharu saat melihat wajah berbinar sang ayah. Itu menunjukkan betapa bahagianya Tuan Anggara melihat kehadiran cucu keempatnya.


"Cucu Papa perempuan, sekarang cucu Papa sudah ada dua laki-laki dan dua perempuan."ucap Erin saat Tuan Anggara saat memperhatikan bayi yang baru saja dilahirkannya.


"Sekarang kalian sudah masing-masing memiliki keturunan, jika suatu saat nanti Allah memanggil Papa, Papa sudah tenang dan sudah melihat keempat cucu-cucu papa."ucapkan Anggara kepada Erin dan juga Dimas yang berada di sana.

__ADS_1


"Hussst... jangan ngomong gitu dong Pa! kami masih ingin Papa panjang umur dan menemani cucu-cucu Papa bermain. Apa Papa tidak ingin melihat cucu-cucu Papa bermain bersama dengan opanya."ucap Andini protes saat Tuan Anggara sudah siap dipanggil Allah.


"Umur Siapa yang tahu Nak, yang pasti saat ini papa sangat bahagia. Melihat keempat cucu-cucu papa."ucap Tuan Anggara dengan wajah berbinar.


***


Setelah memastikan Erin dan bayinya baik-baik saja, Dimas langsung mengajak Andini pulang. Dimas tidak ingin berlama-lama meninggalkan ketiga buah hatinya.


Setelah pulang dari rumah sakit, Dimas membuka laptop sebentar karena ada pekerjaan yang harus diperiksa dulu, tentunya setelah bertegur sapa dengan ketiga buah hatinya.


Setelah selesai mengerjakan pekerjaannya, Dimas bangkit dari kursi kerjanya. pria itu mendekat ke arah sang istri yang duduk di atas ranjang.


"Mas kenapa?"Andini menengadahkan wajah menatap ke arah suaminya.


"Enggak apa-apa, Mas cuman kangen aja tidur meluk kamu. Bosan meluk guling melulu, sudah kan masa nifasnya?"tanya Dimas Seraya merangkul tangannya pada bahu Andini.


"Sabar Mas, tinggal 5 hari lagi kok. Tapi kalau hanya untuk memeluk doang Ya bisa."ucap Sambil tertawa kecil.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2