Terjerat Cinta Dosen Killer

Terjerat Cinta Dosen Killer
BAB 195. WANITA CANTIK YANG MEMPESONA


__ADS_3

Satu bulan sudah berlalu. Acara wisuda pun dilaksanakan. Andini yang tampak cantik dan anggun memakai gaun kebaya yang melekat di tubuhnya. Memancarkan kecantikan Andini semakin mempesona.


Apalagi dengan Andini memakai make up yang natural membuat kecantikannya semakin terpancar.


Ketika Dimas menghampiri Andini yang sedang berada di kamar, Dimas menatap Andini dengan seksama.


"Sayang, Kamu cantik sekali."Puji Dimas memuji kecantikan Andini.


"Mas, bisa aja gombalnya."


"Mas, Tidak gombal sayang, kan dari awal Mas sudah mengatakan kalau itu ungkapan rasa yang ada di dalam hati Mas yang paling dalam. Karena kamu memang benar-benar cantik banget. Apalagi kamu memakai gaun ini dan make up yang natural. Membuat kecantikanmu semakin membuat Mas semakin jatuh cinta kepadamu Sayang." ucap Dimas kepada Andini membuat Andini tersipu malu.


"Sudah, tidak perlu malu begitu sayang. Kamu itu istri mas."Andini pun mendongakkan kepalanya. Ia langsung mengalungkan tangannya di leher jenjang Dimas.


"Suamiku juga tampan sekali."Puji Andini sembari langsung memberikan kecupan hangat di bibir ranum Dimas. Membuat Dimas tidak bisa berkutik. Tetapi Dimas menikmati sikap manis istrinya terhadapnya.


Dimas tidak mau kalah, Ia pun membalas kecupan dari istrinya. Ia tidak mau kalah dengan Andini. Perlahan Dimas langsung mengecup bibir manis Andini. Kecupan itupun semakin mendalam membuat mereka di mabuk asmara.


Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar jelas di telinga keduanya. Membuat keduanya sedikit terusik.


"Siapa sih, ganggu aja." gerutu Dimas dalam hati. Tetapi Andini yang melihat suaminya mengumpat, langsung tertawa cengengesan.


Dimas berjalan membuka pintu. lalu ia melihat Erin yang mengetuk pintu kamar mereka.


"Ada apa? tanya Dimas dengan suara bariton nya


"Ka, kan acara wisuda Kak Andini dimulai jam jam sembilan pagi. Sementara sekarang sudah jam delapan. Jadi, apa Kak Andini belum bangun, aku hanya berniat membangunkan Kak Andini, agar tidak terlambat ke acara wisuda nanti." ucap Erin


"Iya, kakak sama Andini sudah siap-siap kok Kamu tenang saja, urus saja suami kamu! Apakah dia sudah siap juga atau belum."


Tiba-tiba suara Nyonya Laras terdengar jelas di telinga Dimas yang baru datang dari rumah utama keluarga Pratama, untuk menghadiri acara wisuda Andini kali ini. Karena nyonya Laras ingin berangkat ke kampus bersama dengan Andini.


"Sayang, sepertinya ada suara mama tuh di bawah!


"Oh iya, berarti Mama sudah sampai ya, Mas?


"Mas juga kurang tahu sayang, tapi sepertinya Mas dengar suara Mama di bawah."

__ADS_1


"Ya sudah, kita turun aja Mas, Nanti mama terlalu lama menunggu.


Dimas dan Andini pun turun ke bawah. mereka sudah melihat kedatangan Nyonya Laras dan Tuan Miko. Sementara Rian berangkat bersama Herlan dan juga kedua orang tua Rian.


"Sayang, hati-hati! teriak Dimas mengingatkan istrinya agar lebih hati-hati untuk berjalan menghampiri Nyonya Laras.


Dimas berusaha untuk mengimbangi langkah Andini.


"Mama...!teriak Andini sambil langsung memeluk Nyonya Laras. Karena Andini sudah sangat merindukan sosok Mama yang baru beberapa hari tidak bertemu.


"Hati-hati Andini, ingat kamu sedang hamil. masih aja kamu pecicilan seperti biasanya."Nyonya Laras berusaha mengingatkan putrinya.


"Iya Ma, maaf soalnya Andini senang banget hari ini. Ternyata Andini sudah sarjana." ucap Andini sembari memeluk Nyonya Laras beserta Tuan Miko Pratama. Dimas pun memberi salam kepada Nyonya Laras dengan sopan begitu juga kepada tuan Miko Pratama.


"Terima kasih Ma sudah mau berangkat sama Andini ke kampus untuk menghadiri wisuda Andini." ucap Dimas kepada Nyonya Laras.


"Sudah sewajarnya, Mama harus datang menghadiri acara wisuda Putri Mama. Tidak mungkin Mama tidak menyaksikan keberhasilan Putri Mama dalam meraih gelar sarjana. Walaupun tingkah Putri Mama, yang sebelumnya urakan. Kini Mama bersyukur sudah mulai berubah semenjak ada kamu Dimas."ucap nyonya Laras.


Sementara Erin dan Bima, sudah pergi lebih dulu dengan menggunakan mobil milik Erin. Sebelumnya Dimas meminta kepada Erin untuk pergi terlebih dahulu. Karena Dimas sudah menduga kalau Nyonya Laras akan datang ke rumah utama keluarga . Anggara untuk pergi bersama dengan Andini menghadiri acara wisuda putrinya.


"Oh ya sudah, lebih baik kita sekarang berangkat. Nanti kita terlambat."ujar Tuan Miko Pratama kepada Dimas dan anggota keluarga lainnya.


Sebelumnya Tuan Miko Pratama dan nyonya Laras sudah memberitahu kepada Dimas, Kalau saat ini Andini sudah bisa mengetahui siapa jati diri suaminya yang sebenarnya.


Oleh sebab itu, Dimas sudah tidak sabar lagi membongkar jati dirinya di hadapan istrinya. Tapi ada juga kekhawatiran di dalam dirinya, takut kalau Andini kecewa kepada Dimas karena merasa dibohongi oleh suaminya sendiri.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih lima belas menit, Mereka pun tiba di kampus. yang ternyata, Mariska, Rian, sudah mulai gelisah karena Andini tak kunjung datang.


"Aduh, Rian! di mana sih Andini! Kenapa lama sekali adik ipar kamu." gerutu Mariska khawatir karena Andini tak kunjung datang.


"Bima! kamu kan satu rumah dengan Pak Dimas dan juga Andini. Di mana mereka? Kenapa sampai sekarang belum sampai juga?" tanya Rian dan Mariska secara bersamaan.


"Tadi katanya Mereka sudah siap-siap. nyatanya sampai sekarang belum sampai juga di kampus."


"Astaga kok dia belum datang ya?


"Coba kamu hubungi nomor ponselnya!"

__ADS_1


"Sudah, tapi tidak diangkat."


"Kalau dosen killer gimana?"


"Sama!"sama-sama tidak diangkat.


"Waduh, gimana nih. Padahal acara wisuda sudah akan dimulai.


"Ya, tidak mungkin dimulailah kalau si pemilik kampus aja belum datang."Celetuk Erin yang mampu membuat teman-teman Andini membulatkan matanya


"Apa ? Pemilik kampus???


"Tidak! aku hanya salah ngomong saja."sahut Erin tiba-tiba ia ingat akan rahasia yang yang sudah beberapa bulan ini ditutupi oleh Dimas kepada Andini dan teman-temannya.


Tiba-tiba Mariska melihat mobil Dimas sudah memasuki area parkir kampus. Ia pun langsung mengembangkan senyumnya.


"Tuh mobil dosen killer sudah datang, kalian Tenang saja. Sebentar lagi acara wisuda akan dimulai."ucap Mariska.


Tetapi mata Mariska mengenali seorang wanita cantik, anggun dan mempesona keluar dari mobil milik Dimas. Siapa lagi kalau bukan Andini sahabat baik mereka.


Mariska langsung berlari menghampiri Andini dan memberikan pelukan yang sangat membuat Andini begitu terkejut. Sampai Robert yang memanggilnya untuk meminta kepada istrinya agar lebih hati-hati pun tidak ia indahkan sama sekali.


"Aduh, Andini jantungku sudah mau copot karena kamu tak datang-datang. Dari tadi kamu aku hubungi tapi tak kunjung kamu angkat.


"Masa sih? sahut Andini.


"Iya puluhan kali aku hubungi tapi kamu sama sekali tidak angkat. Andini pun membuka tas kecil miliknya dan melihat di layar ponselnya kalau Mariska memanggilnya sebanyak beberapa kali. Sementara Robert dan Ricky juga menghubungi Andini hingga beberapa kali. Andini langsung terkekeh.


"Maaf... "ucap Andini sambil memegang kedua daun telinganya.


"Ya sudah, tidak apa-apa. Yang penting kamu baik-baik saja." ucap Mariska, Robert dan semua teman-temannya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2