
"Kamu jangan keras kepala!"Kamu harus ikut Mama, ini semua demi kesehatan kamu dan calon anak kamu."
"Tapi Mariska tetap nggak mau! Mariska maunya sama Robert!"air mata Mariska semakin mengalir dengan deras.
Robert mengusap buliran bening pada wajah cantik istrinya dengan lembut.
"Sudah, jangan menangis! untung Mama Cuman minta kamu pulang ke rumah Mama, bukan minta kalian bercerai."cerocos mamanya Mariska yang membuat genggaman tangan Mariska dan Robert semakin erat.
"Mama apa-apaan sih? sampai kapanpun, aku sama Robert nggak akan mau dipisahkan!"
"Halah, nggak usah terlalu lebay. Apa lebihnya dia coba, dari segi fisik dan materi juga masih kurang
"Nama tega banget ngomong begitu. walaupun Robert menurut mama Kurang, tapi Robert mempunyai satu kelebihan yang tidak ada dari laki-laki lain."sangkal robek dengan wajah serius.
"Kelebihan apaan? jangan bilang kalau kamu ini cuman kelebihan berat badan!" timpal mamanya Mariska dengan tatapan sinis menatap Robert.
"Ya enggak lah Ma. orang Robert kurus kering begini. Kelebihan Robert yaitu, Robert mencintai Mariska apa adanya. bahkan cinta Robert kemarin saya tidak akan bisa diukur dengan barometer,"balas Robert kembali dengan penuh percaya diri.
"Halah cinta doang nggak bisa bikin kenyang!"Memangnya dengan cinta kamu bisa hidup? semuanya membutuhkan uang!"ucap Mamanya Mariska sambil menatap robek dengan tatapan nyalang.
"Ya, iyalah. Yang bikin kenyang itu sosis plus dua telur, bisa kenyang permanen selama 9 bulan."cara charge Robert kembali yang langsung mendapat cubitan pada pinggangnya dari Mariska.
"Ngaco kamu! sudah, sekarang kita pulang. Kamu, kalau mau pulang ke rumah Mama silakan, kalau nggak juga nggak masalah,"ucap mamanya Mariska dengan bibir yang bergerak ke kanan dan ke kiri.
Wanita paruh baya itu, menatap Mariska dan Robert dengan tatapan tajam. Seolah wanita itu tidak menerima penolakan.
"Ma, Mariska nggak mau ikut Mama. Mariska mau pulang ke rumah Robert aja."mohon Mariska.
"Kamu jangan bandel kalau dibilangin! semua ini Mama lakukan untuk kebaikan kamu. pulang Mama bilang ya harus pulang!"
"Iya, pulang. Tapi Mariska mau pulang ke rumah Robert."
"Kamu ini gimana sih, kamu sudah tidak mau menuruti Mama yang sudah jelas-jelas orang yang melahirkan kamu!"geram Mamanya Mariska.
"Mariska sudah punya suami, dalam hal ini Mariska harus nurut sama suami Mariska!"wanita itu semakin mempererat genggaman tangannya.
__ADS_1
"Ya udah, Robert, suruh istri mau pulang ke rumah Mama! Katanya dia mau nurut sama suami."kita mamanya Mariska yang membuat Robert langsung memasang wajah bingung.
"Sayang, kamu pulang ke rumah Mama .... aku ya!"titah Robert yang langsung mendapat tatapan tajam dari mertuanya.
"Heh, dasar menantu Nggak jelas kamu!"jelas namanya Mariska dengan nada kesal.
"Nggak jelas apanya Ma?"Robert punya wujud yang jelas begini, robek juga punya cinta dan sayang yang jelas untuk Putri Mama!"tegas Robert dengan wajah serius.
"Sudah!"ngomong sama kamu bisa bikin tensi Mama cepat naik. Mariska, sekarang kita pulang!"ajak mamanya Mariska kembali yang membuat air mata putrinya kembali menetes.
"Nggak mau! Mariska nggak mau pulang ke rumah Mama. Kalau mama tetap maksa, Mariska mau bunuh diri aja!"ancam Mariska yang membuat mata Robert dan kedua orang tuanya membulat.
"Aduh Sayang, jangan bunuh diri dong."ucap Robert dengan wajah ketakutan."
"Hussst... kamu diam dulu!"bisik Mariska sambil menjewer pelan telinga suaminya.
"Mariska, kamu apaan sih? jangan-jangan kamu udah guna guna Mariska iya Robert! Ayo ngaku!"buktinya Mariska bisa sampai segitunya sama kamu!"tuduh mamanya Mariska dengan jari telunjuknya yang terarah pada Robert.
"Astagfirullah. ngapain main guna-guna, itu pekerjaan orang musyrik."ucap Robert sambil menatap Mamanya Mariska dengan Tatapan yang sulit diartikan.
"Nggak mau Huaaaaa.... Mariska nggak mau pisah sama Robert!"wanita itu menarik bahu robek dan memeluk lehernya dengan erat sampai membuat suaminya hampir kehabisan nafas dan nyawanya lolos begitu saja.
"Sayang, lepasin uhuk...uhuk"Robert berusaha melepaskan tangan Mariska dari lehernya.
"Astaga, Mariska! hampir saja nyawa suami kamu melayang."gertak mamanya Mariska dengan wajah terkejut.
"Sorry, Sangkin nggak mau berpisah, aku sampai hampir Bang habisi nyawamu Robert."Mariska melepaskan rangkulan tangannya pada leher dan bahu Robert.
"Pokoknya, Mariska nggak mau pulang ke rumah Mama!"Mariska sudah besar dan sudah punya suami, Mariska berhak menentukan jalan hidup Mariska sendiri.
Terlepas dari hal yang terjadi kemarin, itu murni kesalahan Mariska, bukan kesalahan Robert atau siapapun!"Ciracas Mariska dengan suara berteriak.
"Tapi mama peduli sama kamu!"Mama nggak mau kamu dan calon cucu Mama kenapa-kenapa."
"Mariska bisa jaga diri dan robek juga pasti jaga aku!"
__ADS_1
"Stop, stop stop! Mariska stop! Mama juga diam! benar apa yang dikatakan Mariska, Putri kita sudah dewasa, dia juga sudah punya suami dan robek juga pasti menjaga istrinya dengan baik. Jadi, Mama jangan terlalu memaksa Mariska untuk ikut sama kita!"tugas Papanya Mariska yang membuat istri dan putrinya langsung mengatupkan bibirnya.
"Maksud Papa apa?"sangkal mamanya Mariska Setelah dia diam beberapa saat.
"Kita Biarkan saja Mariska ikut pulang sama Robert. Setelah menikah, seorang anak perempuan itu menjadi hak suaminya sepenuhnya. Jadi, kita sebagai orang tua hanya bertugas menasehati dan memberi saran yang baik, bukan malah memaksa seperti ini. Ingat! bukan memaksa!"tegas Papanya Mariska yang membuat bibir istrinya langsung mengerucut.
"Pa, Aku nggak jadi ikut pulang sama mama dan papa kan?"aku tetap bisa pulang sama Robert ya!"ucap Mariska dengan mata berbinar.
"Iya, kamu berhak menentukan Ke mana kamu pergi, Papa tidak mau terlalu mengekang anak Papa."ujar Papanya Mariska yang membuat mata putrinya semakin berbinar.
"Papa apa apaan sih?"gerutu mamanya Mariska dengan tatapan tak suka.
"Sudah, Mama diam saja, jangan terlalu mengatur hidup Mariska, Karena dia sudah punya suami yang bertanggung jawab sepenuhnya atas Mariska. Mending sekarang kita pulang. Mariska, kamu ikut Robert aja pulangnya ya."tugas Papanya Mariska yang seolah tak mau menerima bantahan kembali.
"Alhamdulillah. Terima kasih banyak Pa."ucap Mariska dengan binar bahagia yang terpancar nyata di wajahnya.
"Pa, Terima kasih banyak ya, Papa sudah memberikan kepercayaan sama Robert."tutur robot sambil mencium punggung tangan mertuanya.
"Iya, kalian hati-hati aja ya! Papa sama Mama pamit dulu."Papanya Mariska menarik tangan istrinya dengan paksa keluar dari ruangan itu.
"Pa, gak bisa gitu dong Mariska harus tetap ikut sama kita!"bantah mamanya Mariska dengan suara penuh penekanan.
"Mama diam atau Papa potong semua uang bulanan dan uang arisan Mama!" tegas Papanya Mariska sambil menutup kembali pintu ruangan tersebut.
"Oh, sudah bisa ngancam ya, sekarang. Baik, silakan Papa potong semua uang arisan Mama. tapi ingat Papa juga harus libur tidur bareng mama selama Satu tahun!"oncom mamanya Mariska kembali sambil menghentakkan kaki, lalu pergi terlebih dahulu meninggalkan suaminya.
"Paling juga Papa jajan di luar! pilih mana Papa mau jajan di luar atau menuruti apa yang Papa katakan?"ucap Papanya Mariska membuat mamanya Mariska mencebik kesal.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN
__ADS_1