Terjerat Cinta Dosen Killer

Terjerat Cinta Dosen Killer
BAB 131. ANDINI HAMIL


__ADS_3

Andini langsung meraih ponselnya yang ada di atas nakas, setelah membantu Dimas keluar dari kamar mandi. Ia meminta kepada sang suami agar merebahkan tubuhnya terlebih dahulu.


Andini melihat Dimas sudah keringat dingin. Ia mengkhawatirkan suaminya. Saat nomor ponsel dokter sudah tersambung, Andini langsung meminta kepada dokter untuk untuk segera memeriksakan kondisi Dimas.


"Mas, sabar ya. bentar lagi dokter akan datang." ucap Andini sambil berlalu berniat ingin mengambil air putih hangat untuk diteguk sang suami.


Beberapa menit kemudian, Andini menghampiri sang suami yang sedang berbaring. "Mas, ini minum dulu. Takutnya mas Masuk angin, harus minum minuman hangat. Supaya perutnya sedikit lega." ujar Andini sambil membantu Dimas duduk kembali.


"Biasanya Andini lah yang selalu dirawat oleh Dimas. Tapi entah mengapa saat ini Dimas benar-benar sedikit lemah. Apalagi setelah kepalanya pusing dan ia mengeluarkan seluruh isi perutnya, membuat tenaganya benar-benar habis terkuras.


Sekitar lima belas menit kemudian, dokter tiba di rumah sederhana yang ditempati oleh Dimas dan Andini. Andini mendengar suara bel berbunyi. Itu artinya dokter sudah tiba di teras rumah.


"Mas, sebentar ya. Aku tinggal, mungkin dokter sudah datang." ucap Andini lalu langsung meninggalkan Dimas. Dan setelah membuka pintu rumah, ternyata benar dokter yang datang setelah Andini menghubunginya.


"Siapa yang sakit Andini tanya dokter Dirga sambil mengikuti Andini.


"Suami saya dokter! sahut Andini singkat


"Dimas sakit?


"Iya dokter, tidak tahu kenapa katanya dia tiba-tiba pusing. Habis itu dia muntah-muntah wajahnya juga sangat pucat." Andini memberitahu kepada sang dokter.


Setelah tiba di kamar dokter itu langsung memeriksa kondisi Dimas

__ADS_1


"Bagaimana dokter? Apa penyebab suami saya mual dan muntah juga pusing?" tanya Andini tidak sabar menunggu jawaban dari sang dokter.


Kondisi Dimas baik-baik saja. Asam lambungnya juga tidak ada. Mungkin dia hanya masuk angin saja. Tapi sepertinya istrinya juga harus diperiksa.


"Loh dokter, suami saya yang sakit. Kenapa saya juga diperiksa?saya kan, sehat-sehat saja." protes Andini


Sang dokter mengembangkan senyumnya.


"Iya Andini, kamu memang baik-baik saja. Aku tahu itu terlihat dari wajahmu yang berseri dan terlihat cantik." Puji sang dokter.


"Kalau begitu, Mengapa dokter memintaku untuk dokter periksa?"


"Tidak apa-apa. Hanya memeriksa saja. tidak salah kalau saya memeriksa kondisi Andini juga Kebetulan saya berada di sini." ucap sang dokter karena dia merasa curiga kalau saat ini Andini sedang hamil. Tetapi sang suami yang merasa morning sickness.


Dia yang bertanya, tapi justru dia juga yang menjawab. Membuat dokter itu hanya senyum-senyum sendiri mendengar ucapan Andini. Dokter itu semakin yakin kalau Andini saat ini sedang hamil. Melihat dari postur tubuh Andini Saat ini semakin berisi. Bahkan di bagian pinggulnya sedikit semakin berisik.


Tapi dia tidak berani mengutarakan itu Karena dia belum memeriksa Andini.


"Ya sudahlah, karena Pak Dokter sudah berada di sini nggak apa apa juga memeriksa aku. ucap Andini sambil membaringkan tubuhnya tepat di samping Dimas membuat Dimas sedikit terkekeh melihat tingkah istrinya.


"Kamu ini ada-ada saja. Tadi saja kamu menolak habis-habisan untuk diperiksa. Sekarang kamu ujung-ujungnya mau juga.," celetuk Dimas sambil mengelus rambut istrinya, yang terlihat indah. Ia pun mengecup pernah pucuk kepala sang istri yang begitu candu baginya.


Dan sang dokter memeriksa kondisi Andini. ia menemukan denyut nadi Andini saat ini sedikit berbeda. Kemudian sang dokter kembali memeriksa dengan teliti. Ternyata dugaan sang dokter benar. Andini saat ini sedang hamil.

__ADS_1


"Pak Dimas, siapkan diri bapak untuk mengalami morning sickness. Sepertinya Bapak harus mengalami ini beberapa bulan ke depan ." ucap sang dokter membuat Andini dan Dimas langsung mengerutkan kening mereka masing-masing.


"Memangnya kenapa dokter?


"Lebih baik besok Pak Dimas, dan sang istri pergi ke dokter kandungan. Karena seperti pemeriksaan saya, saya menduga istri Anda saat ini sedang hamil. Istri Anda tidak mengalami gejalanya sama sekali. Tetapi jangan salah, ikatan hubungan suami istri itu sangat kuat. Hingga bapak yang mengalami gejalanya, sehingga Bapak mengalami mual dan muntah. Tetapi untuk memastikannya lebih baik Pak Dimas dan Andini langsung memeriksanya ke dokter kandungan. Takutnya pemeriksaan saya salah." ujar sang dokter meminta Dimas dan Andini langsung memeriksakan kondisi Andini ke dokter kandungan.


Mendengar ucapan sang dokter, Dimas langsung bersorak kegirangan. Ia benar-benar tidak menduga kalau dirinya yang merasakan morning sickness, sementara istrinya tidak. Padahal sang istri yang mengandung.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK "Aku Ibu Mu, Nak"


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK "Aku Ibu Mu, Nak"

__ADS_1


__ADS_2