Terjerat Cinta Dosen Killer

Terjerat Cinta Dosen Killer
BAB 248. BERTEMU LAGI


__ADS_3

Keadaan Ricky sudah membaik, sekarang pria itu sudah bisa berjalan dengan normal.


Pagi ini, pria yang memiliki kumis tipis yang mulai tumbuh lebat itu sudah bersiap dan berpakaian rapi, ia mau memulai kembali pekerjaannya di kantor.


Meskipun hanya sekedar membantu sang istri, tapi setidaknya ia merasa sedikit berguna.


"Kok sudah rapi aja, Memangnya mau ke mana?"tanya Nisa yang baru masuk ke dalam kamar.


Wanita dengan balutan baju kantor itu mendekat ke arah suaminya.


"Aku mau ke kantor."jawab Ricky tanpa ragu.


"Ke kantor? Memangnya sudah sembuh?"tanya Nisa kembali dengan mata yang memperhatikan suaminya dari atas sampai bawah. Ia juga melihat beberapa anggota tubuh suaminya yang sempat terluka.


"Sudah dong. Sudah sehat, sudah ganteng dan siap kembali ke kantor."Ricky menggerakkan kedua tangannya memperlihatkan tubuhnya yang terlihat lebih berisi.


"Tunggu! perasaan ada yang beda. Coba angkat lagi tangannya!"Nisa semakin mendekat dan menatap tubuh suaminya dengan intens.


"Apanya yang berbeda? makin tampan ya?"tebak pria itu dengan penuh percaya diri.


"Ada yang beda. Emmm.... kayaknya, tubuh kamu agak berisi deh."Nisa menyentuh bagian perut suaminya.


"Berisi? maksud kamu, aku hamil?"


"Hamil apaan? dikira laki-laki punya rahim apa!"Nisa memukul perut suaminya.


"Nah, kan beneran. Perutnya aja agak keras sekarang kalau ditekan gini, kayak berotot gitu." wanita cantik itu kembali menyentuh perut suaminya.


"Iya, dong. kan rajin push up tiap malam," canda Ricky yang membuat dahi Nisa mengerut.


"Masa?" push up di mana?" kok aku belum pernah lihat."Nisa menatap wajah suaminya dengan lekat.


"Push up di atas tubuh kamu,"jawab Ricky dengan senyum genitnya.


"Dih, ngajak banget!"Nisa kembali memukul perut Ricky yang terlihat lebih kekar.


"Ya, udah. mending Sekarang kita berangkat. aku sudah semangat nih buat bekerja lagi membantu istriku."


"Bukan membantu aku, tapi kamu akan punya pekerjaan khusus. Jadi, kamu akan punya jabatan di kantor,"tutur Nisa yang membuat kedua mata Ricky membulat.


"Jabatan? jabatan apaan?"


"Aku sudah membicarakan ini sama Papa dan Papa setuju kalau kamu diangkat menjadi direktur utama di perusahaan. Kebetulan, Pak Bram sudah resign karena penyakit jantung yang dideritanya sering kambuh," jelas Nisa yang membuat mata Ricky membulat dengan mulut yang sedikit terbuka.


Bahkan, perasaannya seakan melayang, entah senang atau bagaimana ia bingung dengan perasaannya sendiri.

__ADS_1


Kalau ditanya senang, pasti ia merasa sangat senang. Tapi, disisi lain merasa tak pantas dan takut. Takut jika dirinya tidak bisa melaksanakan pekerjaannya dengan benar.


"Sayang, kok diam saja sih!" Nisa menusuk perut Ricky dengan jari telunjuknya yang membuat pria itu langsung tersadar dari lamunannya.


"I...Ini beneran?"tanyanya masih tak percaya.


"Ya, benarlah. Masa aku bohong. Sudah, jangan banyak protes, jangan terlalu merendahkan diri, Aku tahu kamu bisa." bisa menggenggam tangan suaminya dan mengangkat kedua tangan mereka sebagai lambang semangat.


"Oke, bismillah aku bisa. Tapi aku masih butuh bimbingan dari kamu."Ricky menatap cara istrinya dengan wajah serius.


"Tentu saja, aku akan membimbing kamu dalam pekerjaan dan kamu harus membimbing aku sampai ke surga."tutur nih Sayang membuat hati Ricky serasa akan meledak.


Bahkan, iya tak bisa berkata-kata dan hanya bisa berkedip dengan senyum yang semakin melebar.


"Ya, sudah. Kita berangkat sekarang. bentar lagi sudah masuk jam kantor." Nisa mengambil tasnya dan menggandeng tangan Ricky keluar dari kamar.


Sepasang suami istri itu, berjalan bersama menuju mobil yang sudah terparkir di halaman rumah mewah bak istana itu.


"Biar aku yang nyetir."ucap Nisa saat Ricky akan duduk di kursi kemudi.


"Nggak apa-apa, biar aku aja. kaki dan tangan aku sudah nggak sakit lagi kok. Ratu duduk di sebelah raja aja!" Ricky membukakan pintu untuk istrinya.


"Terima kasih."Nisa tersenyum manis, Seraya masuk ke dalam mobil dan duduk dengan anggun.


Pria itu menyetor dengan baik, agar istrinya merasa nyaman.


Sepanjang perjalanan, sepasang suami istri itu berbincang hangat sambil sesekali bercanda gurau.


Bruk!


Sebuah bunyi keras membuat Ricky seketika menginjak rem dan menghentikan laju kendaraannya.


Nisa cukup terkejut ketika mendengar suara itu dan juga saat Ricky berhenti mendadak.


"Itu bunyi apa?"tanya Nisa masih dengan wajah tegang dan kaget.


"Nggak tahu Sayang. Kayaknya ada yang menabrak mobil kita deh."Nisa mau buka pintu mobil dan keduanya keluar secara bersamaan.


Bertepatan dengan keluarnya seorang pria berpakaian rapi dari dalam mobil berwarna hitam yang menabrak mobil Ricky dan Nisa.


Pria dengan balutan jas hitam itu mendekat ke arah Nisa yang seketika mematung dengan mata membulat.


"Kamu, Kenapa kamu menabrak mobil aku?!"sergah Nisa dengan geram.


Sementara Ricky sudah menatapnya langkah mantan kekasih istrinya itu.

__ADS_1


Meskipun kakinya sedikit gemetar, tapi darahnya langsung mendidih ketika mengingat pria itu adalah dalang dari pengeroyokan atas dirinya.


"Selamat pagi Nisa!"ternyata suamimu masih hidup."pria itu tersenyum miring.


"Dasar kurang ajar! Mau kamu apa sih? Kenapa masih mengganggu hidupku?!"Nisa menatapnya Lang ke arah pria di hadapannya.


"Aku mau, kita mengulang kisah."pria itu mendekat dan mencolek dagu Nisa dengan bibir yang menyeringai tipis.


"Kurang ajar!"


BUGH


Ricky langsung memberikan bogeman pada wajah pria itu yang membuat tubuh kita itu terhuyung ke belakang.


"Masih bisa mukul rupanya!"pria itu mengusap pipinya yang memar bekas pukulan Ricky.


Pria itu menatap Ricky dengan penuh amarah.


"Jangan banyak bacot!"Aku tahu kamu nggak ada apa-apanya. Kamu nggak bisa berantem, makanya kamu nyuruh orang buat ngeroyok aku. Kalau kamu ngaku laki-laki dan punya tombak, lawan aku secara langsung Jangan menyuruh orang!"tantang Ricky yang penuh dengan amarah.


Pria itu merasa tertantang, mendekat ke arah Ricky dengan tangan mengepal.


"Ricky, jangan hadapi dia lebih baik kita masuk mobil saja!"ajak Nisa dengan wajah panik.


"Ngak! biar aku hadapi dia, kamu masuk mobil aja."Ricky sedikit mendorong tubuh istrinya agar menjauh.


Ricky mendekat ke arah pria yang tiba-tiba saja menghadang mereka dan Ricky siap baku hantam.


BUGH


BUGH


BUGH


Seperti biasa, jika sedang berkelahi Ricky tidak akan memberi ampun. Sekalipun, iya akan terus melayangkan pukulan tanpa memberi celah untuk musuhnya melawan.


Ricky memberikan pukulan bertubi-tubi sampai membuat pria bertubuh kekar itu terkapar di atas aspal.


Melihat keributan di pinggir jalan, beberapa orang menghentikan kendaraannya dan mendekat.


"Berhenti!"Kenapa kalian berkelahi di sini?"teriak seorang pria yang mendekat ke arah mereka.


"Dia orang jahat! Dia pernah menyuruh orang untuk mengeroyok saya!"Ricky menunjukkan arah pria itu yang sedang meringis kesakitan akibat pukulan dari Ricky yang tepat mengenai area sensitifnya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2