Terjerat Cinta Dosen Killer

Terjerat Cinta Dosen Killer
BAB 35.PENAMPILAN TIDAK COCOK


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul enam sore. Andini sedang sibuk memoles wajahnya di depan meja rias.


Setelah memastikan dandanannya sudah terlihat cantik dan mempesona, Andini bangkit dan mengamati penampilannya di cermin besar yang memantulkan bayangan seluruh tubuhnya.


Andini yang mengenakan dress berwarna merah maroon dan memiliki panjang di atas lututnya itu membolak-balikkan tubuhnya bak seorang model memperhatikan penampilannya di depan cermin.


Dress cantik itu tanpa lengan dan memiliki belahan dada yang lumayan terbuka, Andini mengambil beberapa foto dengan menggunakan ponsel miliknya di depan cermin, untuk memotret penampilannya yang ia anggap sempurna.


"Tanpa ia sadari, ada seorang pria yang baru saja masuk ke dalam kamar dan mengamati penampilannya dari ujung rambut hingga ke ujung kaki


"Kamu ngapain? suara Barito tersebut membuat Andini hampir terlonjak kaget.


Gadis itu langsung membalikkan badan dan menghadap ke arah sang suami yang sedang berjalan ke arahnya.


Dimas melangkah semakin mendekat ke arah Andini yang semakin mematung, netranya langsung tertuju ke arah dada sang istri yang terekspos sempurna.


Pria itu berdiri tepat di hadapan Andini, netranya semakin menelisik Lebih detail wajah sang istri


Dimas mengangkat tangan dan menempelkan tangannya pada bagian dada Andini yang terbuka.


"Bapak ngapain, sih?"Andini segera menjauhkan tubuhnya agar tangan Dimas terlepas darinya.


"Apa tujuan Kamu memakai baju kurang bahan seperti ini?"atau jahitannya belum kelar, tanya Dimas dengan ekspresi datar tetapi sorot matanya terlihat menyeramkan.


"Karena baju ini cantik,dan cocok digunakan untuk menghadiri pesta ulang tahun Mariska."


"Supaya orang lain memujimu?"supaya banyak lelaki yang tertarik padamu?


"Bapak apaan sih? saya kan, mau datang ke pesta Ya jelas harus berpenampilan menarik lah."


"Iya, ini sangat menarik. Apa kamu tahu apa yang akan dirasakan para laki-laki ketika melihat dadamu yang terbuka seperti ini?"Dimas mendekat dan menyentuh dada istrinya.


Andini terdiam tubuhnya seorang tak bisa bergerak ketika tangan kekar suaminya kembali menyentuh kulit dadanya.


"laki-laki bisa saja terangsang hanya dengan melihat dadamu yang terbuka."bisik Dimas diterima Andini yang membuat Gadis itu bergidik ngeri mereka tidak mendengar suara berat suaminya."


"Bapak tertarik?"Andini tergagap.


"Iya, ganti bajumu Jika kamu tidak mau saya tekan sekarang!"Dimas menempelkan bibirnya pada telinga Andini yang membuat Gadis itu semakin merasa geli.


"Iya saya ganti bajunya."Andini segera membuka pintu lemarinya dengan cepat.


"Pilih baju yang tertutup, jangan ada bagian dada atau pahanya yang terbuka, Kalau kamu tidak ingin mengundang nafsu birahi laki-laki bangkit, ketika melihat penampilan kamu."titah Dimas dengan posisi yang sangat dekat dan membuat Andini merasa tak karuan, tubuhnya menegang dan merasakan hawa panas.


"Saya pakai yang ini saja."Andini mengambil sebuah dress berukuran cukup panjang dengan bagian dada yang tertutup.


"Saya tidak suka baju-baju seksimu, kecuali Kamu memakainya hanya di hadapan saya."

__ADS_1


"Bapak suka saya pakaian seksi di hadapan bapak?"


"Tentu saja, tapi kamu harus tahu konsekuensinya Setelah itu?"Dimas mengangkat alisnya sebelah.


"Maksud Bapak apa?"


Dimas mengangkat dagu Andini dan mendekatkan wajahnya, mengikis jarak bahkan hembusan nafas sangat terasa menyapu wajah keduanya.


Entah mengapa lutut Andini bergetar telapak tangannya mengeluarkan keringat dingin, ia sudah bisa membaca apa yang akan dilakukan suaminya.


"Astaga ....."Andini mendorong tubuh Dimas dan langsung berlari ke kamar mandi.


"Shttt!"umpat pria itu Seraya mengepalkan tangannya.


Setelah berganti pakaian, Andini segera keluar dari kamar mandi.


Dimas langsung mengajak istrinya masuk ke dalam mobil untuk berangkat bersama.


"Pak, saya naik taksi online saja ya."pinta Andini sebelum suaminya menjalankan mobil.


"Tidak bisa! saya juga kan, mau datang ke sana, kenapa kamu harus naik taksi?"


"Nanti kalau ada yang lihat bagaimana? mereka bisa curiga."


Dimas tidak menanggapi ocehan istrinya, pria itu segera menjalankan mobilnya menuju tempat pesta.


"Bapak melarang saya datang ke pesta memakai gaun cantik, sedangkan bapak sendiri memakai pakaian seperti ini."Andini melirik kearah Dimas yang memakai pakaian santai membuat penampilannya terlihat berbeda.


Biasanya jika di kampus, Dimas selalu memakai pakaian formal.


"Memangnya kenapa? saya memakai pakaian tapi yang menutup bagian tubuh saya. Tidak seperti kamu yang memperlihatkan belahan dada.


"Tetap saja tidak tadi."


"Terus kamu mau saya berpakaian seperti kamu juga? memakai baju yang memperlihatkan dada saya? Dimas melirik ke arah istrinya.


"Ha ha .... gila apa, bukan itu maksud saya."


Andini tertawa ketika membayangkan tubuh Dimas yang kekar memakai gaun yang memperlihatkan bagian dadanya.


"Jangan tertawa! dosa kamu menertawakan suami sendiri."


"Sensitif banget, kayak kulit bayi."ucap Andini menatap suaminya dengan Tatapan yang sulit diartikan.


"Awas aja kalau nanti pas di sana kamu dekat-dekat sama teman laki-laki kamu."


"Memangnya kenapa?

__ADS_1


"Bapak cemburu?"Andini menatap wajah suaminya dengan senyum menggoda.


"Saya tidak cemburu. Saya hanya ingin kamu menghargai saya sebagai."Dimas masih fokus menyetir sambil menatap lurus ke depan.


"Cie....ileh, bilang aja cemburu."Andini mencolek dagu Dimas membuat Dimas sedikit menoleh ke arah sang istri.


Seketika Gadis itu melihat ke arah tangannya ketika merasakan karena bulu jenggot suaminya tidak terlalu panjang.


"Kenapa? kamu mau merasakannya lagi?"gesekan telapak tangan sang istri pada dagunya.


"Pak, gali tau!" Andini menarik kembali tangannya.


"Baru telapak tangan saja sudah geli,"ucap Dimas dengan ekspresi datar.


"Maksud Bapak apa?"Andini manatap suaminya dengan mata membulat.


"Tidak, bukan apa-apa. Ini kamu mau ikut masuk ke dalam atau turun di luar?"mengalihkan pembicaraan ketika mereka telah tiba di dekat rumah Mariska.


Gerbang rumah yang berukuran cukup besar itu terbuka lebar.


Beberapa motor dan mobil masuk ke dalam. terlihat lokasi pesta sudah di desain sedemikian rupa layaknya merayakan pesta ulang tahun. Tempat itu sudah banyak didatangi tamu terutama dari kalangan mahasiswa.


"Saya turun di sini saja." Dimas


menghentikan mobilnya di jalan yang sebentar lagi tiba di depan gerbang rumah Mariska.


"Hati-hati! ucap Dimas sebelum istrinya keluar dari mobil.


Setelah itu, ia langsung berjalan dengan cepat masuk ke dalam gerbang. Sementara Dimas menjalankan mobilnya dengan hati-hati seolah menerima langkah sang istri.


Setelah masuk ke area pesta, Andini langsung menghampiri teman-temannya yang sudah berkumpul.


"Hai guys!"sapanya sambil berjalan ke arah Mariska, Rian, Robert, dan juga Bima yang sedang berkumpul.


"Wih, princess kita datang." sambut Rian seraya menunjuk ke arah Andini.


"Din, tumben kamu pakai baju model beginian."Rian memperhatikan dress Andini yang memiliki panjang melewati lutut, serta bagian dada yang tertutup terapi.


Biasanya Andini menggunakan dress di atas lutut dengan bagian dada yang terbuka.


"Tidak apa-apa, hanya lebih nyaman aja pakai yang ini."sahut Andini berbohong Seraya mengibaskan dressnya yang lumayan berukuran lebar.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2