Terjerat Cinta Dosen Killer

Terjerat Cinta Dosen Killer
BAB 83. ILERAN


__ADS_3

"Mas, kamu wangi banget."Andini langsung memeluk tubuh suaminya dari belakang yang membuat dirinya tergoda.


Aroma sampo yang baru dikenakan suaminya itu menyeruak, memenuhi Indra penciumannya


"Sayang, kamu mandi dulu dong, nanti ilernya malah nempel ke tubuh Mas."


"Ih, apaan sih Mas? Andini nggak ileran!"Andini langsung melepaskan pelukannya.


"Ngak ileran bagaimana? itu di bantal penuh dengan pulau Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan hasil kreasimu malam tadi."ucap Dimas membuat Andini mengerucutkan bibirnya.


"Enak aja, itu mah punya Mas kali."Andini lagi-lagi mengerucutkan bibirnya.


"Canda, sayang. Udah, buruan mandi sana!"


"Iya,iya padahal walaupun belum mandi, aku tetap cantik dan wangi,"gerutunya seraya mengendus bagian ketiaknya dengan langkah yang berjalan ke arah kamar mandi.


Sementara Dimas, baru menerima surat undangan yang baru dihantarkan oleh pihak percetakan, saat Andini masih berada di kamar mandi.


Dimas langsung mau masukkan surat undangan itu ke dalam mobilnya. Karena ia akan bertemu dengan orang yang akan menyebar undangan tersebut.


"Mas, Ini undangan buat teman kampus Andini ya?"aku pisahkan ya, biar nanti pas datang ke kampus tinggal ambil."Andini mengambil paper bag yang berisi undangan untuk teman kampusnya.


"Kamu maunya bersendiri sayang?"


"Nggak lah Mas. Paling juga minta tolong kepada Ricky dan Robert mereka selalu siap membantu Andini."


"Ya sudah, kita berangkat sekarang."


Dimas menjalankan roda empat yaitu menuju kampus. Setelah memastikan istrinya sudah duduk dengan nyaman di sampingnya.


Dimas dan Andini berpisah setelah berada di kampus, Andini langsung menghampiri teman-temannya yang sedang berkerumunan di depan kelas, sementara Dimas menemui orang yang akan menyebar undangannya terlebih dahulu.

__ADS_1


"Hai, semuanya! Aku punya sesuatu buat kalian,"ucapkan dini dengan ceria yang langsung mengalihkan atensi teman-temannya.


"Wah, Andini mau bagi apa? mau traktirin kita?"tanya Ricky dan Robert secara bersamaan.


"Ini undangan buat kalian, silakan pilih nama masing-masing!"Andini mengeluarkan beberapa surat undangan dari dalam paper bag dan menyodorkannya ke arah semua sahabatnya.


"Wih, jadi nih pernikahannya diresmikan sama pak dosen killer?"celutuk Robert dan Ricky Seraya mengambil surat undangan yang bertuliskan nama mereka


"Wih, foto prewed nya keren banget, Siapa yang memilih konsepnya Din? tanya Rian memperhatikan foto Andini dan Dimas pada surat undangan itu.


"Wih, pasangan serasi. Yang satu princess, dan yang satunya pangeran."Puji Robert dan Ryan memperhatikan foto prewedding Andini dengan Dimas. Mereka kagum melihat kecantikan Andini saat berfoto prewedding.


Memang harus diakui, tanpa polesan make up pun Andini sudah terlihat cantik. sedangkan berpakaian acak-acakan saja Andini tetap terlihat cantik. Apalagi dengan dipoles make up dan berpakaian feminin. benar-benar seperti princess.


Surat undangan itu sudah diambil masing-masing teman-temannya. kini tangan Andini tersisa satu surat undangan.


Wanita itu melihat nama yang tertera dan menyodorkannya ke arah seseorang yang berdiri di samping Ricky.


"Oke, Selamat ya Din,"ucap Bima dengan tatapan penuh kehancuran.


Andini hanya membalasnya dengan senyuman, ia dan Bima masih merasa canggung, keduanya belum akrab seperti biasa.


"Oh, iya. aku minta tolong kalian berdua buat sebarkan undangan ke semua mahasiswa di kampus."Andini menyodorkan paper bag itu ke arah Ricky dan Robert.


"Hah? semua mahasiswa Di kampus Ini, Din? yang bener aja dong. kamu hajatan Apa mau bikin penampungan?"Celetuk Robert.


"Ya, nggak semua lah. maksud aku yang namanya ada di sini saja."


"Ada bayaran nggak nih?"tanya Ricky dengan angkuh.


"Tenang saja Nanti aku traktir di kantin."sahut Andini sambil mengembangkan senyumnya.

__ADS_1


"Siap princess."jawab Ricky sambil mengambil paper bag dari tangan Andini. keduanya mulai berpencar, membagikan undangan yang diberikan Andini.


Sementara Bima langsung masuk ke dalam kelas tanpa bicara lagi.


"Cie .., sudah unboxing."Mariska dan Rian memeluk Andini secara bersamaan.


"Aku doain, supaya kalian cepat menyusul."ucapkan dini.


"Amin ya robbal alamin!"entar pas acara lempar bunga, jangan lupa arahin ke aku ya!"biar aku tangkap,"titah Rian


"Terus kamu mau nikah sama siapa?"tanya Andini.


"Ya, sama baby my handsome dong."sahut Rian dengan percaya diri.


"Idih, pasti yang kamu bayangkan si handsome itu Kak Herlan kan?"tebak Andini


"Tuh, kamu tahu."


"Ngarep banget! Kak Herlan itu sudah punya calon."


"What? calonnya siapa? orang mana? apa dia anak kuliahan seperti kita? tanya Rian beruntun dengan mata membulat.


"Kepo banget sih!"setelah itu, Andini melepaskan dekapan kedua sahabatnya dan berjalan meninggalkan kedua wanita itu.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK.

__ADS_1


__ADS_2