Terjerat Cinta Dosen Killer

Terjerat Cinta Dosen Killer
BAB 236. RICKY TERLUKA


__ADS_3

Nisa tak kuasa menahan air matanya, tangis wanita itu pecah saat melihat wajah Ricky yang dipenuhi dengan luka.


Nisa mengusap darah yang mengalir pada sudut bibir Ricky dengan ibu jarinya.


"Niko, lebih cepat lagi bawa mobilnya!"Titah Nisa dengan rasa panik yang luar biasa. Terlebih lagi, kedua mata Ricky masih terpejam, pria itu belum sadarkan diri


"Baik, Bu."Niko menambah kecepatan laju mobilnya, pria bertubuh tegap itu berusaha tetap fokus mengemudi, meskipun tangis bisa membuat lututnya bergetar, dia takut suami dari bosnya itu terluka parah.


Tak lama kemudian, mereka tiba di rumah sakit. Niko langsung memanggil beberapa perawat dan memindahkan tubuh Ricky ke atas branker.


Dua orang perawat segera mendorong banter yang sudah ditempati Ricky menuju ruang IGD.


Nisa mengikuti branker suaminya dengan langkah gontai, air mata wanita itu tak berhenti mengalir sampai tubuh suaminya di bawah masuk ke dalam ruang IGD.


"Ibu tunggu di sini! kami akan segera mengambil tindakan."seorang suster menghentikan langkah Nisa yang akan ikut masuk ke ruang pemeriksaan.


"Saya mau ikut masuk, suster,"minta Nisa sambil kembali melangkah.


"Mohon maaf, Ibu tunggu di luar saja!"suster itu menutup pintu ruang IGD dengan rapat lalu masuk ke dalam ruang IGD.


Nisa terdiam mematung, tubuhnya terasa lemas. wanita itu menjatuhkan tubuhnya di depan pintu ruang IGD.


Nisa terduduk lemah di atas lantai dengan linangan air mata. Sorot matanya terlihat sayu, terlihat kesedihan terpancar nyata pada wajah cantiknya.


Bu, jangan duduk di lantai."Niko mengeluarkan tangannya, akan membantu bisa berdiri.


Namun, Nisa hanya menggelengkan kepala, tanda penolakan. Derap langkah kaki terdengar semakin mendekat, dua orang yang akan melintas di ruangan itu mendekat ke arah Nisa ketika menyadari Siapa yang tengah duduk dengan penuh putus asa di pintu IGD.


"Bu Nisa,"ucap Herlan setelah berdiri di hadapan wanita itu. Ya, Herlan kenal dekat dengan Nisa Karena perusahaan milik Dimas bekerja sama dengan perusahaan milik keluarga Arnold yang saat ini dikelola oleh Nisa.


Herlan dan Rian akan menuju kamar tempat Andini dirawat, mereka menghentikan langkah ketika melihat Nisa menangis sendirian.


Wanita itu menengadahkan kepala dan melihat karena Herlan dan Rian.


"Mbak Nisa kenapa?"Sini biar saya bantu. duduk di kursi saja, Mbak!"Rian berjongkok dan membantu Nisa berdiri.


Wanita itu memapah tubuh Nisa yang terlihat lemas dan mendudukkannya di atas kursi tunggu.


"Pak Niko, Ada apa sebenarnya?"tanya Herlan kepada Niko selaku asisten dari Nisa.


"Suami Ibu Nisa tadi ada yang melukai di jalan, sekarang sedang ditangani dokter,"jelas pria yang masih berpakaian rapi itu.


"Suami Mbak Nisa? berarti si Ricky, dong?"tanya Rian dengan mata membulat.


"Iya, Ricky sedang terluka. Dia dihabisi oleh Empat orang."jelas Nisa sambil menutup wajah dengan kesepuluh jemarinya, tak sanggup menahan tangis.


"A...Apa?? Terus sekarang keadaan si Ricky gimana? Bang, gimana ini?"Rian ikut panik, wanita itu menggerakkan tangan Herlan yang berdiri di sampingnya.


"Aku nggak tahu, tubuh Ricky terluka."ucap Nisa dengan nada bergetar. Wanita itu kembali memecahkan tangisnya.

__ADS_1


"Mbak, tenang dulu, kita doakan yang terbaik untuk Ricky."Rian merangkul bahu Nisa dan mengusapnya dengan perlahan, dia berusaha menenangkan Nisa.


"Bang, kamu kasih tahu mama deh, kalau kita ada di sini. Takutnya nanti mereka nyariin."titah Rian yang masih berusaha menyenangkan bisa.


"Ya udah. Nanti aja kita ke ruangan Andini."Herlan mengambil ponsel dan mengabari sang Ibu kalau dirinya ada di sana.


Tak lama kemudian, pintu ruangan itu terbuka. Seorang dokter keluar yang diiringi oleh dua orang suster.


Nisa yang melihat itu segera berdiri dan menghampiri Dokter tadi.


"Bagaimana keadaan suami saya dokter?"tanya Nisa dengan Tak sabar.


"Tadi pasien sempat kritis, suami ibu mengalami benturan keras pada kepalanya, itu yang menyebabkan pasien masih belum sadarkan diri."jelas Dokter tadi yang membuat air mata Nisa kembali luruh begitu saja.


"Apa suami saya akan baik-baik saja dokter? suami saya tidak akan hilang ingatan gara-gara benturan keras itu?"tanya Nisa kembali dengan wajah panas bercampur sedih.


"Saya rasa tidak, tapi kita lihat saja nanti setelah pasien sadar."


"Apa saya boleh menjenguk suami saya sekarang, Dok?


"Silakan!


"Terima kasih, Dokter."tanpa menunggu lama lagi, Nisa langsung masuk ke dalam ruangan itu.


"Dok, apa kami juga bisa ikut masuk? tanya Herlan yang juga mengkhawatirkan keadaan Ricky.


"Pak Niko, kalau begitu saya pamit mau menjenguk adik saya dulu. kalau ada sesuatu, tolong kabari saya, ya!"tutur Herlan


"Baik, Pak."


Setelah itu, Herlan dan Rian kembali melangkah melanjutkan perjalanan mereka yang akan menuju ruangan Andini.


Sementara itu, Nisa mendekat ke arah suaminya yang terbaru lemah di atas ranter pasien.


Langkah kakinya gontai, sorot matanya sayu. pelan-pelan kakinya melangkah hingga tiba di samping branker Rizky.


Air mata wanita itu kembali luruh ketika melihat keadaan suaminya, wajah Ricky dipenuhi luka lebam. Tangan bisa terangkat, wanita itu menyentuh jemari suaminya dengan lembut.


Nisa sedikit mencondongkan tubuhnya ke arah telinga Ricky. " Sayang, bangun."bisiknya dengan lirih.


Keajaiban terjadi, jemari Ricky bergerak, kedua bola mata pria itu terbuka dengan perlahan.


"Sayang, kamu sudah siuman?"ucap Nisa dengan mata berbinar.


Ricky terdiam, Dia mengendarkan pandangannya ke sekeliling ruangan.


"Apa aku masih hidup?"suara pria itu terdengar para.


"Masih, kamu masih hidup sayang. kamu ingat aku, kan? kamu nggak hilang ingatan, kan?"tanya Nisa beruntun. wanita itu menatap wajah suaminya dengan penuh harap.

__ADS_1


"Ya enggaklah, menghilangkan memori indah tentang Kita, memori indah dengan istriku yang paling cantik."ucap Ricky


"Sudah sakit, masih saja menggombal."


"Memang siapa yang menggombal istriku sayang? memang benar adanya Kamu itu cantik sehingga aku beruntung memiliki istri secantik kamu."Ricky memuji walaupun dirinya masih merasakan rasa sakit yang begitu dahsyat di tubuhnya.


***


Hampir semalaman Ricky tidak bisa tidur, iya merasa sekujur tubuh terasa sakit, bahkan tangan dan kakinya belum bisa digerakkan, terkilir sedikit saja ia akan merasa sangat kesakitan.


Nisa menemani suaminya di rumah sakit, wanita itu rela tidur di atas sofa dan melipat kakinya.


Pagi ini, dia membuka matanya saat sinar mentari menerobos jendela kaca di kamar itu.


Nisa bangkit dengan perlahan, wanita itu menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, ia juga menggerakkan kaki dan tangannya, menggerakkan otot-otot yang terasa kaku.


Setelah itu, Dia berjalan ke arah berangkat tempat suaminya berbaring, sambil mengucek mata beberapa kali, demi memperjelas penglihatannya.


"Selamat pagi suamiku."sapa Nisa dengan Senyum merekah, setelah ia tiba di samping Ricky.


"Pagi, Kamu sudah bangun."balas Ricky dengan tatapan lurus, karena leher pria itu terasa sakit ketika menoleh.


"Sudah, sepertinya aku kesiangan."Nisa melihat kerah jam tangan yang dikenakannya.


"Masih pagi, baru juga jam 06.30."balas Ricky tanpa ragu.


"Kata siapa? orang bentar lagi jam 08.00."


"Masa? perasaan masih gini-gini aja."


"Gini gini aja, gimana? matahari aja sudah bersinar. coba tuh lihat!"Nisa menunjuk ke arah jendela kaca, meskipun gorden pada jendela itu masih tertutup, tapi sinar matahari tetap bisa menerobos.


"Mau lihat gimana? leher aku aja sakit, gak bisa digerakkan."balas Ricky dengan nada sendu.


"Ya, ampun. Aku lupa, semuanya masih sakit ya?"tanya Ricky Seraya mendekat, wanita itu mengucap pipi suaminya dengan lembut.


"Aw!! pipi Aku juga sakit."teriak Ricky ketika tangan bisa menyentuh luka memar pada pipinya.


"Maaf, Aku nggak tahu kalau ternyata ini sakit."Nisa menunjukkan tanpa menyentuhnya.


"Kalau cuman dipegang doang, ya sakit. tapi kalau dicium, pasti cepat sembuh."ujar pria itu dengan nada penuh harap.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN

__ADS_1


__ADS_2